Politik <https://baliexpress.jawapos.com/category/256/politik>
Pak Oles: Bukan Hibah, tapi Kualitas Caleg
SENIN, 03 SEP 2018 09:04 | EDITOR : I PUTU SUYATRA
https://baliexpress.jawapos.com/read/2018/09/03/94314/pak-oles-bukan-hibah-tapi-kualitas-caleg
Pak Oles: Bukan Hibah, tapi Kualitas Caleg
<https://imageradar.jawapos.com/uploads/baliexpress/news/2018/09/03/pak-oles-bukan-hibah-tapi-kualitas-caleg_m_94314.jpeg>
Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles/(DOK. BALI EXPRESS)/
Berita Terkait
* Pak Oles: Membangun Naluri Entrepreneur Pemuda Bali
<https://baliexpress.jawapos.com/read/2018/08/20/93236/pak-oles-membangun-naluri-entrepreneur-pemuda-bali>
* Pak Oles: Penghapusan Hibah Sebaiknya Tidak Dilakukan
<https://baliexpress.jawapos.com/read/2018/08/13/92635/pak-oles-penghapusan-hibah-sebaiknya-tidak-dilakukan>
*BALI EXPRESS, DENPASAR*- Tahun 2019 adalah tahun politik. Partai akan
bertarung, caleg akan bertarung, Presiden akan bertarung bahkan calon
DPD juga bertarung. Saat ini muncul opini, bahwa caleg incumbent
diuntungkan dengan banyaknya hibah yang difasilitasi. Bagi caleg DPR RI
dapil Bali dari Partai Demokrat Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles,
menyatakan yang utama adalah kualitas caleg bukan hibah.
Menurut Pak Oles saat ini memang polemik masalah hibah masih ramai
dibahas. Polemik beda pendangan antara DPRD Bali dan Gubernur terpilih
Wayan Koster. Walaupun akhirnya berhasil ada kesepatan, total hibah Rp
250 miliar dari Rp 374 miliar. Namun rencana pembangunan shortcut dari
Koster juga tetap dianggarkan Rp 250 miliar. “Polemik masalah hibah
sudah berlalu, sudah ada jalan tengah,” kata politisi asal Bengke,
Buleleng ini.
Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali ini mengatakan, ketika sudah ada jalan
tengah teriak hibah. Mulai muncul opini, bahwa caleg – caleg incumbent
diuntungkan oleh hibah untuk meraup suara lebih banyak. Rasa ketakutan
seperti itu wajar adanya, karena dengan hibah seolah anggota DPRD yang
memegang banyak caleg akan bisa lebih mudah mendapatkan dukungan. “Rasa
khawatir itu ada benarnya, namun bagi saya itu tidak mutlak,” kata
mantan Ketua DPD Hanura Bali ini.
Dia mengatakan bahwa, hibah memang sangat penting bagi masyarakat. Pak
Oles mengatakan hibah itu menopang aktivitas adat, budaya dan agama di
Bali. Bagi politisi yang mantan calon wakil gubernur ini mengatakan,
hibah membantu aktivitas di desa pakraman atau desa adat. “Hibah itu
penting, meringankan beban masyarakat dalam segala aktivitas adat,
budaya, tradisi dan agama,” kata dia.
Selain itu, dengan hibah akan memutar ekonomi masyarakat. Karena
pembangunan memicu ada pertumbuhan ekonomi. Misalnya dana hibah
membangun satu pura, masyarakat akan mendapatkan kesempatan bekerja.
“Selain itu partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga ikut memutar
ekonomi. Misalnya pembangunan menghabiskan dana Rp 500 juta, dibantu
hibah Rp 200 juta, aka nada partisipasi masyarakat dalam pembangunan,”
kata salah satu pengusaha sukses Bali ini.
Selain itu Pak Oles juga memastikan, bahwa caleg – caleg yang memegang
hibah untuk disalurkan tetap harus taat asas, aturan dan hukum. “Mesti
tepat sasaran, tepat secara pertanggungjawaban. Tidak melanggar hukum
dan jangan sampai hibahnya menyimpang,” kata Pak Oles.
Kemudian caleg yang tidak incumbent atau tidak bisa memfasilitas hibah
jangan juga kendor. Dia mengatakan yang utama bukan hibah, namun Pak
Oles yakin yang menyakinkan pilihan masyarakat adalah kualitas caleg.
“Kualitas caleg utama, kualitas caleg yang terpenting. Masyarakat akan
menentukan pilihan, berdasarkan figure caleg bukan hanya karena hibah,”
pungkas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang
ini.
*(bx/art/yes/JPR)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com