Seminar politik di Fakultas peternakan. Apa mau indoktrinasi sapi sapi
supaya jadi banteng ?

On Mon, 15 Oct 2018 at 13:49, ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> *Membongkar Siasat Prabowo Merusak UGM*
>
> http://redaksiindonesia.com/read/membongkar-siasat-prabowo-merusak-ugm.html
> *Oleh : Maryonist Alan* (Alumnus Fapet UGM)
>
> Sedang ramai diviralkan berita tentang pembatalan seminar "politik"
> bertema Kepemimpinan Era Milenial di Kampus FAKULTAS PETERNAKAN UGM yg
> kedua narsumnya adalah Timses Prabowo (tanpa ada timses JKW), yaitu
> Sudirman Said (juga caleg Gerindra) dan Ferry Mursyidan Baldan (Direktur
> Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi). Pihak kampus
> yang merasa dibohongi lantas mencabut izin acara.
>
>
> Kini kubu Prabowo ramai2 menyebarkan info jika UGM sudah membungkam
> diskusi akademik, UGM pro rezim, hingga UGM otoriter. Setelah saya kroscek
> ke teman2 BEM di Fakultas Peternakan, tempat yg semula akan dijadikan tmpat
> seminar trsebut, diperoleh kesimpulan memang semua ini sengaja dilakukan
> kubu Prabowo guna menghancurkan nama UGM. Ini 7 alasannya :
>
> 1. Cacat Izin. Ternyata penyelenggara seminar politik tsb adalah ormas
> bernama Rumah Joglo, Wisma Shorea, dan Leader of Change Association BUKAN
> BEM Fakultas Peternakan (FAPET). Secara administratif, acara yang tidak
> melibatkan organisasi mahasiswa internal kampus tidak boleh digelar.
>
> Surat izin seminar tsb pun trnyata hanya H-2 sebelum acara. Sangat
> beralasan jika acara itu tidak mendapatkan izin. Saya yg berkali2 mengurus
> izin acara kegiatan di UGM paham betul paling lambat permohonan izin acara
> di dekanat harus masuk 7 hari seblm acara digelar.
>
> 2.  Pemalsuan ttd. Lantas kenapa bisa ada yg mencatut nama BEM FAPET? Dari
> pengurus BEM Fapet saya diberi tahu jika yg mencatut nama BEM Fapet ke
> Dekan Fapet UGM bukanlah pengurus BEM Fapet bahkan acara tsb tidak prnah
> dibahas sebelumnya di BEM Fapet. Ironisnya, Panitia penyelenggara acara
> seminar (kampanye politik) itu (yg kini diwawancara banyak media dan
> mengaku diancam DO) bukan mahasiswa Fapet UGM. Meskipun sudah diklarifikasi
> pihak UGM bahwa isu DO kepanitia adalah bualan (hoaks) dari sudirman said..
>
> Ada informasi juga jika panitia yg bukan mahasiswa Fapet itu memalsukan
> ttd dekan, BEM Fapet agar acara seolah diizinkan. Jika itu benar adanya,
> maka itu tindakan pidana. Seluruh mahasiswa UGM saat awal perkuliahan
> dengan sadar menandatangani peraturan bersedia disanksi terberat (DO) jika
> terbukti melakukan tindak pidana.
>
> 3. Kenapa Fapet bukan Fisipol? Seminar politik yg diselenggarakan di FAPET
> memang janggal karena itu bukan bidang keilmuwan mereka, kenapa tidak di
> FISIPOL saja? Tentu karena kalau di FISIPOL acara itu tidak akan bisa
> digelar karena dengan mudah civitas akademikanya mampu mengendus acara itu
> adalah kampanye terselubung dari kubu Prabowo. Selain itu, beberapa tahun
> belakangan memang kemahasiswaan FAPET dikuasai oleh mahasiswa2 dan dosen2
> yg berafiliasi dengan KAMMI (organisasi mahasiswa yg berafiliasi dengan
> PKS), wajar jika kubu Prabowo hampir berhasil melancarkan agenda politik
> trselubungnya melalui pintu FAPET.
>
> 4. Acara tersebut bukan pendidikan politik, karena hanya ada satu
> perwakilan paslon capres. Jika trdapat semua perwakilan, itu tentu tidak
> akan dipermasalahkan karena tidak termasuk kampanye politik, melainkan
> ajang uji visi misi dari insan kampus (sudah dilakukan UGM secara rutin
> setiap pilpres). Jika acara hanya memuat satu prwakilan paslon itu adalah
> bagian dari kampanye politik dan UU Pemilu No. 7 tahun 2017 melarang
> kampanye politik di kampus. Ferry dan Sudirman sebagai timses Prabowo
> semestinya tau itu.
>
> Untuk informasi, acara yg akhirnya dipindah tempat ke sebuah restoran itu
> berganti tema menjadi "DEKLARASI RELAWAN PRABOWO SANDI YOGYAKARTA" dengan
> narsum yang sama.
>
> 5. Selain cacat secara administratif, acara tsb pun cacat secara
> substantif karena bermuatan politis. Mereka (SS dan FMB) pun tahu jika
> pihak kampus akan melarangnya (karena memang dilarang secara konstitusi),
> dan sudah menyiapkan langkah setelah dilarang, yaitu gembar gembor di
> medsos seolah dizalimi. TV One (yg sudah sama2 kita tahu track record
> keberpihakan politiknya) pun habis2an memberitakan topik ini dengan framing
> UGM sangat otoriter, khususnya kepada para oposisi. Nama UGM coba
> dijatuhkan oleh Prabowo.
>
> 6. Kenapa UGM? Prabowo sadar, UGM adalah rumah dan kekuatan utama JKW
> (setidaknya secara kultural). Selain memang JKW alumni UGM, beberapa
> menteri2 kepercayaan JKW pun alumnus UGM, pun kepala badan hingga elit2 di
> daerah seluruh Indonesia yg didominasi lulusan UGM (karena prestasinya).
>
> Dengan menghancurkan kredibilitas UGM (framing UGM anti demokrasi,
> pendukung rezim) maka para lulusan UGM akan coba digerus reputasinya di
> masyarakat. Kekuatan utama JKW pun bisa dilumpuhkan. Itu lah siasat mereka
> sebenarnya.
>
> 7. Prabowo yg memang mengaku Pilpres 2019 adalah kesempatan trakhirnya
> tentu akan menggunakan segala cara untuk menang, trmasuk cara2 kotor
> seperti ini. Alumnus dan mahasiswa UGM perlu waspada, karena kejahatan
> mereka sudah sistemik. Dan untuk kampus lain, sangat mungkin kampus andalah
> yg menjadi target berikutnya. Waspadalah.
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_8239433052777435335_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
> 
>

Kirim email ke