https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116

Sabtu, 06 Okt 2018 23:37 WIB


 Rizal Ramli Sebut Ekonomi RI Lampu


 Merah, Kemenkeu: Tidak Setuju

Hendra Kusuma - detikFinance
Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#> Tweet *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#> Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#> 0 komentar <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#komentar>
Foto: Gibran/ detikcom Foto: Gibran/ detikcom
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4245342/rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah-kemenkeu-tidak-setuju?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.204757392.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#komentar> *Jakarta* - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) angkat bicara menanggapi penilaian Rizal Ramli soal ekonomi Indonesia yang sudah lampu merah. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan bahwa ekonomi nasional masih dalam tren yang baik.

"Kalau disebut lampu merah, kami sangat tidak setuju dan kurang tepat. Karena lampu merah berarti semuanya berhenti," kata Nufransa saat dihubungi *detikFinance*, Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

*Baca juga: *Usai Bertemu Prabowo, Rizal Ramli Sebut Ekonomi RI Lampu Merah <https://finance.detik.com/read/2018/10/05/224558/4244704/4/usai-bertemu-prabowo-rizal-ramli-sebut-ekonomi-ri-lampu-merah>


"Pada kenyataannya kehidupan perekonomian tetap bergerak, inflasi dapat terjaga sehingga harga terkendali, daya beli masyarakat masih tinggi, situasi perbankan tetap normal, dan juga APBN tetap sehat dengan penerimaan negara yang bagus dan realisasi penyerapan anggaran yang sesuai target," sambung dia.

Nufransa menyebut, pelemahan nilai mata uang tidak hanya dialami rupiah saja, melainkan juga mata uang negara emerging market. Hal itu juga dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta situasi geopolitik regional yang menghangat sehingga menimbulkan ketidakpastian.

*Baca juga: *Benarkah Ekonomi RI Sudah Lampu Merah? <https://finance.detik.com/read/2018/10/06/120109/4245048/4/benarkah-ekonomi-ri-sudah-lampu-merah>


Selanjutnya, pekan ini di Italia ada rencana peningkatan defisit fiskal untuk tahun 2019 sebanyak tiga kali lipat dari target awal di Italia yang membuat nilai tukar euro melemah dan dolar AS semakin menguat.

"Hal ini disebabkan semakin banyaknya investor yang melepas euro sebagai dampak kekhawatiran terhadap prospek perekonomian Italia," jelas dia.

*Baca juga: *Prabowo dan Rizal Ramli Kritik Ekonomi RI, KSP: Kondisi RI Baik <https://finance.detik.com/read/2018/10/06/220332/4245252/4/prabowo-dan-rizal-ramli-kritik-ekonomi-ri-ksp-kondisi-ri-baik>


Dinamika global yang sekarang terjadi, kata Nufransa tidak perlu dikhawatirkan namun tetap mewaspadainya.

"Jadi bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan namun tetap kami waspadai. Semuanya akan menuju titik keseimbangan baru atau the new normal," ungkap dia. *(hek/hns)*










Kirim email ke