http://mediaindonesia.com/read/detail/180396-perang-dagang-as-tiongkok-memanas
/*Perang Dagang AS-Tiongkok Memanas*/
Penulis: *Tesa Oktiana Surbakti * Pada: Jumat, 24 Agu 2018, 07:15 WIB
Internasional <http://mediaindonesia.com/internasional>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/180396-perang-dagang-as-tiongkok-memanas>
<http://twitter.com/home/?status=Perang%20Dagang%20AS-Tiongkok%20Memanas%20http://mediaindonesia.com/read/detail/180396-perang-dagang-as-tiongkok-memanas%20via%20@mediaindonesia>
Perang Dagang AS-Tiongkok Memanas
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/08/fcc6ddf67a82214252fd49b4f99afa44.jpg>
/AFP/
AMERIKA Serikat (AS) kemarin mulai memberlakukan putaran baru perang
dagang dengan Tiongkok dengan mengenakan tarif 25% atas 279 produk impor
bernilai US$16 miliar (sekitar Rp234 triliun) asal Tiongkok.
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS melalui situs mereka telah
mengonfirmasi bahwa tarif akan berlaku Kamis pukul 12.01 waktu setempat.
Gayung bersambut. Tindakan tersebut langsung dibalas Tiongkok. Pada
waktu yang sama, mereka akan memberlakukan tarif terhadap impor AS
bernilai US$16 miliar.
Setelah langkah tersebut, AS masih berencana menaikkan tarif bea masuk
baru terhadap impor Tiongkok senilai US$200 miliar (senilai Rp2,8 biliun).
Eskalasi perdagangan terjadi ketika para pejabat dari dua ekonomi
terbesar dunia bertemu untuk negosiasi tarif di Washington.
AS memberikan pajak bea masuk tambahan 25% atas 279 kategori produk
impor Tiongkok yang diidentifikasi Perwakilan Perdagangan AS.
Produk-produk kunci yang terkena antara lain semikonduktor, bahan kimia,
plastik, sepeda motor, dan skuter listrik.
Beijing membalas dengan tarif baru senilai US$16 miliar untuk produk
impor tambahan dari AS, termasuk bahan bakar, produk baja, mobil, dan
peralatan medis. Pungutan itu berlaku pada saat yang sama ketika tarif
AS diberlakukan, Kamis (23/8), kata kantor berita negara Xinhua,
mengutip pengumuman dari Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara.
Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan akan terus melawan kebijakan
perang dagang yang dikobarkan Amerika Serikat. Perlawanan akan dilakukan
dengan membalas setiap pengenaan tarif yang dikenakan pada produk ekspor
mereka.
"Tiongkok sangat menentang perang dagang yang dilakukan AS, kami akan
melakukan tindakan yang diperlukan. Di saat yang sama kami juga akan
menggugat mereka ke WTO," katanya.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam untuk mengenakan bea atas
lebih dari US$500 miliar (Rp7,3 biliun) barang-barang Tiongkok yang
diekspor setiap tahun ke AS.
*Bursa Asia fluktuatif*
Mayoritas bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Kamis
(23/8) dalam merespons perang dagang antara Amerika Serikat dan
Tiongkok. Meski masih dalam proses dialog, kedua belah pihak berkukuh
memberlakukan tarif pada komoditas impor bernilai miliaran dolar.
Washington diketahui telah mengenakan tarif bea masuk impor atas
komoditas dari Tiongkok sebesar US$16 miliar. Pengetatan kebijakan
proteksionisme AS lantas memicu Tiongkok mengeluarkan tarif balasan.
Tiongkok digadang-gadang terpaksa melakukan serangan balik lantaran
tidak punya pilihan lain. Apalagi AS ditengarai telah melanggar
ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Pada Juli, Tiongkok mengenakan tarif balasan pada produk AS yang masuk
ke 'Negeri Tirai Bambu' senilai US$34 miliar. Pemberlakuan tarif
tersebut jatuh saat petinggi negara masing-masing tengah berdialog guna
mengurangi tensi perselisihan dalam beberapa bulan terakhir. Kendati
demikian, sejumlah pengamat ekonomi mewaspadai perkembangan gejolak yang
berpotensi ditimbulkan perang dagang.
Pergerakan indeks bursa saham Asia terpantau fluktuatif sepanjang hari.
Pada penutupan perdagangan Kamis (23/8), indeks bursa saham Tokyo naik
0,25%. Pun bursa saham Shanghai naik 0,4%. Berikutnya bursa saham Seoul
dan Singapura masing-masing juga naik 0,4% dan 1,6%.
Sebaliknya, indeks saham Hong Kong dan Sydney merosot dengan penurunan
masing-masing sebesar 0,5% dan 0,3%. (AFP/CNBC/I-2)