Penyebab Pabrik Komponen UMKM Sulit Bersaing di Era Industri 4.0
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Eko Ari Wibowo
Senin, 27 Agustus 2018 10:32 WIB
0KOMENTAR
<https://otomotif.tempo.co/read/1120906/penyebab-pabrik-komponen-umkm-sulit-bersaing-di-era-industri-4-0/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Proses saat pemasangan kaki-kaki di tahapan under body sedan bisnis
All-new BMW Seri 5 di BMW Production Network, PT Gaya Motor, Sunter,
Jakarta Utara, 2 Agustus 2017. Pabrik perakitan Gaya Motor sanggup
menghasilknya BMW Seri 5 tapi komponen penyokong produk sedan BMW ini
masih didominasi oleh barang impor. TEMPO/Rizki Putra
<https://statik.tempo.co/data/2017/08/03/id_628905/628905_620.jpg>
Proses saat pemasangan kaki-kaki di tahapan under body sedan bisnis
All-new BMW Seri 5 di BMW Production Network, PT Gaya Motor, Sunter,
Jakarta Utara, 2 Agustus 2017. Pabrik perakitan Gaya Motor sanggup
menghasilknya BMW Seri 5 tapi komponen penyokong produk sedan BMW ini
masih didominasi oleh barang impor. TEMPO/Rizki Putra
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Pelaku industri komponen skala usaha kecil
menengah (UMKM) mengaku bakal kesulitan menghadapi era automasi yang
diusung industri 4.0. Pasalnya, automasi menuntut investasi baru yang
tidak sedikit.
Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif
(PIKKO) Indonesia Wan Fauzi mengatakan, industri 4.0 merupakan suatu
yang niscaya karena tren global bergerak ke arah automasi. Investasi
yang cukup besar membuat pelaku komponen otomotif usaha kecil menengah
(UKM) masih menunggu perkembangan permintaan komponen dari pabrikan.
*Baca: Begini Cara Toyota Mengenalkan Dunia Industri ke Pelajar
<https://otomotif.tempo.co/read/1120826/begini-cara-toyota-mengenalkan-dunia-industri-ke-pelajar>*
"UKM belum banyak yang masuk ke industri 4.0. Dilema juga di investasi
karena cukup besar. UKM belum mau karena merasa kalau permintaan
meningkat masih bisa tingkatkan kapasitas produksi," ujarnya kepada Bisnis.
Wan Fauzi menjelaskan, investasi untuk menggunakan satu robot yang
menggantikan tenaga manusia sekitar Rp500 juta. Dari sisi kualitas,
untuk produksi masal, penggunaan robot membuat kualitas dan
produktivitas lebih baik.
Pertimbangan lain UKM belum masuk ke automasi ialah permintaan dari
pabrikan otomotif yang diproyeksi masih akan sama dengan tahun lalu.
Tambah lagi, harga komponen yang dipasok ke pabrikan saat ini makin
kompetitif dengan kehadiran pelaku komponen otomotif asal Cina.
*Baca:Begini Ketatnya Standarisasi Helm di Sejumlah Negara Maju
<https://otomotif.tempo.co/read/1120653/begini-ketatnya-standarisasi-helm-di-sejumlah-negara-maju>*
"Kalau kami memang lihat dulu, tapi memang tuntutan lari ke automasi.
Pengerjaan manual pelan-pelan ditinggalkan. Tergantung teman-teman UKM
mau investasi atau tidak," tambahnya.
Seperti diketahui otomotif menjadi salah satu sektor yang didorong oleh
Kementerian Perindustrian untuk menerapkan Revolusi Industri 4.0. Hal
itu bertujuan untuk meningkatkan produksi otomotif yang kemudian bisa
bersaing untuk ekspor.
Wan Fauzi menambahkan, sangat sulit untuk berbicara komponen lokal
dengan material lokal. Pasalnya, UKM juga harus melakukan menggunakan
material impor untuk beberapa komponen yang tidak diproduksi di dalam
negeri ataupun produk dalam negeri tidak memenuhi standar yang diminta
pabrikan.
*Baca: Bangun Pabrik Baru, Produksi Toyota Cina Dekati Pabrik di AS
<https://otomotif.tempo.co/read/1120827/bangun-pabrik-baru-produksi-toyota-cina-dekati-pabrik-di-as>*
Tambah lagi, anggota PIKKO juga belum banyak menyadari pentingnya
menyatukan data kebutuhan sehingga bisa diimpor dalam skala besar. Impor
dalam skala cukup besar lebih menguntungkan karena telah terdapat
ketetapan bea masuk 0% untuk komponen kendaraan bermotor.
Menurutnya, kesempatan yang cukup terbuka bagi UKM komponen otomotif
ialah kehadiran banyak pemain baru pada kendaraan listrik khususnya
pemain lokal. Pasalnya, selain baterai dan sistem penggerak, hampir
semua komponen kendaraan sudah bisa diproduksi di dalam negeri. "Kalau
mobil konvensional kan mesin, kalau listrik itu baterai dan semua yang
lain di dalam negeri sudah bisa buat. Tinggal pemerintah dukung untuk
penyediaan alat pengisian daya," katanya.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com