http://mediaindonesia.com/read/detail/179193-as-curiga-rusia-kembangkan-senjata-antariksa
/*AS Curiga Rusia Kembangkan Senjata Antariksa*/
Penulis: *Arpan Rahman* Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 23:40 WIB
Internasional <http://mediaindonesia.com/internasional>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/179193-as-curiga-rusia-kembangkan-senjata-antariksa>
<http://twitter.com/home/?status=AS%20Curiga%20Rusia%20Kembangkan%20Senjata%20Antariksa%20http://mediaindonesia.com/read/detail/179193-as-curiga-rusia-kembangkan-senjata-antariksa%20via%20@mediaindonesia>
AS Curiga Rusia Kembangkan Senjata Antariksa
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/08/7463d7f91dca773674eb0a7053b46bba.jpg>
/AFP PHOTO / NASA/
AMERIKA Serikat (AS) menantang Rusia ihwal satelit mengorbit bumi yang
menunjukkan 'perilaku tidak normal'. Pihak Paman Sam mempertanyakan niat
Moskow untuk mengembangkan senjata ruang angkasa.
Seorang pejabat AS berkata, satelit itu beraksi mencurigakan,
menggambarkan peluncuran baru-baru ini sebagai "perkembangan yang sangat
mengganggu". Kecurigaan itu tampaknya membenarkan rencana Donald Trump
untuk membentuk Pasukan Antariksa.
"Aksi di orbitnya tidak konsisten dengan apa pun yang terlihat
sebelumnya," kata Yleem Poblete, asisten sekretaris di biro pengendalian
senjata, verifikasi dan kepatutan Kementerian Luar Negeri AS. Ia
menyatakan pada konferensi perlucutan senjata PBB di Jenewa, pada Selasa.
"Kami prihatin dengan apa yang tampaknya perilaku yang sangat tidak
normal," cetusnya, seperti disitat dari Telegraph, Kamis 16 Agustus 2018.
Rusia menepis komentar itu sebagai "tuduhan tak berdasar dan fitnah
berlandasan kecurigaan".
Dr Poblete mengatakan bahwa satelit yang diluncurkan pada Oktober 2017,
menjadi perhatian khusus mengingat pernyataan publik Rusia yang berulang
kali soal kehendak mengembangkan senjata luar angkasa.
Pada 1 Maret, Vladimir Putin, presiden Rusia, mengumumkan bahwa Pasukan
Antariksa negaranya telah menciptakan sistem laser bergerak. Dr Poblete
mencatat bahwa Putin telah menyinggung bahwa senjata antariksa menjadi
lebih "dapat diterima dalam penghormatan politik dan militer."
Dia katakan tawaran Rusia untuk sebuah perjanjian yang dijelaskan oleh
Menlu Sergey Lavrov demi mengamankan "pencegahan perlombaan senjata di
luar angkasa", tidak serius.
Namun, Rusia, didukung Tiongkok, sudah menyusun PPWT -- "Perjanjian
Pencegahan Penempatan Senjata di Luar Angkasa, Ancaman atau Penggunaan
Kekuatan terhadap Benda Luar Angkasa".
Alexander Deyneko, delegasi Rusia di konferensi Swiss, menyebut ucapan
Dr Poblete "tuduhan tak berdasar, fitnah yang berlandasan kecurigaan,
hanya asumi dan sebagainya".
AS tidak mengusulkan amandemen rancangan perjanjian, kata Deyneko.
Perselisihan tentang misteri satelit itu muncul setelah Trump pekan lalu
meluncurkan Space Force-nya yang sangat dibanggakan, "cabang keenam"
baru dari angkatan bersenjata yang ia kehendaki siap pada 2020.
Tiongkok, yang mendukung perjanjian Rusia, juga telah proaktif dalam
pengembangan kemampuan ruang angkasa. Sejak Presiden Xi Jinping
mengatakan pada Juni 2013, saat peluncuran misi berawak Shenzhou X,
bahwa Tiongkok akan mengambil langkah lebih besar dalam eksplorasi
antariksa demi mengejar "mimpi luar angkasa"-nya.
Sebuah laporan untuk Komisi Kajian Ekonomi dan Keamanan AS dan Tiongkok
menyoroti bagaimana militer Tiongkok berupaya mengembangkan kemampuan
menyerang sistem AS di luar angkasa.
Laporan itu berbunyi: "Analis Tiongkok menduga bahwa hilangnya sensor
kritis dan kemampuan komunikasi dapat membahayakan kemampuan militer AS
untuk mencapai kemenangan".
Kemampuan anti-satelit Cina diperkirakan termasuk pesawat ruang angkasa
yang dipersenjatai ledakan, laser, dan pengacau frekuensi radio.
Selain itu, uji coba roket Dong Neng-2 dari situs peluncuran Xichang,
disebut juga pencegat pertahanan rudal, mencapai ketinggian lebih dari
29 km. Kisaran jarak itu diperkirakan mencakup banyak satelit mata-mata
AS di orbit geosynchronous, yang membuat satu putaran orbit bumi setiap
hari.
Space Force akan digunakan bersama dengan Space Fence baru -- radar
berbasis darat, yang dirancang oleh perusahaan pertahanan AS Lockheed
Martin. Radar akan memetakan puing-puing ruang angkasa sampai sekecil
diameter 1cm di atmosfer bumi.
NASA, badan antariksa AS, memperkirakan lebih dari 500.000 serpihan
puing ruang angkasa yang mengorbit planet dengan kecepatan lebih dari
27.000 km per jam. Satelit dan pesawat ruang angkasa berawak seperti
Stasiun Luar Angkasa Internasional berisiko dari reruntuhan ruang
angkasa yang bergerak cepat. (medcom/OL-8)