Persiapan Aksi Hari Tani Nasional di Jakarta dan Pernyataan Sikap Komite 
Eksekutif Nasional Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional
Ren Anggun

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Ren Anggun
 Persiapan Aksi Hari Tani Nasional yang Ke-58, Kami sudah berada dititik Kumpul 
Gambir 2 bersama jawab-jawab dari...  |   |

  |

  |

 

Pernyataan Sikap KEN SDMN, 58 Tahun Peringatan Hari Tani Nasional, Berjuang 
Untuk Terwujudnya Reforma Agraria Sejati! Bubarkan IMF Dan World Bank!

Pernyataan Sikap Komite Eksekutif Nasional Serikat Demokratik Mahasiswa 
Nasional – SDMN
Pada 24 September 2018, dalam 58 Tahun Peringatan Hari Tani NasionalEmail : 
[email protected] 
Perkuat Gerakan Pemuda-Mahasiswa, Majukan Perjuangan Bersama Kaum Tani dan 
Rakyat di Indonesia, Perhebat Perjuangan Rakyat Melawan Seluruh Aturan 
Pelaksanaan Reforma Agraria Palsu Jokowi Yang di Kontrol Imperialis Amerika 
Yang Mempercepat Perampasan Tanah!
Bubarkan IMF Dan World Bank! 
Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) menyampaikan Hormat dan Apresiasi 
setinggi-tingginya kepada seluruh kaum tani di Indonesia dalam Peringatan Hari 
Tani Nasional (HTN) yang ke-58 Tahun, perjuangan kaum tani telah memberikan 
pelajaran penting bagi pemuda-mahasiswa sekarang ini, karena dengan gigih 
berjuang untuk menciptakan perubahan bagi masyarakat dan negeri ini agar 
terwujudnya Reforma Agraria Sejati. 
Dalam salah satu dari seruan Soekarno dalam awal mula pemerintahanya adalah 
Land Reform yang memberikan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia yang 
mayoritas adalah petani. Sejak itu ditahun 1960 dibuatlah Undang-Undang No. 5 
Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau dikenal dengan 
UUPA. Namun itu, tetap hanya menjadi mimpi. 
Bahkan implementasi Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 yang dikenal dengan UU 
Penanaman Modal Asing yang dibuat oleh Rezim Diktator Soeharto, melalui program 
penanaman modal asing atau investasi telah menyurutkan implementasi Reforma 
Agararia Sejati, dan singkatnya tanah-tanah kaum tani tetap dirampas dan 
meningkatnya monopoli tanah. Kegagalan program reforma agraria sejati di masa 
lalu telah menjadikan pembangunan Industri Nasional di negeri ini tidak mungkin 
dilaksanakan, karena produk yang dihasilkan dari kaum tani yang bekerja keras 
hanya menjadi keuntungan para tuan tanah itu sendiri. 
Bahkan tidak dijalankanya Reforma Agraria Sejati, produksi pertanian tetap 
terbelakang hingga saat ini, sehingga menghambat ekonomi Negara dan hanya 
memuaskan dahaga pasar luar negeri untuk mendapatkan bahan baku murah atas 
Negara Indonesia. Sekali lagi, Program Percepatan Reforma Agraria Jokowi 
Bukanlah Kemengan Yang diraih Pemerintahanya untuk Kaum Tani dan Rakyat Seluruh 
Negeri! 
Pemerintah Jokowi-JK melalui kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan 
Pertanahan Nasional (BPN) telah secara terang menunjukan pengabdian setianya 
untuk memuluskan jalan nya Reforma Agraria ala World Bank, dalam persetujuanya 
pada 18 Juli 2018 lalu International Bank for Reconstruction and Development 
(IBRD) dari World Bank memberikan pinjaman Program Percepatan Reforma Agraria 
(Kebijakan Satu Peta/ One Maps Policy) dengan biaya sebesar US$240 juta, dan 
US$200 Juta berasal dari World Bank dan US$40 Juta dari pemerintah. 
Maka dapat dipastikan pinjaman hutang World Bank untuk percepatan Reforma 
Agraria Tidak akan menyasar perusahaan-perusahaan besar yang telah memonopoli 
dan merampas tanah kaum tani di Indonesia karena mendapatkan modal investasi 
serta hutang dari World Bank dan IMF, hanya akan menguatkan keberadaan Tuan 
Tanah di Indonesia, namun akan mempercepat sertifikasi dan penetapan Tanah 
Objek Reforma Agraria (TORA) yang sejak dahulu sudah dikelola oleh kaum tani 
serta tanah-tanah eks HGU juga tanah-tanah sisa, yang bersandar pada kebutuhan 
dan kepentinganya Tuan Tanah untuk mendapatkan bahan mentah dengan cara akan 
membuat klaster atas komoditas tanaman dan kebutuhan pasar agar tetap dapat 
dikontrol oleh Investasi dan hutang , dan Percepatan Reforma Agraria Jokowi 
merupakan kepastian bagi kapitalis monopoli untuk mendapatkan fasilitas 
infrastruktur untuk mempercepat distribusi barang serta memotong cost untuk 
lebih murah, seiring dengan memberikan sertifikat sesuai dengan peta 
infrastruktur yang akan dibangun karena kedudukanya ada didalam satu program 
yaitu Kebijakan Satu Peta (One Map Policy). 
Pemuda-Mahasiswa Bergabunglah Bersama Perjuangan Kaum Tani dan Rakyat Tertindas 
di Indonesia untuk Mewujudkan Reforma Agraria Sejati, Menentang Pertemuan 
IMF-WB di Nusa Dua, Bali dan Lawan Seluruh Kebijakan serta Tindasan Rezim Fasis 
Jokowi! 
Kita sekarang dihadapkan dengan keadaan krisis ekonomi global yang semakin akut 
dan berkepanjangan serta meningkatnya tindakan Fasisme terhadap rakyat, di 
negeri Setengah Jajahan dan Setengah Feodal di Indonesia, Rezim Jokowi juga 
telah melakukan seluruh tindakan Intimidasi, Kekerasan, Teror, Penangkapan 
hingga Pembunuhan terhadap rakyat yang berjuang bahkan bagi pemuda mahasiswa 
terus dihadap-hadapkan dengan tindakan Drop Out. 
Dengan tidak dijalankanya Reforma Agraria Sejati maka tidak heran biaya 
pendidikan semakin mahal dan seluruh aturan pendidikan yang diciptakan oleh 
negara saat ini terkhusus Undang-Undang Perguruan Tinggi (UUPT) No. 12 Tahun 
2012, esensinya bukan untuk melayani kepentingan rakyat, sistem UKT memberikan 
bukti nyata kondisi pendidikan tidak dijamin oleh Negara, , bahkan mayoritas 
institusi pendidikan saat ini menjalankan dan mengambil proyek riset dan 
penelitiaan yang ditugaskan kepada mahasiswa untuk mengembangkan studi dari 
kepentingan Tuan Tanah dan Imperialisme AS di Indonesia. 
Waktu dekat ini IMF dan WB akan menggelar Pertemuan Tahunanya di Nusa Dua, Bali 
pada tanggal 8-14 Oktober 2018. Agenda IMF dan Group Bank Dunia untuk pertemuan 
tahunan kali ini difokuskan untuk memobilisasi keuangan swasta dan menarik 
bisnis besar untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur yang menguntungkan 
khususnya di negara-negara terbelakang. Di bawah tema “Maximizing Finance for 
Development (MFD)/Memaksimalkan Pembiayaan untuk Pembangunan”. 
Dalam Peringatan 58 Tahun Hari Tani Nasional (HTN) dan Merespon atas akan 
diselenggarakanya Pertemuan Tahunan IMF dan WB pada 8-14 Oktober 2018, maka 
Komite Eksekutif Nasional Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (KEN SDMN) 
menyatakan sikap “Perkuat Gerakan Pemuda-Mahasiswa, Majukan Perjuangan Bersama 
Kaum Tani dan Rakyat di Indonesia, Perhebat Perjuangan Rakyat Melawan Seluruh 
Aturan Pelaksanaan Reforma Agraria Palsu Jokowi Yang di Kontrol Imperialis 
Amerika Yang Mempercepat Perampasan Tanah! Bubarkan IMF Dan World Bank!”, serta 
mendukung perjuangan kaum tani dan seluruh rakyat lainya dengan menuntut : 
1. Wujudkan Reforma Agraria Sejati sebagai Syarat Pembangunan Industrialisasi 
Nasional!
2. Menolak Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) dan Program Reforma Agraria 
Palsu dan Perhutanan Sosial Pemerintah Jokowi serta seluruh paket Kebijakan 
Ekonomi Jilid 1-16 yang memerosotkan kehidupan rakyat!
3. Menolak Rencana Perpres Percepatan Reforma Agraria Pemerintah Jokowi!
4. Hentikan Intimidasi, Teror, Kekerasan, Penangkapan hingga Pembunuhan yang 
melanggar HAM terhadap Kaum Tani dan rakyat Indonesia.
5. Hentikan Monopoli atas Input Sarana Produksi Pertanian (Bibit, Pupuk, 
Obat-Obatan Pertanian) oleh perusahaan-perusahaan multinasional milik 
imperialis, serta turunkan harga sewa tanah yang tinggi, naikan upah buruh 
tani, serta hentikan seluruh praktek pinjaman dan peribaan yang mencekik serta 
jamin dan naikan harga komoditas pertanian hasil produksi kaum tani.
6. Hentikan seluruh kerjasama hutang dan investasi oleh IMF dan Bank Dunia 
serta seluruh lembaga keuangan dunia yang telah mendikte kebijakan dan program 
yang memasifkan perampasan dan monopoli tanah kaum tani, suku bangsa minoritas, 
nelayan dan rakyat diperkotaan lainya.
7. Hentikan Penggusuran dan Pengusiran paksa terhadap kaum tani, suku bangsa 
minoritas, nelayan maupun masyarakat perkotaan atas nama pembangunan, proyek 
konservasi, dan perlindungan lingkungan diseluruh Indonesia.
8. Lawan dan Menentang Pertemuan Tahunan IMF dan WB di Bali, Indonesia pada 
8-14 Oktober mendatang!
9. Cabut UUPT dan Wujudkan pendidikan Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi pada 
Rakyat!
10. Cabut UU Ormas No. 12 Tahun 2017 dan Berikan kebebasan berkumpul dan 
berorganisasi bagi pemuda-mahasiswa serta Hentikan Seluruh Sanksi D.O terhadap 
Mahasiswa yang berjuang! 
Melalui Pernyataan Sikap ini Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN), mari 
bergabung bersama SDMN agar pemuda-mahasiswa di seluruh Indonesia dapat 
mempersatukan dan memperkuat upaya perjuanganya untuk membuktikan kembali 
sejarah perjuangan pemuda-mahasiswa sebagai golongan yang dapat membantu 
perjuangan rakyat khususnya kaum tani, serta SDMN mengajak pemuda mahasiswa 
untuk Berjuang dan Jangan Takut dalam mengambil tindakan untuk perjuangan 
rakyat untuk terwujudnya Reforma Agraria Sejati. Bahkan ajaklah seruan ini 
bergema diseluruh kampus-kampus di Indonesia. 
Jakarta, 24 September 2018 Hormat Kami
Komite Eksekutif Nasional
Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional  Raden Deden Fajarullah
Ketua Umum Andra Mulya
Sekretaris Jendral 

Diterbitkan oleh sdmnpusat
 Lihat semua pos milik sdmnpusat24 September 2018Pernyataan SikapSDMN
Navigasi pos
AGRA, Ungkap Dibalik Keinginan Presiden Keluarkan Perpres Percepatan Reforma 
Agraria
Tinggalkan Balasan

ARSIP
   
   - September 2018

TAGLINE
AGRASDMN
PANSPAGE FACEBOOK SDMN
BUAT SITUS WEB ATAU BLOG GRATIS DI WORDPRESS.COM.ATAS ↑Buat situs web Anda di 
WordPress.comMemulaiPrivasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan 
melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka. 

Kirim email ke