https://travel.detik.com/travel-news/d-4256428/melihat-2-wajah-bali-di-belanda?tag_from=wp_nhl_judul_17&_ga=2.119477385.1098201058.1539538169-816156576.1539538159
Minggu, 14 Okt 2018 21:55 WIB
TRAVEL NEWS
Melihat 2 Wajah Bali di Belanda
Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Share *0*
<https://travel.detik.com/travel-news/d-4256428/melihat-2-wajah-bali-di-belanda?tag_from=wp_nhl_judul_17&_ga=2.119477385.1098201058.1539538169-816156576.1539538159#>
Tweet *0*
<https://travel.detik.com/travel-news/d-4256428/melihat-2-wajah-bali-di-belanda?tag_from=wp_nhl_judul_17&_ga=2.119477385.1098201058.1539538169-816156576.1539538159#>
Share *0*
<https://travel.detik.com/travel-news/d-4256428/melihat-2-wajah-bali-di-belanda?tag_from=wp_nhl_judul_17&_ga=2.119477385.1098201058.1539538169-816156576.1539538159#>
0 komentar
<https://travel.detik.com/travel-news/d-4256428/melihat-2-wajah-bali-di-belanda?tag_from=wp_nhl_judul_17&_ga=2.119477385.1098201058.1539538169-816156576.1539538159#komentar>
Foto: Pameran 2 wajah Bali di Museum Leiden, Belanda (dok. KBRI Den Haag)
*Leiden* - Nama Bali sudah termasyhur di seantero dunia, tak terkecuali
Belanda. Traveler bahkan bisa melihat 2 wajah Bali di Museum Leiden.
Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda menghadirkan Bali dalam pameran
bertajuk 'Bali-Welcome to Paradise'. Pameran yang akan berlangsung lebih
dari enam bulan ini dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Duta
Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja bersama
Walikota Leiden, Henri Lenferink pada Kamis (11/10) lalu.
Dalam pameran ini, Museum Volkenkunde tidak hanya menampilkan Bali dalam
bayangan para wisatawan, suatu pulau indah dengan pantai berpasir putih,
teras padi yang membentang hijau sepanjang mata memandang, dan juga pura
kuno yang memukau dengan berbagai upacaranya.
Sebagai Museum Etnologi, kurator yang melakukan wawancara dengan
penduduk selama kunjungan tiga minggu di Bali juga mengetengahkan
pandangan masyarakat Bali terhadap perubahan, industri pariwisata,
dampak, dan harapan-harapan mereka.
Melihat 2 Wajah Bali di BelandaFoto: Karya seniman Bali (dok. KBRI Den Haag)
Para pengunjung akan diajak berkeliling Bali sebagai wisatawan (tourist)
yang penuh keingintahuan, dan meninggalkan museum sebagai penjelajah
(traveler) yang diperkaya dengan berbagai pengalaman di Pulau Dewata.
Dalam acara pembukaan tersebut Direktur Umum Museum, Stijn
Schoonderwoerd, meminta Duta Besar Puja menggambarkan Bali dalam
ingatannya, dulu dan sekarang. Duta Besar RI pun menyampaikan bahwa
kunci kesuksesan Bali menjadi salah satu destinasi wisata dunia adalah
karena keindahan alamnya, kehangatan masyarakatnya dan keharmonisannya.
"Salah satu nilai yang selalu dijaga dan dijalankan oleh masyarakat Bali
adalah Tri Hita Karana. Konsep ini mengajarkan keharmonisan hubungan
antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam
lingkungannya" ujar Dubes Puja dalam keterangan persnya kepada
detikTravel, Minggu (14/10/2018).
Melihat 2 Wajah Bali di BelandaFoto: Dubes Puja saat membuka acara (dok.
KBRI Den Haag)
Dengan berpegang pada ketiga konsep keharmonisan tersebut, diharapkan
berbagai perkembangan industri pariwisata akan dapat dikelola dengan
baik untuk menciptakan industri pariwisata yang sehat dan berkelanjutan.
Sekitar 250 undangan yang hadir pada pembukaan tersebut diajak menikmati
lebih dari 250 koleksi karya seni Bali ternama dengan dipandu oleh
penggagas pameran Anna Tiedink dan kurator Francine Brinkgreve. Para
undangan juga dihibur oleh penampilan musik dari DJ Anak Agung Bagus
Gede Krishna Putra Sutedja dengan tarian bali yang dikemas modern.
Antusiasme pengunjung terlihat begitu besar. Seperti dikemukakan oleh
Maarten van Bunningen, salah satu pengunjung yang datang dari Den Haag.
"Saya sangat menyukai hasil karya para seniman Bali dan menjadi lebih
kagum ketika hasil karya tersebut bisa dipamerkan di negara saya," kata
Maarten.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh beberapa orang yang menyatakan akan
kembali datang untuk menikmati pameran dalam waktu yang lebih santai
dengan mengajak beberapa temannya. Pameran direncanakan berlangsung
sampai dengan 26 Mei 2019. *(wsw/aff)*