4 KorbanTewas dalam Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat Kontributor Pontianak, Yohanes KURNIAIRAWAN Kompas.com - 22/08/2018, 21:24 WIB PONTIANAK,KOMPAS.com - Sebanyak empat orang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaranhutan dan lahan yang di terjadi di Kalimantan Barat sejak sebulan terakhir
KapoldaKalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, sejauh ini dilaporkan sudah empatkorban meninggal dunia. "Sudahempat yang dilaporkan meninggal dunia," ujar Didi, Rabu (22/8/2018). Peristiwapertama terjadi di Kabupaten Melawi yang menyebabkan Vito (7) dan kakaknya Rio(11) meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup serius. Vitomeninggal pada Minggu (12/8/2018) di sekitar rumahnya, sedangkan Rio meninggalKamis (16/8/2018) setelah sempat dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak. Kemudian,pada Kamis (16/8/2018), seorang warga di Kabupaten Sambas, Jaidan (56) jugadilaporkan meninggal dunia. Jaidan diduga meninggal akibat terpapar asap saathendak memadamkan kebakaran di kebun miliknya. Peristiwaterakhir dialami Ensungga (69), warga Kabupaten Sintang yang meninggal duniapada Minggu (19/8/2018). Korban pamit berangkat ke kebun miliknya untukmemadamkan api, Namun, korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar padaSenin (20/8/2018) pagi. Polda Kalbarbersama masyarakat dan lintas sektoral lainnya saat ini juga terus berupayamelakukan pemadaman di lahan yang terbakar. Didimenambahkan, dampak pembakaran maupun kebakaran hutan dan lahan sangatmembahayakan. Dari sisiekonomi, sebut Didi, dampak yang timbul yakni terhambatnya distribusi sembako. "Sedangkandari sisi kesehatan, kabut asap dari pembakaran, maupun kebakaran hutan danlahan dapat merusak saraf otak anak dan membuat masyarakat terpapar sejumlahpenyakit," ujarnya. "Mengganggukesehatan warga dan pendidikan anak-anak sekolah," tambahnya. Pelakupembakaran lahan pun dapat diancam dengan sanksi 10 tahun penjara dan dendaRp10 miliar. "Marikita jaga sama-sama wilayah perbatasan kita yang merupakan garda terdepankedaulatan negara dengan melakukan segala macam hal positif yang dapatmembanggakan seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar," pungkasDidi. Penulis :Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan Editor : Dian Maharani
