https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4195716/dolar-as-sekarang-rp-14825-waktu-krismon-1998-berapa

Senin, 03 Sep 2018 18:41 WIB
Dolar AS Sekarang Rp 14.825, Waktu Krismon 1998 Berapa?

Eduardo Simorangkir - detikFinance


*Jakarta* - Nilai tukar dolar Amerika Serikat
<https://www.detik.com/tag/dolar-as/> (AS) menekan mata uang sejumlah
negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah
<https://www.detik.com/tag/rupiah?tag_from=dolar-as> bahkan telah menyentuh
level terendahnya sejak 20 tahun terakhir setelah menembus Rp 14.777.

Rupiah mengalami tekanan terdalam setelah rekor pada saat krisis 1998 yang
sebesar Rp 16.650. Fakta tersebut membuat rupiah pada tahun ini menjadi
salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia.

Dengan pelemahan pada hari ini mencapai 0,7%, rupiah menjadi mata uang
dengan depresiasi terdalam di Asia hari ini disusul oleh ringgit Malaysia.
Ringgit Malaysia tertekan 0,44% dari dolar AS, disusul Indian Rupee 0,28%
dan China Yuan Renminbi 0,12%.

Rupiah sendiri sudah tertekan sebanyak 1.563 poin (11,7%) terhadap dolar AS
terhitung sejak awal tahun hingga saat ini (year to date), hari ini berada
di kisaran Rp 14.825. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS bergerak
dari Rp 13.281 hingga Rp 14.844 sepanjang tahun ini.

*Baca juga: *Ini Biang Kerok Rupiah Keok Lawan Dolar AS
<https://finance.detik.com/read/2018/09/03/172526/4195685/6/ini-biang-kerok-rupiah-keok-lawan-dolar-as>


Pergerakan dolar AS tahun ini memang berbeda dengan saat krisis 1998. Pada
masa pemerintahan Presiden Soeharto, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
berada di kisaran Rp 2.000 dengan titik terendah nya di Rp 1.977 per dolar
AS pada tahun 1991.

Sampai akhirnya terjadi krisis moneter (krismon) dan terjadi pelemahan
rupiah yang sangat drastis. Rupiah terus terkikis seiring kian rontoknya
cadangan devisa Indonesia.

Dolar AS bertahan di kisaran Rp 2.000-2.500 karena Indonesia belum menganut
rezim kurs mengambang. Sistem kurs terkendali yang dianut membuat orde Baru
ingin dolar AS harus bertahan di level itu.

Setelah meninggalkan kurs mengambang, dolar AS secara perlahan mulai
merangkak ke Rp 4.000 di akhir 1997, dan lanjut ke Rp 6.000 di awal 1998.

Setelah sempat mencapai Rp 13.000, dolar AS sedikit menjinak dan kembali
menyentuh Rp 8.000 pada April 1998. Namun pada Mei 1998, Indonesia memasuki
periode kelam. Penembakan mahasiswa, kerusuhan massa, dan kejatuhan Orde
Baru membuat rupiah kian 'terkapar'.

Sampai akhirnya dolar AS menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di Rp
16.650 pada Juni 1998. Dolar AS kemudian berbalik arah setelah reformasi,
seiring dengan kepercayaan investor yang sedikit demi sedikit kembali.

*Baca juga: *Dolar AS 'Ngamuk' Tembus Rp 14.800, Ini Jurus Jokowi
<https://finance.detik.com/read/2018/09/03/170949/4195576/6/dolar-as-ngamuk-tembus-rp-14800-ini-jurus-jokowi>


Penguatan dolar AS tahun ini sendiri diyakini dipicu oleh beberapa faktor.
Di antaranya faktor dari luar di mana terjadi krisis di Turki dan
Argentina, sentimen kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga perang dagang.
Sementara dari dalam negeri, kondisi neraca pembayaran Indonesia yang
defisit mengurangi kekuatan rupiah untuk bertahan.

Sejauh ini langkah yang dilakukan pemerintah di antaranya mengevaluasi 900
komoditas impor, biodiesel, hingga intervensi Bank Indonesia melalui
peningkatan suku bunga acuan hingga intervensi di pasar valuta asing
sekaligus melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar
sekunder. *(eds/ang)*

Kirim email ke