*Wawancara Khusus dengan Direktur Eksekutif CABC Xu Ningning*
2018-08-28 13:31:07
http://indonesian.cri.cn/20180828/5d102f49-9284-d8bd-a54e-19e7c8e9e0d8.html
Direktur Eksekutif Dewan Bisnis Tiongkok-ASEAN CABC Xu Ningning
baru-baru ini menerima wawancara khusus wartawan CRI. Ia mengatakan,
ASEAN memperoleh keuntungan terbesar dari keterbukaan Tiongkok, dan
memelihara multilateralisme dan sistem perdagangan internasional sesuai
dengan kepentingan bersama kedua pihak.
Xu Ningning berpendapat, melalui keterbukaan pasarnya terhadap
negara-negara Asia Tenggara, Tiongkok terlepas dari krisis moneter Asia
pada tahun 1997, dan ini merupakan sebuah contoh yang tipikal.
Xu Ningning menunjukkan, sebelum Tiongkok bergabung dalam WTO pada
Desember 2001, Tiongkok telah mencapai kesepakatan mengenai pembentukan
zona perdagangan bebas dan kedua pihak telah merealisasi perdagangan
non-tarif terhadap 90 persen komoditi. Kedua pihak dengan memanfaatkan
rencana tahap dini serta platform Pekan Raya Tiongkok-ASEAN dan
Pertemuan Puncak Bisnis dan Investasi mengupayakan target saling
menguntungkan dan kerja sama, berhasil menghadapi bersama krisis moneter
global pada tahun 2008.
Xu Ningning mengatakan, sejak pembentukan zona perdagangan bebas
Tiongkok-ASEAN tahun 2010, volume perdagangan kedua pihak bertumbuh
dengan pesat dan Tiongkok kini merupakan mitra dagang terbesar bagi
ASEAN dan ASEAN merupakan mitra dagang terbesar ketiga bagi Tiongkok.
Ini menunjukkan bahwa komplementaritas perdagangan Tiongkok dan ASEAN
sangat kuat, ruang keterbukaan pasar kedua pihak sangat besar, khususnya
potensi kerja sama di bidang perdagangan jasa serta investasi dan
perdagangan, ini merupakan tenaga penggerak penting bagi Tiongkok dan
ASEAN dalam penandatanganan protokol versi eskalasi zona perdagangan
bebas tahun 2015.
Xu Ningning berpendapat, ciri khas penting struktur perdagangan
Tiongkok-ASEAN saat ini ialah rantai industri yang relatif pendek, nilai
rantai industri yang relatif rendah, dan menyangkut pihak ketiga, pada
taraf tertentu dikontrol oleh perusahaan transnasional Barat. Ia
mengatakan, salah satu hal yang penting dalam inisiatif Satu Sabuk Satu
Jalan ialah dengan saling membuka pasar mempererat hubungan antara satu
sama lain dan merealisasi pembangunan bersama. Ia juga menekankan, harus
memadukan keterbukaan pasar dan sinergi kebijakan industri.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com