http://mediaindonesia.com/read/detail/184300-pengamat-perang-fitnah-dan-hoaks-hanya-akan-merusak-keluhuran-demokrasi
/*Pengamat: Perang Fitnah dan Hoaks hanya akan Merusak Keluhuran
Demokrasi*/
Penulis: *Micom* Pada: Kamis, 13 Sep 2018, 18:40 WIB Politik dan Hukum
<http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/184300-pengamat-perang-fitnah-dan-hoaks-hanya-akan-merusak-keluhuran-demokrasi>
<http://twitter.com/home/?status=Pengamat:%20Perang%20Fitnah%20dan%20Hoaks%20hanya%20akan%20Merusak%20Keluhuran%20Demokrasi%20http://mediaindonesia.com/read/detail/184300-pengamat-perang-fitnah-dan-hoaks-hanya-akan-merusak-keluhuran-demokrasi%20via%20@mediaindonesia>
Pengamat: Perang Fitnah dan Hoaks hanya akan Merusak Keluhuran Demokrasi
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/09/85c7b50ef62f1a9eb0cb82f46fec528d.jpg>
/MI/M. Irfan/
PEMILIHAN Umum serentak memilih Presiden dan Wakil Presiden sekaligus
memilih anggota DPD, DPR, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota 2019
harus mengutamakan keluhuran semangat dan nilai-nilai demokrasi, agar
dapat melahirkan kan pejabat negara yang berkualitas dan berintegritas.
Hal ini dikatakan pengamat politik dari Lembaga Analisis Politik
Indonesia (LAPI), Maksimus Ramses Lalongkoe. Menurut dia, tujuan
berdemokrasi untuk mencari calon pemimpin bangsa, sebab melalui
tangan-tangan mereka yang terpilih dapat menyelesaikan persoalan yang
dihadapi bangsa.
Untuk itu, dalam proses berdemokrasi harus hindari saling fitnah dan
menebar hoaks karena hanya akan merusak nilai demokrasi itu sendiri.
"Tujuan kita berdemokrasi itukan untuk memilih calon pemimpin, memilih
pejabat negara agar melalui tangan mereka dapat selesaikan permasalahan
bangsa. Momentum Pemilu Serentak 2019 harus mengutamakan keluhuran nilai
demokrasi, dengan menghindari saling fitnah dan menebar hoaks dan
kebencian," kata Ramses di Jakarta, Kamis (13/9).
Menurut dosen Universitas Mercu Buana Jakarta ini, proses demokrasi
tidak saja wadah untuk memilih pemimpin tapi juga bagian dari proses
pendidikan bagi generasi ke depan. Karena proses demokrasi hari ini
merupakan cerminan bagi generasi bangsa ke depannya.
"Demokrasi itukan tidak hanya ruang untuk pilih pemimpin tapi juga wadah
atau sarana pendidikan politik bagi generasi ke depannya dan bisa jadi
cermin generasi akan datang," ujarnya.
Untuk itu, penulis buku 'Ahok Sang Pemimpin Bajingan' ini berharap, para
tim suskes yang berjuangkan menyukseskan calon pilihannya harus mampu
menahan diri dan mampu mewariskan nilai keluhuran demokrasi demi
kamajuan bangsa Indonesia. (RO/OL-1)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/184300-pengamat-perang-fitnah-dan-hoaks-hanya-akan-merusak-keluhuran-demokrasi>
<http://twitter.com/home/?status=Pengamat:%20Perang%20Fitnah%20dan%20Hoaks%20hanya%20akan%20Merusak%20Keluhuran%20Demokrasi%20http://mediaindonesia.com/read/detail/184300-pengamat-perang-fitnah-dan-hoaks-hanya-akan-merusak-keluhuran-demokrasi%20via%20@mediaindonesia>