Kendalikan defisit, pemerintah tekan impor yang minim ganggu pertumbuhan
Rabu, 15 Agustus 2018 06:30 WIB
Kendalikan defisit, pemerintah tekan impor yang minim ganggu pertumbuhan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada
wartawan di Jakarta (ANTARA /Agus Salim)
*"Kami cari komoditas yang mempunyai multiplier effect paling kecil
terhadap pertumbuhan..."*
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
memastikan pengurangan sejumlah barang impor bahan baku maupun barang
konsumsi, untuk mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan, akan
dilakukan dengan tidak menganggu momentum pertumbuhan ekonomi.
"Kami cari komoditas yang mempunyai/multiplier effect/paling kecil
terhadap pertumbuhan, sehingga apabila ditekan, momentum pertumbuhan
tetap dapat dijaga," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN
di Jakarta, Selasa malam.
Sri Mulyani mengatakan upaya untuk mengurangi impor harus dilakukan
untuk mengurangi tekanan terhadap defisit neraca transaksi berjalan yang
pada triwulan II-2018 tercatat telah mencapai tiga persen terhadap PDB.
Untuk itu, menurut dia, rencana pengurangan impor mulai diupayakan
kepada impor bahan baku maupun bahan modal terutama bagi proyek
infrastruktur milik Pertamina dan PLN yang tidak terlalu mendesak.
Kemudian, pembatasan impor juga dilakukan kepada barang konsumsi
terutama terhadap 500 jenis komoditas di sektor perdagangan maupun
perindustrian yang bisa diproduksi di dalam negeri.
Hal ini juga didukung oleh langkah-langkah untuk mengendalikan impor
yaitu dengan pemberlakuan kenaikan tarif PPh impor maupun tarif lainnya
yang bisa menahan tingginya defisit neraca transaksi berjalan.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara menambahkan salah satu
contoh pengurangan impor bahan baku maupun bahan modal yang bisa
dilakukan adalah impor turbin yang dibutuhkan untuk pembangunan
pembangkit listrik.
"Kami komprehensif menyisirnya, terutama terhadap rencana pemerintah,
mana pembangunan yang tidak harus segera. Misal kalau pembangkit listrik
di Jawa yang sudah mempunyai pasokan listrik mencukupi, maka tidak harus
sekarang, ada penundaan yang bisa mengurangi tekanan impor," ujarnya.
Ia menambahkan langkah lainnya untuk mengurangi impor terutama dari
sektor migas adalah dengan memberlakukan penerapan bahan bakar sawit
atau biodiesel (b20) yang saat ini sedang diupayakan oleh pemerintah.
Selain itu, upaya untuk mendorong ekspor juga sangat krusial untuk
memperbaiki neraca transaksi berjalan yaitu dengan penetrasi pasar baru
dan mendorong peran LPEI untuk mendukung pembiayaan ekspor.
*Baca juga:Surplus Juni 2018 perbaiki defisit neraca perdagangan
<https://www.antaranews.com/berita/729292/surplus-juni-2018-perbaiki-defisit-neraca-perdagangan>
Baca juga:Presiden percepat mandatori biodiesel perbaiki defisit
perdagangan
<https://www.antaranews.com/berita/728403/presiden-percepat-mandatori-biodiesel-perbaiki-defisit-perdagangan>*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com