Donald Trump Akhirnya Akui Campur Tangan Rusia dalam Pilpres 2016
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Eka Yudha Saputra
Senin, 6 Agustus 2018 09:00 WIB
0KOMENTAR
<https://dunia.tempo.co/read/1114124/donald-trump-akhirnya-akui-campur-tangan-rusia-dalam-pilpres-2016?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_1#comments>
000
#
#
#
#
Ekspresi tatapan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir
Putin saat menggelar pertemuan dalam KTT Amerika Serikat-Rusia di
Helsinki, Finlandia, Senin, 16 Juli 2018. Mereka membahas 5 topik di
antaranya, tuduhan campur tangan pemilu AS oleh Rusia, krisis Suriah,
perjanjian kontrol senjata nuklir, aneksasi Crimea dari Ukraina oleh
Rusia dan sanksi Washington terhadap Moskow. Alexei Nikolsky, Sputnik,
Kremlin Pool Photo via AP
<https://statik.tempo.co/data/2018/07/16/id_719496/719496_720.jpg>
Ekspresi tatapan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir
Putin saat menggelar pertemuan dalam KTT Amerika Serikat-Rusia di
Helsinki, Finlandia, Senin, 16 Juli 2018. Mereka membahas 5 topik di
antaranya, tuduhan campur tangan pemilu AS oleh Rusia, krisis Suriah,
perjanjian kontrol senjata nuklir, aneksasi Crimea dari Ukraina oleh
Rusia dan sanksi Washington terhadap Moskow. Alexei Nikolsky, Sputnik,
Kremlin Pool Photo via AP
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Presiden Amerika Serikat,Donald Trump
<https://www.tempo.co/tag/donald-trump>, akhirnya mengakui bahwa
putranya, Donald Trump Jr., bertemu dengan pihak Rusia pada 2016 di
Trump Tower untuk mendapatkan informasi tentang Hillary Clinton. Namun
Donald Trump mengatakan hal itu legal dan dilakukan sepanjang sejarah
kampanye politik.
Sebelumnya Trump mengatakan pertemuan itu membahas tentang adopsi
anak-anak Rusia oleh warga Amerika Serikat.
Baca: Mike Pompeo Akui Situasi di Palestina Tidak Mudah
<https://dunia.tempo.co/read/1113825/mike-pompeo-akui-situasi-di-palestina-tidak-mudah>
Dilaporkan dari Reuters, 6 Agustus 2018, Donald Trump berkicau di
Twitter soal tujuan dari pertemuan, meskipun putranya mengatakan
pertemuan untuk mengumpulkan informasi untuk menjatuhkan kandidat
Demokrat, Hillary Clinton.
Donald Trump Jr., anak sulung Presiden Amerika Serikat Donald Trump,
rilis email yang ungkap pertemuan dengan pengacara Rusia soal Hillary
Clinton
Di Twitter, Trump juga membantah laporan di Washington Post dan CNN
bahwa ia khawatir putra tertuanya, Donald Trump Jr, bisa berada dalam
masalah hukum karena pertemuan dengan Rusia, termasuk pengacara yang
memiliki hubungan dengan Kremlin.
Donald Trump menegaskan dia tidak mengetahui apa yang dibahas dalam
pertemuan itu sebelumnya.
"Laporan Berita Palsu, sebuah fabrikasi lengkap, bahwa saya khawatir
tentang pertemuan putra saya, Donald, di Trump Tower. Ini adalah
pertemuan untuk mendapatkan informasi tentang lawan politik, benar-benar
legal dan dilakukan sepanjang waktu dalam politik, dan itu dilakukan di
mana-mana. Saya tidak tahu tentang itu!" Kata Trump di status Twitternya.
<https://twitter.com/realDonaldTrump>
Donald J. Trump*✔*@realDonaldTrump
<https://twitter.com/realDonaldTrump>
<https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1026084333315153924>
Fake News reporting, a complete fabrication, that I am concerned
about the meeting my wonderful son, Donald, had in Trump Tower. This
was a meeting to get information on an opponent, totally legal and
done all the time in politics - and it went nowhere. I did not know
about it!
8:35 PM - Aug 5, 2018
<https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1026084333315153924>
* 65K <https://twitter.com/intent/like?tweet_id=1026084333315153924>
* 68.2K people are talking about this
<https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1026084333315153924>
Twitter Ads info and privacy <https://support.twitter.com/articles/20175256>
CNN melaporkan pada Rabu 1 Juli, Presiden Donald Trump gusar dengan
Jaksa Agung Jeff Sessions, penasihat khusus Robert Mueller atas
penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap campur tangan Rusia dalam
pemilu 2016. Trump mendesak agar penyelidikan soal intervensi Rusia
dalam pilpres dihentikan.
"Ini adalah situasi yang mengerikan dan Jaksa Agung Jeff Sessions harus
menghentikan "Perburuan Penyihir" ini sekarang, sebelum menodai negara
kita lebih jauh," tegas Trump di Twitter.
"Bob Mueller benar-benar bermasalah dan 17 Demokrat yang melakukan
pekerjaan kotornya adalah aib bagi Amerika Serikat!"
"Jeff Sessions harus menghentikan Perburuan Penyihir ini sekarang."
Kampanye politik untuk meneliti kelemahan lawan diperbolehkan, tetapi
tidak dengan campur tangan asing dari negara yang dipandang sebagai musuh.
Baca: Donald Trump Bentuk Timsus Rencana Perdamaian Palestina - Israel
<https://dunia.tempo.co/read/1113687/donald-trump-bentuk-timsus-rencana-perdamaian-palestina-israel>
Penasihat Khusus Robert Mueller sedang memeriksa apakah anggota kampanye
Trump berkoordinasi dengan Rusia untuk mempengaruhi pemilihan Gedung
Putih. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin membantah pemerintahnya
ikut campur.
Salah satu bagian dari penyelidikan telah berfokus pada 9 Juni 2016,
saat pertemuan di Trump Tower di New York antara Donald Jr., tim sukses
kampanye Trump dan kekelompok orang Rusia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Robert Mueller. REUTERS/Carlos
Barria, Foto/nymag.com
Donald Jr. mengatakan bahwa pertemuan itu terutama ditujukan untuk
melobi terhadap undang-undang sanksi Magnitsky 2012, yang menyebabkan
Moskow menyangkal hak Amerika Serikat untuk mengadopsi anak yatim piatu
Rusia.
PresidenTrump <https://www.tempo.co/tag/donald-trump>telah berulang kali
membantah bahwa kampanyenya bekerjasama dengan Rusia dan mengatakan
"Tidak ada Kolusi!" Pekan lalu, bagaimanapun Trump mengadopsi taktik
para pengacaranya dan bersikeras "kolusi bukan kejahatan".
Baca: Korps Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat, Seperti Apa?
<https://dunia.tempo.co/read/1113975/korps-angkatan-luar-angkasa-amerika-serikat-seperti-apa>
Meskipun kolusi bukan merupakan tuntutan hukum secara teknis, Mueller
dapat mengajukan tuduhan konspirasi jika dia menemukan bahwa anggota
kampanye mana pun yang bekerjasama dengan Rusia untuk melanggar
undang-undang AS. Bekerjasama dengan warga negara asing dengan maksud
mempengaruhi pilpres Amerika Serikat dapat melanggar beberapa
undang-undang, menurut para ahli hukum.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com