*Massa Lapisan Bawah Myanmar Terpengaruh oleh Perang Dagang*
2018-08-27 11:46:12
http://indonesian.cri.cn/20180827/2208599e-1256-8de0-4fcd-ae14cf81e757.html
Kini pergesekan perdagangan antara Tiongkok-AS terus meningkat. Pada
masa sekarang yang globalisasi berkembang cepat, hubungan ekonomi dan
perdagangan Tiongkok-AS telah menjadi bagian penting dari rantaian
pasokan global. Meskipun perang dagang yang ditimbulkan oleh Amerika
Serikat terutama melibatkan bagian produk ekspor Tiongkok dan Amerika
Serikat, tapi perang dagang tidak hanya merugikan kepentingan produsen
dan konsumen kedua negara, tetapi juga merugikan kepentingan kalangan
industri dan konsumen di seluruh dunia, tidak bermanfaat bagi pemulihan
dan perkembangan ekonomi dunia. Dalam perang dagang yang mencakupi
seluruh dunia ini, negara mana pun sulit tidak dirugikan.
Menanggapi lontaran yang Myanmar dapat beruntung dari pergesekan
perdagangan Tiongkok dan AS, anggota Komite Ekonomi Pusat dari Aliansi
Demokrasi Nasional partai berkuasa Myanmar, dan Direktur Eksekutif
Institut Rekonstruksi, mengatakan, di bawah struktur internasional
dewasa ini, tiada pemenang dalam perang dagang. Perang dagang
Tiongkok-AS memberi dampak negatif tertentu pada beberapa perusahaan
ekspor Tiongkok. Perusahaan-perusahaan tersebut akan menghadapi banyak
tantangan seperti kenaikan biaya, pengurangan produksi, restrukturisasi,
dan terdapat pula sejumlah perusahaan Tiongkok atau pabrik Tiongkok
berniat pindah ke Asia Tenggara termasuk Myanmar agar meredakan tekanan
yang dibawakan oleh perang dagang, namun pada keseluruhannya, meskipun
perang dagang menyediakan peluang tertentu pada perkembangan ekonomi dan
perdagangan bilateral antara Myanmar dan Tiongkok, namun kekurangannya
lebih besar daripada keuntungannya secara keseluruhan bagi ekonomi
Myanmar karena perang dagang.
Dikatakannya, dipengaruhi oleh perang dagang, sejak Juni 2018, nilai
tukar dolar AS terhadap dolar Myanmar terus meningkat di pasar valuta
asing Myanmar, mengakibatkan depresiasi tajam tajam mata uang Myanmar.
Devaluasi mata uang Myanmar akan meningkatkan volume ekspor dengan batas
tertentu, tetapi peningkatan yang menyertainya dalam biaya bahan baku
dan kenaikan harga komoditas impor lain yang diperlukan dalam rantai
pasokan akan membuat sulit diteruskannya keunggulan ekspor Myanmar yang
lemah. Seiring dengan defisit perdagangan meningkat, dolar AS akan
terus menguat, dan inflasi di Myanmar akan menjadi lebih serius. Menurut
Asian Development Bank, tingkat inflasi Myanmar diperkirakan sekitar
6,2% pada 2018, tertinggi di ASEAN. Nilai tukar mata uang asing tidak
stabil dan investasi asing di pasar Myanmar akan menurun. Jumlah devisa
yang dihasilkan oleh ekspor tidak konsisten dengan biaya produksi,
menunjukkan kerugian besar, hal ini akan mengakibatkan kemacatan proyek
ekonomi besar, akan menyebabkan pula lebih banyak pengangguran.
Ekonomi, sosial dan politik berkaitan dan depresiasi tajam dolar Myanmar
akan menyebabkan reaksi berantai. Bank sentral Myanmar memiliki cadangan
devisa yang terbatas.Untuk menurunkan kecepatan naiknya harga dolar AS,
Myanmar mungkin harus mencari dukungan teknis dari Dana Moneter
Internasional. Selain itu, devaluasi mata uang Myanmar yang disebabkan
oleh perang dagang telah menyebabkan kenaikan harga barang-barang
sehari-hari.Bagi massa di lapisan bawah, kenaikan harga produk pertanian
berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Apa lagi bencana di Myanmar
sejak musim hujan telah merusak sekitar 500.000 akre lahan pertanian,
dan produksi bahan makanan berkurang banyak, massa di lapisan bawah
hidup tambah susah lagi.
Periset Strategi Myanmar dan Penelitian Internasional Kementerian Luar
Negeri Myanmar menyatakan, Myanmar tidak ingin mengalami tragedi yang
terjadi di Turki. Dasar ekonomi Myanmar lemah, peningkatkan level
kehidupan rakyat Myanmar baru adalah tugas utama bagi pemerintah
Myanmar, bukanlah terpaksa dilibatkan dalam perang dagang. Meskipun
Myanmar semaksimal menghindari dampak negatif terhadap ekonominya karena
perang dagang, namun tetap dirugikan serius. Perang dagang merugikan
kepentingan dunia, yang dirugikan perdana adalah rakyat di lapisan bawah
negara-negara berkembang.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com