Relawan Ahok Deklarasi Dukung Jokowi - Ma'ruf di Cikini
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Juli Hantoro
Selasa, 21 Agustus 2018 21:03 WIB
Puluhan simpatisan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama
atau Ahok datang ke peresmian Lapangan Banteng di Jakarta Pusat, Rabu,
25 Juli 2018. M JULNIS FIRMANSYAHPuluhan simpatisan mantan gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok datang ke peresmian Lapangan
Banteng di Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juli 2018. M JULNIS FIRMANSYAH
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Dukung Jokowi bersama
sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Ahokers (sebutan
untuk pendukung Basuki Tjahaja Purnama atauAhok
<https://nasional.tempo.co/read/1118524/pengamat-nilai-ahoker-tak-akan-golput-di-pilpres-2019-sebab>)
mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam
pemilihan presiden 2019 di Hotel Ibis, Cikini, Jakarta Pusat pada
Selasa, 21 Agustus 2018.
Baca juga: Beroleh Tambahan Remisi 2 Bulan, Ahok Bisa Bebas Januari 2019
<https://metro.tempo.co/read/1118183/beroleh-tambahan-remisi-2-bulan-ahok-bisa-bebas-januari-2019>
Hadir dalam acara itu, Jack Lapian dari BTP Network - Relawan Ahok dan
Tokoh Agama Gus Sholeh Mz serta beberapa tokoh pendukung 'Ahok garis
keras'. Hadir pula kurang lebih 100 orang yang mewakili Relawan Ahok.
"Kami mahasiswa dan pemuda bertekad dan semangat memenangkan pasangan
Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019," ujar salah satu perwakilan Aliansi
saat membacakan salah satu poin deklarasi di Hotel Ibis, Cikini, Jakarta
Pusat pada Selasa, 21 Agustus 2018.
Pemasangan peci bertuliskan Jomin (Jokowi-Ma'ruf Amin) kepada Gus Sholeh
pun dilakukan sebagai simbol dukungan. Peci tersebut disematkan langsung
oleh Politikus PDIP Ruhut Sitompul yang juga hadir dalam acara itu.
Ruhut menilai, deklarasi tersebut bisa dikatakan mewakili suara
pendukung Ahok di barisan tengah dan bawah. "Kalau melihat tokoh-tokoh
yang datang, itu dari pemimpin middle dan low, jadi saya yakin sudah
mewakili. Saya juga mengenal dan berteman lama dengan mereka," ujar
Ruhut saat ditemui Tempo di lokasi yang sama.
Menurut Ruhut, Ahokers ini akan menyumbang suara yang cukup besar untuk
paslon usungan partainya di pemilu 2019 mendatang. "Kita tidak bisa
menafikan bahwa Ahok itu pendukungnya banyak, bukan hanya di Jakarta
juga seluruh Indonesia," ujar Ruhut.
Baca juga:
*Pesan Ahok di Buku Baru: Pemimpin Itu Soal Mentalitas, Kapasitas dan...
<https://metro.tempo.co/read/1117877/pesan-ahok-di-buku-pemimpin-itu-soal-mentalitas-kapasitas-dan>*
Hal senada pernah dikatakan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Untuk itu, Cak Imin juga
menyatakan siap meredam kekecewaan Ahokers akibat Presiden Joko Widodo
atau Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.
Menurut Cak Imin, ada kesalahpahaman antara pihak-pihak yang menyebut
Ma'ruf Amin anti terhadap kaum non-muslim. "Saya akan berusaha
menghentikan kesalahpahaman itu dengan menjelaskan yang sesungguhnya.
Kiai Maruf tak beda dengan dengan saya, menghormati kebhinekaan," ujar
Cak Imin saat ditemui di kantor PBNU, Jakarta pada Selasa, 14 Agustus 2018.
Panglima santri itu berpendapat, Ma'ruf Amin adalah penopang NKRI,
kebhinekaan, pluralitas, dan moderasi Islam. "Tanpa kiai Maruf MUI sudah
bablas. Kiai Ma'ruf lah yang menjaga pandangan Islam inklusif, pandangan
Islam moderat, pandangan Islam kebangsaan, pandangan Islam Nusantara,"
ujar dia.
Baca juga: *Kepada Djarot, Ahok Janji Dukung Penuh Jokowi - Ma'ruf
Meskipun...
<https://metro.tempo.co/read/1117964/kepada-djarot-ahok-janji-dukung-penuh-jokowi-maruf-meski>*
Ma'ruf Amin memang terkenal sebagai ulama yang berdiri paling depan
menyatakanAhok
<https://nasional.tempo.co/read/1118420/isu-ahoker-golput-di-pilpres-2019-dianggap-permainan-opini>menista
agama dan menghina ulama dalam kasus Surat Al-Maidah ayat 31. Sementara
itu, pendukung Ahok banyak yang mendukung Jokowi karena pernah
berpasangan dalam pemilihan gubernur DKI pada 2012 lalu.
Secara keseluruhan, kubu Jokowi di pemilihan presiden 2019 punya cara
sendiri mengatasi berbagai spekulasi banyaknya pendukung Jokowi yang
kecewa karena menjatuhkan pilihan terhadap Ma'ruf Amin sebagai calon
wakil presiden. "Ini menjadi pembahasan di koalisi dan kemudian kita
musyawarahkan, kita akan menyiapkan langkah mitigasi," ujar Arsul kepada
Tempo pada Ahad, 12 Agustus 2018.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com