Cina Danai Pabrik Baterai Mobil Listrik di Indonesia Rp 140 T
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Kamis, 9 Agustus 2018 08:22 WIB
0KOMENTAR
<https://bisnis.tempo.co/read/1115295/cina-danai-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-indonesia-rp-140-t/full&Paging=Otomatis#comments>
000
#
#
#
#
Display sampel uji mobil listrik milik Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, 31 Juli 2018. Sumber: Humas BPPT
<https://statik.tempo.co/data/2018/07/31/id_723000/723000_720.jpg>
Display sampel uji mobil listrik milik Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, 31 Juli 2018. Sumber: Humas BPPT
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Indonesia akan menjadi negara keempat sebagai
produsen bateraimobil
listrik<https://www.tempo.co/tag/mobil-listrik>jika pembangunan pabrik
patungan Tsingshan Group dari Cina dan Eramet Group dari Prancis dapat
segera direalisasikan.
*Baca juga*: Jokowi Pertanyakan Arah Industri Mobil Listrik Nasional
<https://bisnis.tempo.co/read/1113368/jokowi-pertanyakan-arah-industri-mobil-listrik-nasional>
Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,
dan Elektronika Kementerian Perindustrian, menuturkan baterai merupakan
komponen utama mobil listrik. Dengan rencana pembangunan fasilitas
produksi baterai ini, Indonesia akan memiliki daya saing tinggi dalam
pengembangan mobil listrik.
Dia mengatakan, saat ini hanya ada beberapa negara yang mampu
memproduksi baterai untuk mobil listrik yaitu Cina, Korea Selatan, dan
Jepang. “Baterai merupakan komponen utama untuk keberhasilan mobil
listrik,” kata Harjanto, Selasa, 7 Agustus 2018.
Harjanto berharap pihak China segera merealisasikan investasinya untuk
membangun pabrik baterai mobil listrik. “Saya dapat informasi
investasinya mencapai Rp 140 triliun. Kami mengharapkan investasi ini
terwujud,” katanya.
Kendati sudah mendapatkan informasi tentang rencana pembangunan pabrik
baterai tersebut, Harjanto menyatakan belum mengetahui detail kapasitas
pabrik maupun rencana kerja perusahaan.
Akhir pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar
Pandjaitan mengatakan telah menerima laporan rencana investasi oleh
Tsingshan Group dan Eramet Group untuk mulai membangun pabrik olahan
nikel seperti stainless steel, carbon steel, hingga lithium.
*Baca juga*: BPPT Siap Dukung Teknologi Pengadaan Mobil Listrik
<https://tekno.tempo.co/read/1112481/bppt-siap-dukung-teknologi-pengadaan-mobil-listrik>
Investasi ini akan ditandai dengan pencanangan pembangunan pada 30
Agustus mendatang. Pembangunan pengolahan nikel oleh Eramet Group
awalnya ditargetkan selesai pada pertengahan 2013. Keyakinan ini
diperoleh setelah keputusan investasi final disetujui pada akhir 2012.
Investasi ini kemudian diubah seiring masuknya Tsingshan Group. Hingga
akhir 2017, kedua perusahaan tengah melakukan studi kelayakan lanjutan
terkait pabrik bateraimobil listrik
<https://bisnis.tempo.co/read/1113540/pertamina-bmw-siapkan-teknologi-pengisian-daya-mobil-listrik/full&Paging=Otomatis>.
BISNIS
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com