Informasi selama ini yang kita peroleh penyebab bau busuk dan warna hitam
penyebabnya adalah :
1. Sampah yang dibuang di sungai.
2. Kotoran manusia yang langsungm masuk sungai
Prinsip mengatasi pengotoran adalah pnghilangan sumber penyebabnya, kalau
mungkin.
*Pencegahan sampah dibuang ke sungai :*
Pembagian bak2 sampah dengan tutup + nomor rumah seperti di negri Belanda,
yang dengan
mudah dapat diputar, sampahnya masuk dalam "truk" kecil sekali kalau di
kampung2 yang jalannya
sempit. Kemungkinan lain, pembagian kantong2 plastik sampah (di negeri
Blanda kantong plastik
sampahnya dari 60 liter). Pada hai2 tertentu kantong sampah diambil . Bisa
dipikirkan sebagian pasukan
oranje yang harus bersihkan sampah dari sungai jusru dipindahkan untuk
ambil sampah dari pemukiman.
Kemungkinan lain, dengan bank sampah : Yang melever sampah di titik
tertentu dibayar sesuai dengan
jumlah ampahnya ? Kejelasan daerah dibagi-bagi dengan siapa bertanggung
jawab atas daerah kecil tertentu.
Dia yang harus mengawasi orang tidak boleh sembarangan membuang sampah dan
harus menegurnya sampai
sampah ditaruh dalam wadah . Kalau tidak ,ya dia yang harus bertanggung
jawab memberesinya.
Dulu di pabrik tempat saya kerja, twerrein yang begitu besar kami bagi jadi
beberapa sektor, dengan ploeg
tertentu, dari afdeling tertentu yang harus bertanggung jawab. Sebelum
pergantian ploeg, kepala ploeg yang
baru datang masuk, keliling dulu apa semuanya beres, bersih. Kalau tidak,
dia suruh kepala ploeg sbelumnya
gerakkan orang2nya bresi dulu, baru bisa timbang terima. Dan waktu
pergantian ploeg, selalu laporan kepala
ploeg sebelumnya kepada kepala ploeg baru, di depan kepala pabrik. Jadi
tidak bisa pabrik dan terrein dibiarkan
kotor.
*Pencegahan kotoran manusia langsung masuk sungai *:
Kemungkinan2 :
1. Beberapa septic tank bersama, cairan saja sebagai overflow yang boleh
masuk sungai . Kotoran dalam septic tank
diambil beberapa tahun sekali dengan alat.
2. Kotoran, air kencing, air cuci, air mandi mdiolah dulu di pabrik
penjernihan air. Airnya yang dibuang ke sungai.
3. Kotoran, air kencing dari puluhan rumah masuk container besar, yang
beberapa bulan sekali disedot pakai mobil
tangki, diberikan pada petani untuk pupuk.
2018-07-30 3:03 GMT+02:00 ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:
>
>
> Lalu, ... apa sebenarnya masalah Kali Item itu berbau busuk? Yang namanya
> KALI Item airnya HARUS mengalir atau DANAU Item yang arinya tidak mengalir
> kemana-mana?
>
> Jadi, dalam pengertian saya, kalau air Kali Item itu begitu kotor penuh
> sampah dan berakibat tidak mengalir, tentu saja yg harus dipecahkan
> PEMBERSIHAN agar air sungai itu mengalir lebih baik! Bukan dengan menabur
> bubuk-bubuk penghilang bau sebanyak 7,5 Ton yg katanya bisa bertahan
> semingguan. Itu hanya membuktikan air Kali Item TIDAK mengalir dengan baik,
> jadi harus digali/dikeruk dasar sungai/kali yg sudah penuh lumpur/kotoran
> selama ini, ... sedang masyarakat HARUS membantu jangan lagi buang
> SAMPAH/KOTORAN ke kali Item lagi!
>
> Kemungkinan lain, Kali Item itu jadi pembuangan air kotor entah dari
> industri apa yg membuat aroma bau-busuk itu! Kejar dan tuntutlah industri
> itu SEGERA menghentikan polusi, pencemaran lingkungan yg selama ini terjadi!
>
>
> -------- 轉寄郵件 --------
> 主旨: [GELORA45] Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali,Item
> 日期: Sun, 29 Jul 2018 17:47:59 +0200
> 從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
> <[email protected]> <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun
> -tangan-usir-bau-busuk-kali-item
> *Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali Item*
> Penulis: *Akmal Fauzi* Pada: Minggu, 29 Jul 2018, 20:05 WIB Megapolitan
> <http://mediaindonesia.com/megapolitan>
>
> <http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item>
>
> <http://twitter.com/home/?status=Warga%20pun%20Turun%20Tangan%20Usir%20Bau%20Busuk%20Kali%20Item%20http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item%20via%20@mediaindonesia>
> [image: Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali Item]
>
> *MI/Akmal Fauzi*
>
> PENANGANAN Kali Sentiong atau yang kerap disebut Kali Item bukan hanya
> dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Pemerintah Pusat.
> Masyarakat pun turun tangan mengusir bau busuk di kali yang terletak di
> belakang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.
>
> Sebanyak 500 kilogram bubuk penghilang bau busuk ditebar di beberapa titik
> di Kali Item , Minggu (29/7) pagi. Bubuk dengan nama Deogone disebar secara
> manual di hulu aliran Kali Item.
>
> "Idealnya itu jumlahnya 7,5 ton bubuk untuk di sepanjang Kali Item dari
> ujung ke ujung bukan hanya di sisi Wisma Atlet. Karena air mengalir ke
> utara, maka kami sebar ke hulunya, tujuannya bisa hanyut sedikit lah walau
> jumlahnya sedikit," kata koordinator aksi Suwardi Hagani, Minggu (29/7).
>
> Meski jumlahnya tak ideal, ia meyakini bau busuk di Kali Item bisa
> berkurang. Ia menyebut, biasanya serbuk itu bisa mengurangi bau kali kurang
> lebih satu minggu.
>
> "Mudah-mudahan bisa menghilangkan bau walau idealnya itu butuh 7,5 ton
> sepanjang Kali Item. Daripada berteriak dalam kegelapan lebih baik
> menyalakan lilin walau sebatang," kata Suwardi mengibaratkan polemik
> penangan Kali Item oleh pemerintah
>
> Ia menyebut aksi itu merupakan inisiatif masyarakat yang diakomodir
> Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DKI Jakarta. Biaya yang
> dikeluarkan pun dari urunan masyararakat.
>
> "Rp50 ribu per kilogramnya. Ya hitung saja berapa jumlahnya. 100 persen
> dari masyarakat," kata Suwardi
>
> *Mengurai bakteri*
>
> Suwardi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD HKTI DKI Jakarta
> mengatakan, bau busuk air limbah di Kali Item terjadi karena adanya bakteri
> pengurai dalam air limbah. Dalam proses penguraian, bakteri mengeluarkan
> gas amoniak dan gas sulfur.
>
> "Sebagaimana bakteri pengurai makanan di dalam perut kita yang
> menghasilkan gas amoniak, bernama kentut," ujarnya
>
> Serbuk Deogone ini, kata Suwardi, mengandung mikroba unggul hasil seleksi
> di laboratorium, yaitu jamur pelapuk kayu. Ketika ditabur pada limbah akan
> menggantikan peran bakteri dalam melapukan limbah.
>
> "Karena mikroba ini jenis jamur bukan bakteri, maka jamur adalah jenis
> tanaman. Jamur tidak mengeluarkan gas amoniak tapi hanya uap air,
> sebagaimana umumnya tanaman,"jelasnya
>
> Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan mengapresiasi bantuan yang
> dilakukan masyarakat terhadap Kali Item. Pihaknya akan melihat hasil kerja
> penaburan bubuk itu selama beberapa hari ke depan. Jika hasil dari kedua
> langkah tersebut efektif, maka bakal dilakukan kembali.
>
> "Sekarang masih uji coba. Kalau hasilnya bagus akan dilakukan kembali,"
> ujar Teguh. (X-10)
>
>
>
>
>
>
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_-5103194058102700619_m_-3931545374975313907_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
>
>