Semoga Kampanye Damai dan Mencerahkan
Minggu , 23 September 2018 | 09:59
http://www.sinarharapan.co/opinidaneditorial/read/3791/semoga_kampanye_damai_dan_mencerahkan
Semoga Kampanye Damai dan Mencerahkan
Sumber Foto akurat.co
Ilustrasi
POPULER
Semoga Kampanye Damai dan Mencerahkan
<http://www.sinarharapan.co/opinidaneditorial/read/3791/opinidaneditorial/read/3791/%22>
Listen to this
Minggu 23 September 2018 kemarin masa kampanye pemilihan Presiden
(Pilpres) dan pemilihan anggota legislative (pileg) dimulai. Masa enam
bulan ke depan suasana kehidupan politik nasional akan bertambah panas,
penuh dengan aktifitas kampanye, tak terkecuali intrik dan berbagai
kabar bohong (hoax) akan berseliweran di sekitar kita.
Setelah pengundian nomor urut Capres/Cawapres berjalan lancar, Komisi
Pemilihan Umum (KPU) menggelar deklarasi kampanye damai menyambut pemilu
2019. Deklarasi semacam ini penting dilakukan karena suasana beberapa
bulan terakhir memang mengarah pada situasi yang tidak kondusif. Di
sejumlah daerah terjadi bentrokan massa, persekusi dan penolakan
terhadap tokoh tertentu dan tindakan semacamnya. Bila tidak diantisipasi
dengan baik maka sangat mungkin situasinya semakin eskalatif dan
mengkhawatirkan.
Kita mencatat pernyataan kedua Capres/Cawapres yang akan maju dalam
Pilpres nanti, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno, bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga situasi
politik nasional tetap aman dan kondusif. Sikap dan komitmen tersebut
diharapkan menular ke bawah agar para relawan dan pendukung tidak
bertindak di luar koridor hukum, apalagi main hakim sendiri, yang justru
akan merusak citra mereka di mata masyarakat.
Pilpres pada April nanti merupakan tonggak baru bagi bangsa Indonesia
dalam berdemokrasi karena diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan
para anggota legislative. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan
Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan
dilakukan secara serentak dalam satu hari yang sama.
Pemilu serentak ini menimbulkan kompleksitas persoalan yang cukup rumit.
Bukan hanya bagi para pemilih, melainkan juga partai politik yan
mengusung para calon anggota legslatif. Para caleg akan bertarung di
lapangan untuk merebut suara pemilih, namun ia sekaligus juga harus
memenangkan Capres/Cawapres yang didukung partainya. Ini bukan mamsalah
sederhana karena bisa saja pemilih hanya meperhatikan figure
Capres/Cawapres dan tidak mempedulikan partai pengusungnya.
Maka suasana dan aura Pemilu April 2019 nanti akan berbeda dari Pemilu
sebelumnya karena polarisasi pendukung Cawapres/Cawapres akan lebih
menonjol di lapangan dibandingkan perbedaan bendera parpol. Figur
Jokowi-MA dan Prabowo-Sandi akan lebih mewarnai atribut kampanye
dibandingkan simbol-simbol dan tokoh-tokoh caleg dari parpol.
Di lain pihak, kompleksitas yang dihadapi pemilih jga makin rumit.
Mereka akan akan memilih dan mencoblos lima kali; yaitu memilih
Presiden, anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD tingkat kabupaten.
Bagi pemilih yang sudah teredukasi mungkin tidak terlalu menjadi
masalah. Namun bagi mereka yang tinggal di pelosok dan kurang memperoleh
informasi, hal tersebut bisa menimbulkan kebingungan dan melelahkan.
Bayangkan saja, di dalam bilik suara seorang pemilih akan membuka kertas
suara, mengamati dan memilih lima calon yang diinginkan. Hal tersebut
membutuhkan waktu yang cukup panjang, membingungkan dan melelahkan.
Bukan tidak mungkin akan banyak pemilih yang asal coblos atau salah
coblos, yang tentu saja, tidak menguntungkan dilihat dari upaya
peningkatan kualitas demokrasi kita.
Maka tantangan besar dalam masa kampanye ini adalah pentingnya edukasi
kepada para pemilih agar mereka memahami aturan, mekanisme dan tatacara
yang berlaku dalam pemilu nanti. Tantangan tersebut bukan hanya menjadi
tanggungjawab KPU, melainkan juga seluruh parpol, para caleg, serta
pendukung dan relawan Capres/Cawapres. Semua pihak harus memiliki
kepedulian tinggi agar rakyat pemilih tercerahkan dalam kampanye ini,
bukan justru makin resah, bingung dan apatis.
Kita percaya bahwa aktifitas kampanye yang lebih edukatif akan
mengurangi merebaknya intrik dan kabar bohong sehingga keinginan agar
pemilu kali ini lebih berkualitas, damai dan bermartabat bisa
terwujud.Kita ingin situasi menjelang Pilpres tetap terkendali, tidak
ekslatif dan eksplosif karena akan mengganggu perekonomian nasional.
Apalagi kondisi perekonomian kita saat ini masih menghadapi tantangan
besar yang bisa-bisa makin terganggu oleh perkembangan politik yang buruk.
Sumber Berita:Berbagai sumber
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com