Kementan tularkan empat kunci sukses ekspor jagung
Senin, 3 September 2018 06:19 WIB
Kementan tularkan empat kunci sukses ekspor jagung
Ilustrasi: Jagung hibrida di Sulawesi Tengah (ANTARA/Basri Marzuki)
"Empat kunci itu bukan hanya untuk jagung, tapi bisa untuk padi, cabai,
bahkan sapi"
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan
empat kunci sukses suatu daerah bisa mengekspor komoditas pertanian,
khususnya jagung, ke luar negeri sebagaimana telah dilakukan Kabupaten
Tojo Una una di Sulawesi Tengah.
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan Dr Mat Syukur dalam
keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan sukses wilayah
perbatasan seperti Kabupaten Tojo Una una mengekspor jagung ke negara
tetangga segera ditularkan Kementan ke kabupaten lain di Sulawesi Tengah
(Sulteng).
"Tojo Una una berhasil ekspor (jagung) 14.000 ton sejak 2018 hingga awal
Agustus 2018. Kunci sukses Touna sebagai model, kita bagikan agar
Sulteng secara keseluruhan dapat mengikuti jejaknya," katanya.
Ia menambahkan ada 4 kunci sukses ekspor Touna yaitu dukungan pemerintah
di hulu, kolaborasi dengan swasta, debirokratisasi prosedur ekspor,
fasilitas infrastruktur dan budaya oleh pemda.
Menurut Syukur, ekspor jagung dari Sulteng sudah dimulai dari Pelabuhan
Ampana, Kabupaten Tojo Una-una langsung ke Filipina.
"Sementara kabupaten lain seperti Buol ekspor melalui provinsi tetangga
yaitu Gorontalo," ujar Mat Syukur.
Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian sekaligus
penanggung jawab Upsus Sulteng Prof Dedi Nursyamsi mengatakan potensi
lahan untuk pengembangan jagung di Sulteng sangat luas, terutama di
lahan kering di bawah tegakan pohon kelapa, tegalan dan ladang.
"Demikian juga curah hujan bulanan di Sulteng sekitar 100-200 mm per
bulan ideal untuk pertumbuhan dan kualitas jagung," kata Dedi.
Menurut Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), Syahroni,
empat kunci ekspor tersebut harus dipegang dan di-/scale up/di semua
kabupaten perbatasan agar ekspor komoditas pertanian menjadi kebanggaan
Indonesia kembali.
"Empat kunci itu bukan hanya untuk jagung, tapi bisa untuk padi, cabai,
bahkan sapi," kata Syahroni.
*Baca juga:Anggota DPR pertanyakan validitas data kebijakan ekspor
jagung
<https://www.antaranews.com/berita/743941/anggota-dpr-pertanyakan-validitas-data-kebijakan-ekspor-jagung>
Baca juga:Kementan kenalkan inovasi pascapanen di konferensi
internasional
<https://www.antaranews.com/berita/742949/kementan-kenalkan-inovasi-pascapanen-di-konferensi-internasional>*
Pewarta:Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com