Bawaslu: Pemilih Ganda Bertambah Jadi 2,8 Juta
*Yustinus Paat*| Kamis, 13 September 2018 | 17:50
http://sp.beritasatu.com/home/bawaslu-pemilih-ganda-bertambah-jadi-28-juta/126115
Ilustrasi partai politik baru peserta Pemilu 2019 [kompastv]Ilustrasi
partai politik baru peserta Pemilu 2019 [kompastv]
Berita Terkait
* Andi Arief: Bawaslu Tidak Serius dan Malas
<http://sp.beritasatu.com/home/andi-arief-bawaslu-tidak-serius-dan-malas/125898>
* Fadli Zon: Bawaslu Harus Adil
<http://sp.beritasatu.com/home/fadli-zon-bawaslu-harus-adil/125897>
* Bawaslu: KPU Harus Jalankan Putusan Soal Bacaleg Eks Koruptor
<http://sp.beritasatu.com/home/bawaslu-kpu-harus-jalankan-putusan-soal-bacaleg-eks-koruptor/125605>
* Bawaslu Tolak Permintaan KPU soal Putusan Mantan Napi Kasus Korupsi
<http://sp.beritasatu.com/home/bawaslu-tolak-permintaan-kpu-soal-putusan-mantan-napi-kasus-korupsi/125601>
* Relawan Ini Minta Bawaslu Jangan Usut Mahar Politik Sandiaga
<http://sp.beritasatu.com/home/relawan-ini-minta-bawaslu-jangan-usut-mahar-politik-sandiaga/125537>
*Jakarta*- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengatakan,
jumlah data pemilih ganda dalam DPT Pemilu 2019 bertambah sebanyak 2,8
juta. Data tersebut, kata dia, berasal dari hasil analisis Bawaslu di
477 kabupaten/kota.
"Kami sekarang sudah menyisir data dari 477 kabupaten/kota, kami temukan
data pemilih ganda sebanyak 2.863.492," ujar Abhan saat dihubungi, Kamis
(13/9).
Abhan mengatakan, kemungkinan data ganda masih bisa bertambah. Pasalnya,
hasil analisis dan rekap pihak Bawaslu belum mencapai 514
kabupaten/kota, masih ada 37 kabupaten/kota yang belum dianalisis Bawaslu.
"Data ini kan bergerak dan mungkin bisa saja bertambah. Namun, hasil
analisis kami, langsung diserahkan ke KPU untuk ditertibkan dan
dibersihkan khususnya ke KPU kabupaten/kota sehingga bisa langsung
ditindaklanjuti," jelas dia
Analisis kegandaan oleh Bawaslu, lanjut Abhan, berdasar tiga elemen,
yakni nama, nomor induk kependudukan (NIK), dan tanggal lahir. Menurut
dia, tiga elemen itu sudah valid untuk menentukan kegandaan data pemilih
karena angka NIK yang diperoleh Bawaslu lengkap 16 digit.
"NIK pun satu mesti valid, kalau memang Kemdagri bilang kan NIK tidak
ada yang ganda. Yang dipegang Bawaslu kan terbuka semua datanya, bukan
data yang diberi bintang," kata dia.
Sebagaimana diketahui, jumlah DPT nasional Pemilu 2019 dari 34 provinsi
telah ditetapkan sebanyak 185.732.093 orang. Jumlah ini terdiri atas
92.802.671 pemilih laki-laki dan 92.929.422 pemilih perempuan.
Para pemilih ini tersebar di 514 kabupaten/kota, 7.201 kecamatan dan
83.370 kelurahan/desa. Jumlah TPS yang disediakan untuk mengakomodasi
para pemilih ini sebanyak 805. 075 titik TPS.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com