REFEKSI : Kita semua mengharapkan sistem ekonomi Pancasila berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 tidak hanya menjadi rujukan bersama tetapi juga menjadi kekuatan untuk mewujutkan rekonsoliasi nasioanal dalam pembangunan ekonomi bagi kepentingan rakyat banyak.
Nasionalisme Indonesia mengharuskan terbentuknya keadilan sosial. Dalam UUD 45 pasal mengenai ekonomi dan perekonokian adalah Pasal 33 UUD 1945 yang berada dalam Bab XIV UUD 1945 dengan judul Kesejahteraan Sosial . Di ikuti oleh Pasal 34 mengenahi hak kaum fakir miskin dan anak-anak terlantar di dalam bab yang sama, maka lengkaplah dimensi kesejahteraan Sosial Indonesia. Melengkapi kedua pasal di atas adalah pasal 27 (ayat 2) UUD 1945. Yang bunyinya; ``Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.. Pasal 27 (ayat 2) ini merupakan target pembangunan yang cukup ekspisit Sayangnya dalam uraian pak Jokowi tentang pengetahuan Ekonomi Ma´ruf Amin sama sekali tidak merujuk pada pada ekonomi Pamcasila yang berdasarkan pada Pasal 33 UUD 1945, tapi merujuk pada sistem ekonomi yang sekarang ini dijalankan oleh pak Jokowi. Menrut pengamatam saya perekonomian yang dijalankan pak Jokowi adalah perekonomian yang merujuk pada sistem ekonomi neoliberal, dan juga menurut penamatan saya, MUI selama dipimpin oleh Pak Ma´ruf Amin, sama sekali tidak pernah membuat fatwa tentang ekonomi yang merujuk pada 3 pasal tersebut diatas, yang bertujuan untuk kesejahteraan kemanusiaan. Tapi yang diterbitkan adalah Fatwa Tentang Haramnya Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama, yang telah menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat. Jadi kesimpulan saya setelah membaca uraian pak Jokowi seperti yang dipostingkan dalam milis ini saya tanggapi sebagai menjelasan yang tidak sesuai dengan keadaan objektif yang kita saksikan selama ini, Suatau uraian yang sulit untuk dapat dipercaya/diterima oleh akal sehat; bahwa duet JOKOWI-MA´RUF AMIN akan dapat mengantar NKRI dalam suatu masyarakat yang adil dan makmur tanpa adanya penghisapan manusia atasa manussia. Sesuwai dengan apa yang dicita-citakan oleh Proklamasi Kemertdekaan Indonesia yang dideklarasikan pada Tanggal 17.Agustus 1945. Roeslan Von: [email protected] [mailto:[email protected]] Gesendet: Mittwoch, 15. August 2018 15:34 An: undisclosed-recipients: Betreff: [nasional-list] Pengetahuan Maruf Amin dalam bidang ekonomi bagaikan harta karum yang terpendam di perut bumi Jadi kalau digali setelah Pemilu bisa cepat menjadi salah satu negara terkaya (nomor 4 )dan termakmur di dunia. Demikian kata seorang ahli nujum Pengetahuan Maruf Amin dalam bidang ekonomi bagaikan harta karum yang terpendam di perut bumi Jadi kalau digali setelah Pemilu bisa cepat menjadi salah satu negara terkaya (nomor 4 )dan termakmur di dunia. Demikian kata seorang ahli nujum terkenal.Jadi tunggu saja tanggal mainnya pada tahun 2030! https://en.antaranews.com/news/117229/maruf-amin-has-broad-knowledge-of-economy-jokowi Ma`ruf Amin has broad knowledge of economy: Jokowi Reporter: Antara 10th August 2018 Jokowi and Ma'ruf Amin in the middle of their supporters . ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/18. Jakarta (ANTARA News) - Incumbent President Joko Widodo, who is poised to seek a second five-year term by contesting in the 2019 presidential election, believes that his running mate KH Ma`ruf Amin has broad knowledge of the economic field. When Amin was inaugurated a professor some time ago, he had highlighted a new flow in the country`s economic activities during his inaugural address, he recalled. "This means that he knows much about the economy," he noted at Gedung Joang 45 in Menteng, Central Jakarta, on Friday shortly before registering with the General Elections Commission for the 2019 presidential race. Jokowi, as the president is popularly called, said he, along with Amin, currently chief of the Indonesian Ulemas Council, will always strive to turn Indonesia into an advanced, sovereign, self-reliant, and dignified state. "He has the same view as mine that as a predominantly Muslim country, we must deal with poverty and disparity by strengthening people-based economy," he stated. Disparity must be dealt with to enable those living in the country`s border areas to enjoy the benefits of the country`s independence, he remarked. By doing so, the people, from the country`s westernmost city of Sabang to the easternmost city of Merauke, will be proud of being citizens of the Indonesian nation, he affirmed. "We want to create social justice all over Indonesia and carry out development in an even and just manner," he noted. Jokowi said he will continue to maintain Indonesia`s sovereignty over its abundant natural resources. The success achieved in taking over the Rokam Mahakam block and gaining control over the majority shares of gold and copper mining firm PT Freeport Indonesia demonstrates the country`s sovereignty to utilize its natural resources for the greatest benefits to its people, he noted. "What we have done is proof rather than fiction. That is the foundation we have built and will continue to do so," he added. Reporting by Joko Susilo
