Iyaaa, ... itulah yang membuat sekelompok pendukung Jokowi jadi sangat
KECEWA dengan dipilihnya Maruf Amin! Khususnya dari kelompok pendukung
Ahok dan juga kelompok yg lebih mengharapkan Mahfud MD menjadi cawapres
Jokowi, ...! Dalam hal ini, sikap Mahfud MD jantaan! "Saya Kaget
akhirnya Maruf Amin yg dipilih, tapi saya TIDAK KECEWA!" "Itulah pilihan
sejarah, ...!" Dan Mahfud tetap dalam posisi PENDUKUNG Jokowi, ...
Tapi, apakah dengan demikian pasangan Jokowi-Maruf lebih jelek dari
Prabowo-Sandi? Saya dari jauh masih tetap berpendapat Jokowi-Maruf lebih
baik! Mengapa?
Saya tidak menyangkal Maruf tergolong pemikian Islam Konservatif, baik
sikapnya terhadap beda paham sesama Islam, seperti Ahmadiyah maupun
fatwah penista Agama yang akhirnya menjebloskan Ahok dalam penjara, ...
yang TIDAK BISA kita setujui, apapun alasannya! Namun demikian, jalan
pemikiran Maruf Amin, masih nampak menempuh jalan damai, masih
memperhatikan kemanusiaan, jadi BERBEDA dengan radikalis yang bukan saja
main seruduk dengan KEKERASAN bahkan BIADAB, sedikitpun tidak peduli
kemanusiaan! Artinya, dalam memperjuangkan pemikirannya, Maruf Amin
masih perhatikan KEMANUSIAAN, ...! Ini pertama.
Kedua, saya perhatikan Jokowi sekalipun nampak wajah ke-Jawa-an yang
lemah-lembut, tapi dari 3 tahun lebih jadi Presiden, ternyata cukup
berkemampuan dalam memperjuangkan kehendaknya sendiri, artinya, tidak
tunduk begitu saja pd kehendak orang lain yg dipaksakan sekalipun!
Mempunyai integritas yang cukup baik. Pertama yg saya lihat, saat
berpasangan dengan JK, cukup keras-suara menyatakan kekuatiran Jokowi
hanya akan jadi boneka JK saja! Sebagaimana pengalaman 2009-2014, SBY
nyaris redup oleh peran JK yg lebih aktif dan berkemampuan. Ternyata
dalam praktek lebih 3 tahun bersama Jokowi ini, tidak begitu. Jokowi
masih bisa tetap berperan sebagai Presiden RI dan JK hanya wapres!
Ketiga, gonjang-ganjing cukup riuh terjadi ketika menentukan KAPOLRI
baru, suara cukup keras mengatakan PDIP memaksakan jenderal Budi Gunawan
yang mantan pengawal ibu Mega itu jadi kapolri. Tapi, pilihan Jokowi
jatuh pada jenderal Tito yang jadi kapolri sekarang ini. Dan akhirnya
Jokowi setelah memutuskan jenderal Tito jadi kapolri, perlukan
berkunjung kerumah ibu Mega, ... Presiden masih perlukan menjelaskan
kenapa tidak pilih Budi Gunawan, sekalipun tidak diterima. Tapi, itulah
diatas permukaan yang bisa terlihat, bahwa Jokowi termasuk orang yang
masih bisa memperjuangkan pendapat dan pemikirannya sendiri, TIDAK
TUNDUK begitu saja pada pemikiran orang lain, sekalipun menurut
ketentuan partai PDIP, harus TUNDUK keputusan Partai, misalnya!
Keempat, entah ci Martha perhatikan tidak, sebetulnya ditahun 2014,
kekuatan Koalisi Indonesia Hebat pendukung Jokowi di legislatif/DPR itu
hanya sekitar 36% saja, jauh kalah dengan koalisi Merah-Putih pendukung
Prabowo-Hatta yg 64%. Tapi, dalam perjalanan selanjutnya terjadi
kebalikan, dan tentu tidak luput dari kerja Jokowi cukup pandai menarik
sekutu dan pengaruh. Menjadi lebih mencolok, kalau kita perhatikan
partai GOLKAR dimana merupakan ajang kekuatan Cendana disana! Ternyata
berhasil juga digrogoti Jokowi! Bahkan terakhir ini, saat pergantian
Setya Novanto, ketua-umum Golkar, yang jadi KETUM Golkar Airlangga yg
katanya pendukung Jokowi! Inilah yang memaksa kelompok Cendana, Tommy
Suharto jadi harus minggat dari Golkar dengan mendirikan partai sendiri,
Partai Berkaya yg juga gunakan lambang Beringin. Dan Tommy dengan tegas
mengatakan Golkar yang sekarang sudah nyeleweng jauh, menjadi Golkar
PALSU, bukan lagi GOLKAR dimasa bapaknya dulu itu. Hahahaa, ...
Kelima, sekalipun saya tidak hendak berspekulasi melihat kondisi
kesehatan Maruf Amin yg nampak jauh lebih tua dari usianya itu, akan
hilang ditengah jalan. Tapi nampaknya, Maruf sudah kesulitan bisa
berperan banyak untuk membantu Jokowi, sebaliknya juga akan kesulitan
atau tidak banyak yang bisa dilakukan kalau hendak menjadikan negara
Islam. Setidaknya, masih bisa dikatakan NII TIDAK AKAN terjadi dalam
waktu masa jabatan 5 tahun mendatang. Biarlah perjuangan itu berlangsung
secara DAMAI saja, jauh akan lebih baik ketimbang di PAKSAKAN dengan
terjadi kekerasan!
Sebaliknya, kalau kita biarkan Prabwo-Sandi menang. Indonesia akan lebih
celaka dan rakyat banyak jadi lebih menderita kalau Prabowo-Sandi
berhasil naik jadi Presiden di tahun 2019! Ancaman Habib Rizieq
menjadikan RI Negara Islam, ditahun 2021 menjadi NII, Negara Islam
Indonesia bukan mustahil!Apalagi jejak Prabowo, pelanggar HAM BERAT yg
tidak manusiawi itu, baik keterlibatan Titim, penghilangan aktifis
dengan aksi PETRUS akan terulang menelan korban lebih banyak dan lebih
KEJAAAM lagi!
Mudah-mudahan saja TIDAK terjadi! Dan kalau saja GOLPUT yg sekitar 30%
itu banyak yang berubah pikiran dan pada saa hari H, hadir ke TPS
mencoblos pasangan Jokowi-Maruf, bukankah kemungkinan Jokowi-Maruf
menang dan lebih PASTI kandidat Prabowo-Sandi yang KALAH, ...!
Salam,
ChanCT
[email protected] [GELORA45] 於 13/8/2018 23:21 寫道:
apa bukan sebaliknya ko Chan? bukannya si maruk yang ngislam radikal.
kan dia ahli ekonomi syariah dan sudah bilang mau menerapkannya di
indo dan ini yang disenangi jokowi sehingga memilihnya. Ini pengakuan
jokowi sendiri loh.
Jokowi presiden lemah, ga peduli sama teman. Ga akan bela siapapun
apalagi minoritas kalau itu mengancam kedudukannya.
Kalo yang diseberang itu bertindak jahat untuk kepentingan politiknya
dia tapi si maarup itu memang mau ngubah indonesia jadi berhukum syariah.
saya rasa lebih parah si marup.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
GAWAAAT, Habib Rizieq sudah berkoar, ... kalau saja Prabowo-Sandi
menangkan PILPRES 2019, bisa dipastikan tahun 2021 Indonesia
berlakukan syariah Islam dan menjadi Negara Islam!
Kalau saja kita perhatikan angka GOLPUT yang terus meningkat, Angka
golput saat Pilpres 2004 mencapai 21,8 persen dan 23,4 persen. Pada
Pileg 2009, jumlah golput meningkat hingga 29,1 persen. Pada Pilpres
tahun yang sama, jumlah pemilih yang tak menggunakan suaranya
berjumlah 28,3 persen. Keberadaan golput berlanjut di Pileg 2014,
dengan 24,89 persen pemilih masuk kategori ini. Pada saat Pilpres
2014, angka golput mencapai titik tertinggi yakni 30 persen lebih dari
jumlah pemilih.
Katakan saja angka GOLPUT di Pilpres 2019 sekitar 30% saja, dengan
ketambahan pemilih Jokowi dari kelompok pendukung Ahok yang
di-KECEWA-kan cawapresnya Ma'ruf Amin, yang dianggap tokoh yg
menjebloskan Ahok dalam penjara! Juga sementara pendukung Jokowi yg
di-KECEWA-kan karena tidak berpasangan dengan Mahfud MD, ...! Bukankah
dengan demikian makin banyak pendukung Jokowi menjadi GOLPUT berarti
makin BESAR kemungkinan Prabowo-Sandi akan menang!
Sebaliknya, kalau saja yang semula GOLPUT dan pilpres 2019 yad. lebih
banyak yang tampil memberikan suaranya coblos Jokowi-Ma'ruf Amin,
berati makin kecil kemungkinan Prabowo-Sandi menang! Dan dengan
demikian NKRI menjadi lebih besar harapan dipertahankan dan diperkuat
lebih lanjut, ...!
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com