Ini kata Kwik yg dgn panjang lebar cerita ttg imperialisme dan global politik 
yg didominasi oleh USA dgn referensi John perkins dan brad simpson. Diforum ini 
Kwik melihat global politiknya dgn biang keroknya USA yaitu: harus berani 
melawan imperialisme (Kwik gak menyebutkan USA), sesuai dgn judul artikel ini. 

 

Kata Rizal Ramli lain fokusnya ke: current account. RR juga bilang: jangan 
hanya menyalahkan orang/negara lain saja (ini kritik RR ke Kwik), kita harus 
beres2 diri sendiri. Dia pakai perumpamaan: orang kalau sakit diserang sedikit 
saja oleh virus akan sakit, tetapi kalau sehat ya gak akan sakit. Yg menarik RR 
bilang ya 60% ekonomi dan 40% politik. Ini opininya krn mau mendukung idenya 
bahwa current account Indonesia lah yg bikin rupiah melemah. Dia menyebutkan 
sebelum krisis 1998, dia dan Econit sudah bilang begini (current account 
berbahaya). Pendapatnya ini ditentang habis2an oleh department2 terkait di 
Indonesia dari BI s/d dept keuangan.

 

Bagi saya gampang ngomongnya tetapi menjaga suatu mata uang tidaklah gampang 
apalagi ke 2 faktor: politik dan ekonomi nya tidak mendukung alias tidak 
kondusif.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Friday, September 14, 2018 11:16 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Kwik Kian Gie: Rupiah Akan Terus Merosot Sampai Ada 
Pemimpin Kuat yang Mampu Balikkan Keadaan

 

  

 


Kwik Kian Gie: Rupiah Akan Terus Merosot Sampai Ada Pemimpin Kuat yang Mampu 
Balikkan Keadaan 
<https://jurnalindonesia.co.id/kwik-kian-gie-rupiah-akan-terus-merosot-sampai-ada-pemimpin-kuat-yang-mampu-balikkan-keadaan/>
 


 5 September 2018

 

  
<https://jurnalindonesia.co.id/wp-content/uploads/2018/09/kwik-kian-gie-548x400.jpg>
 

Jurnalindonesia.co.id – Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan 
Industri (Menko Ekuin) era Presiden Abdurrahman Wahid, Kwik Kian Gie, 
berpendapat bahwa nilai Rupiah akan terus melemah terhadap Dolar Amerika 
Serikat hingga tak ada batasnya, sampai ada pemimpin yang sangat kuat yang 
mengerti persoalan dan berani membalikkan keadaan Rupiah.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara talkshow ‘Indonesian Business Forum’ 
yang ditayangkan TVOne pada 10 Mei 2018 lalu.

“Seandainya rupiah itu tidak merosot saya malah heran,” kata Kwik Kian Gie.

Kwik juga membandingkan antara nilai tukar Rupiah dan nilai tukar mata uang 
negara-negara tetangga Indonesia terhadap Dolar Amerika dalam kurun 48 tahun 
terakhir.

Singapura misalnya, Kwik mengatakan bahwa dalam 48 tahun, negara itu mengalami 
penguatan nilai mata uang atau apresiasi sebesar 57 persen. Sementara Malaysia 
mengalami penurunuan nilai mata uang atau depresiasi sebesar 57 persen. 
Sedangkan Thailand mengalami depresiasi sebesar 52 persen. Dan Filipina 
mengalami depresiasi sebesar 756 persen. Adapun Indonesia sendiri mengalami 
depresiasi sebesar 3757 persen.

Mengacu pada data tersebut, Kwik menyimpulkan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap 
Dolar Amerika Serikat akan terus merosot.

“Kalau sepajang 48 tahun seperti ini, kenapa selanjutnya tidak?” kata Kwik.

Kwik juga mengungkapkan, melemahnya nilai tukar Rupiah ini tidak cuma karena 
persoalan ekonomi, tapi juga oleh rekayasa asing untuk menjadikan Indonesia 
terpuruk dan bangkrut.

 

 <https://youtu.be/Nl3Tfu7xypM> https://youtu.be/Nl3Tfu7xypM

 

 



Kirim email ke