http://www.wawasan.co/home/detail/5492/Mr-Sartono-Diusulkan-Mendapat-Gelar-Pahlawan-Nasional

Drs KRMH Daradjadi Gondodiprodjo tengah menyampaikan pendapatnya dalam Seminar bertajuk Mr Sartono sebagai Pejuang Demokrasi dan Bapak Parlemen Indonesia yang digelar di Pendhapi Gede Komplek Balaikota Surakarta, Kamis (2/8). (Foto: Bagus Adji W).


     Mr Sartono Diusulkan  Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

02 AGU 2018 21:19 WIB | OLEH: BAGUS ATAS AJI W/WIED

*SOLO-*Tokoh perjuangan Kemerdekaan Indonesia Meester in de Rechten (Mr) Raden Mas (RM) Sartono diusulkan  mendapat gelar Pahlawan Nasional. Usulan Yayasan  Paguyuban Tridarmo (YPT) Mangkunagaran  ini mengemuka dalam seminar  bertajuk Mr Sartono sebagai Pejuang Demokrasi dan Bapak Parlemen Indonesia yang digelar di Pendhapi Gede Kompleks Balaikota Surakarta. Seminar yang menampilkan dua narasumber,  Drs KRMH Daradjadi Gondodiprodjo dari Mangkunagaran dan Pof Dr Wasino  dari jurusan Sejarah Fakultas  Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, dibuka Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo, Kamis (2/8).

Menurut Prof Wasino,, Mr Sartono merupakan tokoh nasional yang kurang mendapat apresiasi  publik dalam sejarah perjuangan Indonesia. Hal ini disebabkan informasi perjuangan tokoh ini kurang  diperoleh masyarakat.

Riset sejarah tentang  tokoh Mr Sartono  sudah dimulai oleh Rama Daradjadi dan memberikan gambaran lengkap  mengenai sejarah hidupnya. Tokoh yang berjuang secara konsisten di bawah ideologi nasionalisme Indonesia merupakan fenomena penting dalam sejarah pergerakan nasional.

Pemikiran dan perjuangannya berkorelasi dengan tokoh besar seperti Soekarno dan Hatta, namun nama besarnya  tertutup oleh kedua tokohitu. “Sehubungan dengan itu maka  pemberian gelar  pahlawan pada  tokoh ini  akan memberikan peluang diseminasi perjuangan Mr Sartono  terhadap publik yang lebih luas termasuk dalam dunia pendidikan,” ujar Wasino.

Sementara itu Drs KRMH Daradjadi Gondodiprodjo dalam makalahnya berjudul  Sartono Menyemai  Nasionalisme Sepanjang Hayat menyebutkan pria kelahiran Baturetno Wonogiri, 5 Agustus 1900 dan wafat di usai 68 tahun  pernah menjadi pengacara pembela Bung Karno pada sidang Pengadilan Kolonial Belanda di Bandung pada momentum Indonesia Menggugat tahun 1930. Dia juga pernah  menduduki jabatan sebagai Ketua Parlemen yang pertama sejak penyerahan Kedaulatan Pemerintah Belanda kepada Pemerintah RIS sampai dengan tahun 1960 saat DPRl Pemilu  tahun 1955 dibubarkan Presiden Sukarno. Juga pernah menjabat sebagai Pejabat  Presiden RI  pada waktu Bung Karno melakukan muhibah ke luar negeri berdasarkan UU no 29 Tahun 1957.

“Sebagai Pj Presiden dalam kurun waktu itu  melakukan pendekatan dengan Pimpinan TNI untuk mendapatkan dukungan terhadap Dekrit Presiden yang kemudian  disampaikan Bung Karno pada 5 Juli 1959. Penerima Bintang  Mahaputra AdiPradana  pada tahun 1998 ini pernah menjabat Wakil Ketua  Dewan Pertimbangan Agung (DPA)  tahun 1964,” tambah Rama daradjadi.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke