http://id.beritasatu.com/macroeconomics/peluang-indonesia-jadi-pasar-produk-tiongkok/178425



*Peluang Indonesia Jadi Pasar Produk Tiongkok*
*Oleh Nasori dan Hari Gunarto* | Senin, 30 Juli 2018 | 12:47

Dendi Ramdani menyatakan, dampak perang dagang AS-Tiongkok berpotensi
memengaruhi ekonomi Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dampak langsungnya, Indonesia menjadi pasar produk-produk Tiongkok yang
akses pasarnya terhalangi masuk ke AS karena dikenakan tarif yang lebih
tinggi, contohnya produk-produk elektronik.


Walaupun demikian, kata Dendi, Indonesia memiliki peluang pasar untuk
menjadi pemasok pengganti dari produk-produk asal Tiongkok yang dikenakan
tarif lebih tinggi oleh AS, seperti produk tekstil. Indonesia juga dapat
menyuplai Tiongkok untuk produk impor dari AS yang dikenai tarif tinggi,
seperti produk minyak nabati menggantikan impor minyak kedelai dari AS.

Sedangkan dampak tidak langsungnya adalah menurunnya permintaan dari AS
maupun Tiongkok, karena pertumbuhan ekonomi kedua negara ini dan dunia akan
lebih rendah. Mengutip estimasi IMF, dampak perang dagang AS-Tiongkok akan
menurunkan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,5%.


“Karena Tiongkok dan AS adalah pasar tujuan ekspor terbesar dan kedua
Indonesia, Indonesia berpotensi terdampak signifikan. Pertumbuhan ekonomi
Indonesia berpotensi lebih rendah sebesar 0,1-0,2%,” kata Dendi.


Dendi melihat keputusan saling membalas blokade akses perdagangan AS dan
Tiongkok adalah keputusan irasional yang tidak menguntungkan keduanya. Itu
hanyalah strategi masing-masing negara untuk menaikkan posisi daya tawar,
agar mendapat kesepakatan yang lebih baik di meja perundingan.


“Apalagi di dalam negeri masing-masing, produsen yang terdampak langsung
akibat *trade war* ini pasti akan melakukan protes besar-besaran,” kata
Dendi. (try)

Kirim email ke