Kemendes minta dana desa di Lombok untuk rehabilitasi
Selasa, 7 Agustus 2018 13:18 WIB
Kemendes minta dana desa di Lombok untuk rehabilitasi
Rumah-rumah warga luluh lantak pascagempa 7 Skala Richter (SR) di
Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8/2018). (Dok AMAN NTB)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meminta desa-desa yang terkena dampak
gempa 7 Skala Richter (SR) di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, untuk
merevisi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).
"Kami segera mengadvokasi desa-desa untuk merevisi APBDes, sehingga dana
desa bisa digunakan untuk melakukan rehabilitasi desa-desa yang terkena
bencana," ujar Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi, saat
dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian
dan juga lembaga untuk penanganan pascagempa, seperti rehabilitasi
infrastruktur dan juga sosial.
"Selain itu di Kemendes PDTT juga ada Direktorat Penanganan Pascabencana
yang akan mengintensifkan pengembangan kapasitas penduduk untuk bisa
segera bangkit pascabencana," tambah dia.
Sebelumnya, Kemendes juga menurunkan tim Penanganan Daerah Rawan Bencana
(PDRB) ke sejumlah daerah bencana. Kemendes juga meminta agar pendamping
desa saling berkoordinasi bahu-membahu membantu masyarakat terdampak,
meskipun mereka berasal dari kabupaten yang berbeda.
Sebanyak 98 orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7 SR yang
mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (5/8).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan gempa tersebut
juga telah mengakibatkan 236 orang luka-luka serta ribuan rumah rusak.
*Baca juga:Korban gempa Lombok butuh tenda dan selimut
<https://www.antaranews.com/berita/733880/korban-gempa-lombok-butuh-tenda-dan-selimut>
Baca juga:Wiranto: 7.000 wisman dievakuasi dari lokasi wisata Gili
<https://www.antaranews.com/berita/734217/wiranto-7000-wisman-dievakuasi-dari-lokasi-wisata-gili>*
Pewarta:Indriani
Editor: Dewanti Lestari
TNI berangkatkan kapal rumah sakit ke Lombok
Minggu, 5 Agustus 2018 21:29 WIB
TNI berangkatkan kapal rumah sakit ke Lombok
KRI dr Suharso-990. Sebelum menjadi kapal rumah sakit TNI AL, dia
bernama KRI Tanjung Dalpele. (wikipedia.org)
Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto
mengatakan pihaknya segera memberangkatkan kapal rumah sakit KRI dr
Soeharso (990), ke wilayah ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, pascagempa
bermagnitudo 7 SR mengguncang wilayah tersebut, Minggu, pada pukul 18.46
Wita.
Selain, KRI dr Soeharso-990, TNI juga mengerahkan batalyon kesehatan
dari Batalyon Kesehatan 1/Kostrad dan Batalyon Kesehatan 2/Marinir.
"Mereka membawa seluruh perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda
lapangan, dapur lapangan dan lainnya," katanya kepada Antara di Jakarta,
Minggu.
Panglima TNI menambahkan, seluruh pasukan batalyon kesehatan tersebut
akan diberangkatkan Senin (6/8) pagi menggunakan pesawat angkut C-130
Hercules TNI Angkatan Udara.
Hadi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan aparat kewilayahan untuk
membantu penanganan korban pascagempa dengan berkoordinasi dengan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi atas nama institusi dan pribadi
menyampaikan duka mendalam kepada korban dan keluarga korban atas
musibah yang terjadi.
Gempa bermagnitudo 7 SR mengguncang Lombok Utara, NTB, dan sekitarnya
yang terjadi pada pukul 18.46 Wita, berpusat di 8.25 LS,116.49 BT,
sekitar 27 km di arah timur laut. Pusat gempa berada di kedalaman 10
kilometer.
Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan. Berdasarkan laporan
BMKG, telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk kedaratan
10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter.
*Baca juga:BMKG nyatakan peringatan dini tsunami berakhir
<https://www.antaranews.com/berita/733680/bmkg-nyatakan-peringatan-dini-tsunami-berakhir>
Baca juga:Listrik di kota Mataram padam pascagempa 7 SR
<https://www.antaranews.com/berita/733676/listrik-di-kota-mataram-padam-pascagempa-7-sr>*
Pewarta:Rini Utami
Editor: Sigit Pinardi
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com