*Berita agak lama tetapi.....? Jihad = malas hidup di bumi ciptaan illahi?*
*https://www.eramuslim.com/berita/nasional/jika-cina-mau-kuasai-indonesia-jihad-jawabannya.htm#.W2F0RLh9h2E
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/jika-cina-mau-kuasai-indonesia-jihad-jawabannya.htm#.W2F0RLh9h2E>*


*Home <https://www.eramuslim.com/> » Berita
<https://www.eramuslim.com/berita> » Berita Nasional
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional>*
Jika Cina Mau Kuasai Indonesia, Jihad Jawabannya!

21
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/jika-cina-mau-kuasai-indonesia-jihad-jawabannya.htm#>

Redaksi – Rabu, 2 Muharram 1438 H / 5 Oktober 2016 10:00 WIB


Eramuslim.com – Ketua Harian Komunitas Ekonomi Islam Indonesia (Koneksi)
Anto Apriyanto menilai, upaya China menguasai Indonesia melalui ekonomi
politik memang sudah semakin terlihat sejak terpilihnya Jokowi sebagai
presiden. Kerjasama yang dilakukan pemerintah Jokowi dengan China semakin
erat.

“Indikasinya dengan membanjirnya produk-produk China di Indonesia,
membanjirnya tenaga kerja China di Indonesia. Juga adanya proyek-proyek
seperti reklamasi Teluk Jakarta, kereta cepat Jakarta-Bandung, hingga
penggusuran pemukiman pribumi, itu semua disinyalir kuat merupakan pesanan
China. Apalagi diperkuat oleh ‘ngototnya’ Ahok untuk maju sebagai Cagub
Jakarta dan Hari Tanoesoedibjo sebagai Capres dari Partai Perindo sebagai
agenda politik China,” ujar Anto kepada Suara Islam Online, Selasa
(4/10/2016).

Menurutnya, semua itu terjadi karena yang pertama, pemerintah China
membutuhkan tempat tinggal baru untuk warganya sehubungan pertumbuhan jiwa
yang meningkat di negaranya. Kedua, pemerintah Indonesia punya utang
pinjaman dalam jumlah besar terhadap China. Ketiga, disinyalir adanya oknum
pejabat di rezim sekarang yang merupakan merupakan anak-cucu keturunan PKI
yang salah satu cikal bakal ideologinya berasal dari China. Keempat,
anggota dewan, pejabat, dan politikus partai di Indonesia yang muslim
banyak yang sudah sekuler, plural, dan liberal.

“Kelima, yang terparah adalah karena warga pribumi yang mayoritas muslim
secara psikologis sudah terhinggapi inferior (rendah diri dan menerima
pasrah kondisi yang ada tanpa ada upaya melawan kezhaliman tersebut). Hal
ini adalah ‘kelainan jiwa’ yang diakibatkan dari terlalu lamanya muslim
Indonesia dijajah bangsa lain, dari mulai
Portugis-Spanyol-Belanda-Inggris-Belanda-Jepang, lebih dari 350 tahun, dan
ditambah penjajahan China saat ini secara politik dan ekonomi meski tidak
disertai penjajahan fisik. Dan yang pasti karena Syariat Islam belum
(pernah) diterapkan di Indonesia secara kelembagaan negara,” jelas Anto.

Dari kondisi itu semua, lanjut dia, dampaknya untuk masyarakat muslim
Indonesia dari upaya dominasi China adalah secara perlahan pribumi akan
terusir dari tanah kelahiran dan kampung tempat tinggalnya. Kemiskinan
warga pribumi akan semakin meningkat tajam karena kekayaan hanya berputar
pada lingkaran orang-orang Cina dan keturunannya saja, termasuk kegiatan
ekonomi yang didominasi bahkan dikuasai China secara penuh.

“Dari kemiskinan yang sangat parah kelak akan mengakibatkan kesenjangan
sosial yang sangat tajam dan berpotensi melahirkan berbagai macam kejahatan
dan kekacauan sosial hingga meledaknya emosi warga pribumi yang sudah tidak
bisa dibendung lagi. Hal ini yang kita tidak inginkan, terjadinya konflik
bahkan sampai fisik,” ujarnya.

Kata Anto, sudah ada pengalaman sejarah konflik antara pribumi dengan warga
etnis China di Indonesia yang berujung pengusiran. Hal tersebut seharusnya
dijadikan pelajaran. “Setidaknya pengusiran hingga pembalasan dendam warga
pribumi terhadap China sudah pernah terjadi berkali-kali, yaitu masa
kebangkitan perlawanan terhadap penjajah (era Sarekat Islam 1910-an), masa
Orde Lama (era Soekarno 1950-an, bahkan Soekarno dengan tegas mengusir
China dari Indonesia, dan masa krisis moneter (era Reformasi 1997-an).
Apakah kejadian ini harus terjadi lagi?” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Anto, kita harus memberikan rekomendasi antara lain;
yang pertama, agar pemerintah mau berpihak dan mengakomodir kepentingan
masyarakat pribumi sebagai pemilik sah negeri ini. Kedua, agar para
pengusaha Muslim mulai memberdayakan dan membantu saudara Muslim lain yang
masih lemah secara ekonomi agar bisa kuat pertahanannya dan menguasai
pasar/lapangan ekonomi riil. Ketiga, agar para ulama semakin giat membina
dan menyadarkan umat Islam Indonesia untuk kuat secara aqidah, ibadah, dan
mu’amalah. Keempat, agar para aktivis pergerakan/organisasi Islam di
Indonesia meninggalkan segala bentuk ‘ashabiyah dan perpecahan dengan
sesama saudara Muslim.

“Kelima, agar umat Islam di Indonesia mulai kembali dekat dengan para
ulama, pesantren, majlis ilmu, dan mulai kembali mempelajari Islam dengan
benar. Dan keenam, agar para pemuda diprioritaskan untuk dipantau, dibina
dan diberikan pelajaran kepemimpinan guna regenerasi umat Islam,” jelasnya.

Selain itu, tambah Anto, sebagai seorang muslim tentunya kita berharap
siapapun mereka termasuk warga China agar mendapatkan hidayah Islam.

“Dan umat Islam di Indonesia sebenarnya juga tidak pernah mempermasalahkan
China dan keturunannya mencari penghidupan di tanah air. Untuk itu mari
kita bersaing secara sehat dalam lapangan ekonomi. Tapi jika tujuan mereka
untuk menguasai Indonesia dan menyingkirkan pribumi, maka jihad adalah
jawabannya!”. tandasnya.(ts/si)

Kirim email ke