https://www.antaranews.com/berita/731525/pengamat-sby-ingin-
mengamankan-ahy-sebagai-cawapres
Pengamat: SBY ingin
mengamankan AHY sebagai
cawapres
Senin, 30 Juli 2018 21:45 WIB
Prabowo Subianto dan Agus Arimurti Yudhoyono (ANTARA FOTO)
Untuk memuluskan harapannya itulah maka tak heran jika SBY pada hari ini
sudah berani mengambil keputusan untuk membangun koalisi antara Demokrat
dan Gerindra, sambil berkata: Prabowo Presiden kita."
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Sinergi masyarakat untuk
demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin berpendapat, kesepakatan
koalisi antara Partai Demokrat dan Gerindra tak lepas dari tujuan Ketua
Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengamankan putra
sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres Prabowo Subianto di
Pilpres 2019.
"Jadi koalisi yang disepakati pada hari ini oleh Prabowo dan SBY saya
baca tidak lepas dari tujuan SBY untuk mengamankan AHY sebagai cawapres
Prabowo, betapapun kukuh dikatakan tidak ada pembicaraan khusus mengenai
posisi cawapres," kata Said, di Jakarta, Senin.
Ketika Prabowo mengatakan SBY tidak memaksakan AHY untuk menjadi
cawapresnya dan menyerahkan penentuan posisi cawapres sepenuhnya kepada
dirinya, Said memperkirakan hal itu sekedar fatsun politik saja.
"Prabowo sepertinya ingin menjaga kehormatan SBY dan pada saat yang sama
berusaha menjaga perasaan PKS dan PAN sebagai mitra potensial koalisi
berikutnya," tutur Direktur Sigma ini.
Menurut dia, SBY tentu perlu meyakinkan kembali Prabowo agar tetap
berpasangan dengan AHY. Mungkin juga SBY datang untuk 'menitip salam'
kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) lewat Prabowo.
Sebagai calon Presiden (capres) pilihan HRS, kata dia, Prabowo dalam
pandangan SBY boleh jadi dianggap sebagi pihak yang paling mampu
meluluhkan hati HRS dan GNPFU agar mau menerima AHY.
"Untuk memuluskan harapannya itulah maka tak heran jika SBY pada hari
ini sudah berani mengambil keputusan untuk membangun koalisi antara
Demokrat dan Gerindra, sambil berkata: Prabowo Presiden kita," ucapnya.
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018