*Dalam cerita agama semitik (Yahudi, Nasrani dan Islam) dikatakan bahwa
neraka itu panas membara dan kesitulah orang-orang jahat, berdosa dimasukan
dan dipangang seperti sate Madura. Mereka yang jahat-jahat itu tidak dapat
menikmati udara segar dan sejuk di taman Firdaus yang penuh dengan bidari
cantik nan sexy serta kehidupan berlimpah yang keka**l. **Apakah Allah
murka dan oleh karena itu dimana-mana panas terik?*
https://www.antaranews.com/berita/734669/laporan-dari-mekkah-ini-kiat-hadapi-cuaca-panas-di-tanah-suci
Laporan
dari Mekkah - Ini kiat hadapi cuaca panas di Tanah Suci

Rabu, 8 Agustus 2018 16:15 WIB

Rombongan jamaah dengan menggunakan payung dan penutup kepala tampak
meninggalkan Masjidil Haram seusai melakukan shalat zuhur berjamaah, Kamis
siang. Suhu udara di Kota Mekkah, Arab Saudi, yang mencapai 43 derajad
Celcius diprediksi akan terus meningkat menjelang prosesi puncak haji pada
September. (Antara/Gusti NC Aryani)

jamaah bisa dengan memperbanyak konsumsi air minum yang bisa membasahi
tenggorokan

Mekkah (ANTARA News) - Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi dr Melzan
Dharmayuli berbagi kiat dalam menghadapi masalah akibat cuaca panas di
Tanah Suci, yang biasa dialami jamaah calon haji, seperti  bibir
pecah-pecah, mimisan, tenggorokan kering dan batuk, kulit kering dan gatal
serta kaki melepuh.

"Persoalan-persoalan kesehatan di Tanah Suci itu bisa ditangani dengan cara
yang mudah dan sederhana. Guna mencegah bibir pecah-pecah jamaah agar
menggunakan pelembab bibir sesering mungkin. Tidak kalah penting adalah
hidrasi dari dalam dengan mengonsumsi buah dan sayur yang cukup, " kata
Melzan di Mekkah, Rabu.

Tidak kalah penting, kata dia, adalah banyak minum sekaligus membasahi
bibir dengan air tersebut. Sementara, bila terjadi gangguan berupa mimisan,
jamaah agar menggunakan masker dan sering-sering membasahinya. "Kemudian
perbanyak menyemprotkan air dengan semprotan ke area wajah."

Gangguan kesehatan selanjutnya adalah tenggorokan kering dan batuk.
"Apabila ingin menghindari persoalan tersebut, jamaah bisa dengan
memperbanyak konsumsi air minum yang bisa membasahi tenggorokan."

*Baca juga: Cuaca ekstrim jamaah haji Indonesia terserang batuk-pilek
<https://www.antaranews.com/berita/586111/cuaca-ekstrim-jamaah-haji-indonesia-terserang-batuk-pilek>*

Sementara,m bagi jamaah yang mengalami kulit kering dan gatal, kata dia,
harus menjadi pelajaran bahwa hal itu bisa terjadi pada mereka yang tidak
menggunakan pelembab dan menyemprot permukaan kulit dengan air.

Maka dari itu, Melzan mengajak jamaah untuk sesering mungkin menyemprot
permukaan kulit yang terpapar panas. Tidak kalah penting adalah menggunakan
pelembab kulit.

Terakhir, banyak jamaah yang kakinya melepuh karena tidak menggunakan
sandal saat berjalan di area terbuka di Tanah Suci. Padahal permukaan tanah
di Saudi bisa sangat membahayakan jamaah di siang hari karena sangat panas
dan memicu kaki melepuh jika nekat tidak menggunakan alas kaki saat
menjamahnya.

"Adapun untuk mencegah kaki melepuh, jamaah harus selalu memakai alas kaki
dan membawa kantong untuk menyimpannya. Bawa sendiri dan tidak ditinggalkan
di luar masjid atau dititipkan ke teman," katanya.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kirim email ke