Senang baca berita di bawah ini. Ahok akan mengajar di Harvard University USA. 
Menetaplah untuk selamanya di USA. Buat apa ngurusi bangsa yang sudah jelas2 
tidak menginginkanmu. Manfaatkan saja kelebihanmu buat bangsa lain yang bisa 
menghargai. Hidup cuma sekali dan ada limit waktunya. Ngarepin diterima oleh 
bangsa indonesia, tidak akan terkabul. Mungkin masih ratusan tahun lagi. Itupun 
ga bisa dijamin.Berangkatlah kesana Hok. Sapa tahu anda bisa jadi gubernur 
California seperti si Arnold Terminator. Semoga sukses.
 " Kabar terbaru mengenai Ahok adalah keseriusannya mempertimbangkan sebuah 
tawaran untuk mengajar mengenai kebijakan umum di Universitas Harvard di 
Amerika Serikat. "


Ahok, Teman yang Setia
15 Agustus 2018
Koran Sulindo – Jika ada yang meragukan kehangatan yang dimiliki mantan 
gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap mantan atasannya, 
Presiden Joko Widodo, lihatlah tambahan sebanyak 9 bulan ia harus tetap 
bertahan mendekam dalam penjara. Hukuman yang ia jatuhkan pada dirinya sendiri, 
untuk menghindari semakin panasnya situasi politik menjelang kampanye pemilihan 
presiden April 2019 nanti.

Hampir dua pertiga dari 2 tahun masa penjara telah dilalui orang Belitung 
keturunan Tionghoa beragama Kristen tersebut. Seharusnya ia sudah boleh 
meninggalkan penjara Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Agustus ini.

Ahok, yang dipenjara atas tuduhan penistaan agama, memutuskan mengorbankan 
haknya atas pembebasan bersyarat dan menyelesaikan seluruh masa tahanannya yang 
dijadwalkan baru berakhir pada Mei tahun depan, sebulan setelah pilpres 2019 
berakhir. Pembebasannya saat itu tidak dapat dipakai sebagai senjata politik 
untuk melawan Jokowi yang saat ini berada di puncak jajak pendapat..

Pada 2012, keduanya berpasangan dan memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. 
Saat Jokowi melepaskan jabatan sebagai gubernur untuk menjadi kepala negara, 
Ahok mengambil alih kursi kepemimpinan ibukota, menjadikannya etnis Tionghoa 
pertama dan orang Kristen kedua yang menjadi gubernur di DKI Jakarta.

Semenjak menjadi gubernur, Ahok langsung menghadapi tekanan dan perlawanan dari 
kelompok-kelompok Islam garis keras. Kejatuhannya dimulai saat ia berpidato di 
Kepulauan Seribu pada 2016 yang dipotong dan disebar di Facebook, dan 
menggelundung menjadi kasus penistaan agama.

Setelah itu Ahok harus menghadapi perceraian dengan istrinya setelah 20 tahun 
pernikahan. Kabar terbaru mengenai Ahok adalah keseriusannya mempertimbangkan 
sebuah tawaran untuk mengajar mengenai kebijakan umum di Universitas Harvard di 
Amerika Serikat.
Menurut beberapa sumber yang dekat dengan Istana, Ahok mendapatkan ucapan 
terima kasih dari Jokowi saat sang presiden merundingkan mengenai siapa yang 
akan ia pilih sebagai pasangannya dalam pilpres tahun depan. [John 
McBeth/Tulisan ini disadur dari Asia Times].Ahok, Teman yang Setia | Koran 
Sulindo


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Ahok, Teman yang Setia | Koran Sulindo

red sulindo


 |

 |

 |





Kirim email ke