Hindari Tukang Culik Jadi Presiden, Jangan Golput


https://seword.com/politik/hindari-orang-jahat-pimpin-negara-jangan-golput-Wcv6kxaeB


jenderal kardus的圖片搜尋結果

Saat memberi pembekalan kepada para calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia di Jakarta, pada hari ini, Senin tamggal 20 Agustus 2018, Mahfud MD berharap agar masyarakat menggunakan hak pilih pada pemilu 2019 mendatang dan tidak golput.

Mahfud MD menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menyalurkan haknya dan memilih pemimpin yang terbaik.

"Eggak boleh golput karena alasan 'saya mau golput karena nggak ada calon yang bagus baik Presiden dan DPR', jangan. Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul, tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara," kata Mahfud MD.

Hal ini disampaikan Mahfud tentu menanggapi fenomena golput para pendukung setia Ahok dan para pemilih lainnya.

Selain itu fenomena golput juga muncul lantaran para pendukung Mahfud MD yang kecewa karena Mahfud MD batal dipilih sebagai calon wakil presiden Jokowi.

Kenapa Mahfud MD menghimbau agar jangan golput? Karena golput akan mempengaruhi hasil pemilu.Pilih sesuai hati nurani jangan terpengaruh isu sara. Jangan sampai negara ini hancur seperti jakarta. Jokowi tetap yang terbaik.

Saya sangat setuju dengan himbauan Pak Mahfud MD agar jangan golput agar orang jahat yang busuk hatinya tidak punya kesempatan memimpin negara ini. Siapa orang jahat itu, tentu saja tak lain tak bukan adalah si mantan penculik itu, Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto yang mantan tukang culik aktivis jangan sampai menang pada pemilu 2019 mendatang. Bisa bahaya negara ini kalau dia menang pemilu dan jadi Presiden.

Begitu juga dengan wakilnya si Sandiaga Uno itu. Tidak beres di Jakarta sudah bernafsu ingin jadi Wakil Presiden, pakai acara sogok Rp 1 triliun segala.

Fakta membuktikan bahwa Jokowi tetap yang terbaik. Sudah banyak perubahan yang dilakukannya terhadap bangsa ini. Oleh karena itu jangan sia-siakan kerja keras dan perjuangannya selama ini hanya karena emosi sesaat.

Jika Prabowo Subianto jadi Presiden, maka hal-hal buruk berikut ini yang akan terjadi terhadap bangsa ini.

*Pertama, *keamanan dan stabilitas dalam masyarakat akan memburuk. Kekerasan HAM dan penculikan bisa saja terjadi setiap saat. Pembungkaman suara-suara oposisi bisa dilakukan melalui sistem tangan besi dengan cara otoriter lunak seperti yang pernah disampaikan Prabowo Subianto ke Allan Neirn yang dibongkar Allan Neirn ke permukaan menjelang pilpres 2014 yang lalu.

*Kedua,* jaringan trah Cendana akan berkibar kembali dan semakin merajalela. Ini bisa saja terjadi karena Prabowo Subianto adalah bagian dari imperium Cendana dimana mantan Presiden Soeharto adalah mantan mertuanya.

Bisnis imperium Cendana akan semakin berkibar yang dilakukan dengan cara-cara kotor yang terselubung seperti saat Presiden Soeharto dulu berjaya selama 32 tahun lamanya.

Itulah sebabnya saya tidak heran kenapa Titiek Soeharto dan Tommy Soeharto begitu bernafsu mengajak rakyat untuk memilih Prabowo Subianto.

Bahkan yang lebih konyol lagi, Tommy Soeharto malah nekat bikin parpol tandingan untuk memecah suara pada pemilu 2019 mendatang. Modus busuk para trah Cendana itu gampang diendus dan ditebak tujuan besar mereka.

*Ketiga, *ormas radikal yang intoleran dan buas akan semakin merajalela dan kepala besar sehingga berpotensi menimbulkan konflik antar umat beragama yang akan memburuk di negeri ini.

Agama adalah senjata andalan para ormas-ormas busuk yang radikal itu untuk mempengaruhi alam bawah sadar para pemilih, khususnya umat Islam di negeri tercinta ini.

*Keempat,* hubungan Indonesia dan luar negeri akan semakin memburuk. Track Record masa lalu Prabowo Subianto sebagai tukang culik aktivis dan penjahat HAM oleh dunia Internasional tidak bisa diupakan begitu saja.

Supaya Anda tahu saja pada tahun 2000 yang silam, Prabowo Subianto dilarang masuk Amerika Serikat karena dosa masa lalunya terkait pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.

Memang sangat fatal jika Prabowo Subianto jadi Presiden RI karena rakyat Indonesia belum cukup cerdas dalam memilih mana pemimpin yang baik untuk bangsa ini dan mana pemimpin yang haus kekuasaan untuk mengeruk kekayaan bangsa ini.

Mereka bahkan tidak memiliki imajinasi yang cukup untuk memahami bagaimana rasanya hidup di bawah kepemimpinan yang otoriter.

Demokrasi dipertaruhkan dan bangsa ini akan kembali ke masa suram. Tidak ada yang lebih berbahaya bagi NKRI selain memiliki pemimpin yang fasis, haus kekuasaan dan pelanggar hak asasi manusia.

Oleh karena itu, himbauan Mahfud MD agar jangan golput itu benar adanya. Dengan demikian calon Presiden yang kejam, bengis dan menakutkan tidak mendapat tempat di NKRI.

Kura-kura begitu.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke