ANALISIS
*Posisi Dilematis PDIP Rengkuh Simpati Rizieq di Pemilu 2019*
*Bimo Wiwoho*, CNN Indonesia | Kamis, 23/08/2018 09:23 WIB
Bagikan :
Posisi Dilematis PDIP Rengkuh Simpati Rizieq di Pemilu 2019Pemimpin FPI
Rizieq Shihab. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) berusaha merangkul pemimpin Front Pembela Islam (FPI) *Rizieq
Shihab <https://www.cnnindonesia.com/tag/rizieq-shihab>*agar mendukung
pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Tetapi hal tersebut
juga bisa memunculkan risiko tergerusnya suara partai dari para pemilih
nasionalis.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira mengakui ada upaya merangkul Rizieq.
"Kalau bisa, kenapa tidak," ucap dia, beberapa waktu lalu.
Upaya merangkul Rizieq dijalankan dengan menjadikan Ma'ruf Amin sebagai
jembatan. Saat ini, Ma'ruf yang merupakan Rais Aam PBNU dan Ketua Umum
MUI ini tengah pergi ke Arab Saudi untuk mengisi undangan ceramah salah
satu Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Arafah sekaligus
menghadiri acara Silaturahim Nahdlatul Ulama Sedunia ke-17.
Lihat juga:
PDIP Akui Cari Dukungan Rizieq Shihab Lewat Ma'ruf Amin
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180820173407-32-323698/pdip-akui-cari-dukungan-rizieq-shihab-lewat-maruf-amin/>
Sejumlah pihak menduga ada peluang Ma'ruf untuk menemui Rizieq yang
tengah 'mengungsi' di Arab Saudi.
"Kita lihat nanti," kata Ma'ruf, sembari tertawa, saat ditanya soal
peluang pertemuan itu, di Mekkah, Sabtu (18/8) dikutip dari/Antara/.
Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin di Kantor DPP Golkar, Jumat
(10/8).Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin di Kantor DPP Golkar,
Jumat (10/8). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Adi Prayitno menganggap wajar jika poros Jokowi-Ma'ruf mencoba mendekati
Rizieq.
Menurutnya, mencoba merangkul semua kelompok adalah lazim demi meraih
kemenangan, meski sebelumnya pernah berkonfontrasi dengan kelompok tersebut.
"Ini langkah persuasi politik PDIP untuk menghilangkan kesan berjarak
dengan kelompok Islam kanan," kata Adi saat dihubungi/CNNIndonesia.com/,
Rabu (22/8).
Namun, katanya, poros Jokowi-Ma'ruf, khususnya PDIP, mesti berhati-hati
karena upaya ini bisa memicu dilema di internal 'Banteng'. Menurut Adi,
ada perbedaan pandangan yang prinsipil antara simpatisan PDIP dengan
kelompok Rizieq.
Lihat juga:
Rencana Ma'ruf Amin Bertemu Rizieq Shihab Belum Terkonfirmasi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180819161259-32-323407/rencana-maruf-amin-bertemu-rizieq-shihab-belum-terkonfirmasi/>
"Upaya PDIP mendekati Rizieq merupakan perjudian karena basis
tradisional PDIP dengan Rizieq sangat berseberangan. Bahkan saling
berhadap-hadapan," ujar Adi.
Adi mengatakan poros Jokowi mesti memahami ada konsekuensi dari upayanya
tersebut. Salah satunya adalah ditinggal simpatisannya di level bawah.
Termasuk kalangan minoritas yang selama ini cenderung memilih PDIP
lantaran mewadahi segala jenis kelompok.
Menurut Adi, hal itu mungkin saja terjadi. Alasannya, tidak sedikit yang
tidak menyukai geliat Rizieq dan pengikutnya selama ini.
"PDIP harus menghitung betul untung rugi mendekati Rizieq karena PDIP
merupakan rumah besar pemilih nasionalis yang heterogen, terutama
pemilih nonmuslim dan kelompok minoritas," kata Adi.
PDIP dan Jokowi tidak ingin memelihara konfrontasi dengan Rizieq beserta
pengikutnya. Menurut Adi, wajar jika PDIP ingin berdamai, karena Rizieq
dan kawan-kawan cukup mengganggu pamor PDIP.
Buktinya saat Pilkada 2018 yang lalu, banyak calon kepala daerah yang
didukung Rizieq mendapat banyak suara. Sebut saja Sudrajat-Ahmad Syaikhu
di Jawa Barat dan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Jawa Tengah.
Di sisi yang lain, Jika merangkul Rizieq, PDIP berpotensi kehilangan
suara dari kalangan minoritas di Pileg 2019. Jokowi-Ma'ruf pun
berpotensi terkena dampak serupa.
Lihat juga:
LSI: Ma'ruf Gerus Tren Suara Jokowi, Sandi Dongkrak Prabowo
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180821154741-32-323956/lsi-maruf-gerus-tren-suara-jokowi-sandi-dongkrak-prabowo/>
"Jika tak di-/manage/dengan baik, persuasi politik dengan Rizieq justru
kontraproduktif yang berimplikasi pada kekecewaan militan PDIP yang
selama ini bermusuhan dengan tokoh FPI itu," ujar Adi.
*Solusi Alternatif*
Adi menganggap PDIP atau Jokowi masih memiliki opsi lain jika ingin
mendapat simpati dari kelompok Islam. Opsi yang dimaksud adalah
mengoptimalkan sayap PDIP yang bernama Baitul Muslimin.
Baitul Muslimin, lanjutnya, menjadi terbengkalai sepeninggal Taufik
Kiemas, suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia menilai sayap
PDIP yang menampung aspirasi Islam itu nyaris tak terdengar lagi.
Lihat juga:
Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180719211918-32-315560/tokoh-pks-dan-pa-212-di-pdip-strategi-redam-isu-anti-islam/>
"Bahkan terkesan bermusuhan dengan islam kanan," kata Adi.
"Ini saja yang perlu direvitalisasi PDIP. Apalagi Rizieq itu adalah anak
macan yang susah dikendalikan," lanjutnya.
*(arh)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com