Tesla Sepeninggal Wajahnya 
https://www.jpnn.com/news/tesla-sepeninggal-wajahnya Oleh Dahlan Iskan 
 Selasa, 16 Oktober 2018 – 05:15 WIB
 

 
 jpnn.com - ”This is incorrect.”
 Tiga kata saja. Itulah isi kicauan Elon Musk di Twitter. Kamis lalu. 
Menanggapi berita di koran Inggris, Financial Times.
 Isi berita itu: Elon Musk akan digantikan James Murdoch. Sebagai chairman 
Tesla. Setelah Elon Musk meletakkan jabatan. Akibat perselisihannya dengan 
otoritas pasar modal di New York.
 James Murdoch memang kontroversial. Seperti juga bapaknya: Rupert Murdoch. 
Konglomerat media terbesar di dunia itu.
 Bantahan lewat Twitter itu bisa mewakili perasaan banyak penggemar Tesla. Atau 
pembeli saham Tesla di pasar modal.
 ”James Murdoch belum kelasnya Elon Musk,” begitu umumnya komentar di media 
sosial.
 Tesla memang Elon Musk. Elon Musk adalah Tesla. Ia pulalah ideolog Tesla. Ia 
adalah wajah Tesla.
 
 Elon Musk memang fenomenal. Perusahaan mobil listrik ini langsung bisa 
mengalahkan Ford. Dalam valuasi perusahaan.
 Ibarat manusia, Tesla adalah bayi. Didirikan tahun 2003 lalu.
 Ford adalah orang tua. Didirikan tahun 1903. Sang bayi sudah mengalahkan orang 
tua.
 Elon Musk dipuja. Tapi semua genius ada anehnya.
 Demikian juga Elon Musk. Keanehan itu memuncak setelah Tesla model S3-nya 
tidak sesuai rencana. Telat. Tidak bisa memenuhi pemesanan sesuai jadwal. 
Padahal sudah banyak yang membayar uang muka.
 Tapi minggu pertama Oktober ini problem itu tampak teratasi. Tanggal 1 sampai 
7 Oktober lalu sudah bisa diproduksi 3.700 tesla Model-3. Hampir mencapai 
target 5.000 perminggu.
 Bahkan kalau digabung dengan Tesla, tipe lain produksi minggu pertama Oktober 
ini mencapai 11.500.
 Persoalan teknis di pabriknya sudah teratasi. Sayang Elon Musk keburu emosi. 
Kurang tahan di-bully.
 
 Memang sejak ada persoalan teknis di pabrik Model 3 itu  Elon Musk sering jadi 
sasaran tembak. Jadi objek meme. Jadi bahan ejekan.
 Kecanggihan manajemen Tesla mulai diragukan.
 Puncaknya Agustus lalu. Saat tiba-tiba ia upload di Twitter: akan membawa 
Tesla keluar dari pasar modal. Mundur dari status perusahaan publik. Menjadi 
privat.
 Elon Musk terlihat percaya diri akan masa depan mobil listrik. Kalau publik 
begitu rewelnya ia mau tarik diri dari perusahaan publik. Biar publik kecele 
kelak. Setelah Tesla sukses.
 Caranya: Elon Musk akan membeli saham Tesla yang di tangan publik. Dengan 
harga 20 persen lebih tinggi dari harga pasar. Menjadi USD 419 per lembar. Ia 
bulatkan menjadi USD 420.
 Angka 420 adalah angka emosional. Bagi Elon Musk. Angka bahagia. Memakai angka 
itu bisa mendapat karma yang baik. Katanya. Angka itu ternyata juga simbul obat 
bius mariyuana.
 Twitternya itu bermasalah. Mengumumkan hal sepenting itu tidak boleh 
sembarangan. Apalagi hanya lewat Twitter. Apalagi kemudian diurungkan.
 Harga saham menjadi turun-naik. Secara tidak wajar. Kamis lalu Elon Musk 
kembali memilih angka 420 itu. Setelah ada berita James Murdochlah calon 
penggantinya.
 
 Angka 420 itu kali ini ia pakai untuk upload ke akunnya di Twitter. Yang 
berbunyi ”This is incorrect” itu.  Ia pilih jam uploadnya 4.20.
 Elon Musk begitu yakin masa depan Tesla. Dan, sejak awal Oktober ini mulai 
terlihat.
 Tesla masih punya waktu sampai tanggal 13 Nopember nanti. Untuk mengisi 
jabatan Chairman yang kosong. Belum muncul nama selain James Murdoch. Yang 
selama ini sudah menjabat direktur non eksekutif Tesla.
 James pernah berhasil menjadi chairman perusahaan bapaknya: 21th Century Fox 
dan News Corp. Lalu kesandung masalah di Inggris. Perusahaannya terkait kasus 
penyadapan telepon.
 James berhenti. Lalu jadi direksi di anak perusahaan. Juga sukses. Kini sudah 
kembali ke perusahaan induk. Bahkan sudah hampir pensiun. Biar pun umurnya baru 
45 tahun.
 Sering orang membayangkan kengerian: Tesla tanpa Elon Musk. Padahal bisa juga 
ternyata biasa-biasa saja. Bahkan siapa tahu lebih berjaya.
 Atau ternyata publik kecewa. Elon Musk diminta masuk lagi. Setelah masa 
‘hukuman’ nya selesai.
 
 Elon Musk tetap akan emas.(***)

Kirim email ke