*AS Berikan “Pil Racun” kepada Dunia*
2018-10-15 16:08:59
http://indonesian.cri.cn/20181015/434614a9-9205-23eb-7ca2-e6699e914d54.html
Pada bulan Juli lalu, Kementerian Perdagangan Kanada diganti nama
menjadi Kementerian Internasional multilateral, dengan tujuan untuk
mendorong hubungan perdagangan dengan lebih banyak negara dan tidak
hanya mengandalkan pada AS, salah satu pasar yang ditargetkan Kanada
adalah pasar Tiongkok.
Akan tetapi, AS dan Kanada baru-baru ini mencapai persetujuan yang
disebut Persetujuan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) membuat
Kanada lebih-lebih mengandalkan pada pasar AS, dengan persetujuan itu,
Kanada bahkan kehilangan kebebasannya untuk melakukan perundingan
perdagangan dengan negara lain. Menurut fasal ke-32 USMCA, kalau peserta
USMCA menandatangani persetujuan perdagangan bebas dengan “negara bukan
ekonomi pasar”, peserta lain USMCA berhak mengundurkan diri dari
persetujuan USMCA dalam kurun waktu 6 bulan. Ketentuan itu dianggap umum
berfungsi untuk mengekang Tiongkok. Harian Financial Time Inggris
melaporkan, pada hakikatnya, banyak fasal-fasal dalam persetujuan USMCA
justru berfungsi untuk mengekang Tiongkok.
Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyebut fasal ke-32 USMCA adalah
“fasal pil racun”. Menurut rencana AS, selanjutnya fasal serupa juga
akan dicantumkan dalam persetujuan perdagangan AS dengan Jepang, Uni
Eropa atau Inggris yang telah mundur dari Euro. Namun apakah tujuan AS
itu bakal tercapai? Apakah bisa membentuk satu sistem perdagangan
eksklusif yang mengisolasikan Tiongkok?
Pertama, persetujuan USMCA tersebut tidak bebas pun tidak adil. Karena
kedaulatan dan kebebasan Kanada dan Meksiko terganggu oleh USMCA.
Untuk itu Ketua KADIN Kanada mengatakan, Kanada harus mengingatkan
pelajaran ini, yakin Kanada tidak boleh secara keterlaluan mengandalkan
satu negara, Kanada harus membuka pasar yang multilateral.
Dalam pertemuan dengan Anggota Dewan Negara Tiongkok yang juga Menteri
Luar Negeri Wang Yi, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland
menyatakan, pihaknya akan secara mandiri melakukan perundingan
persetujuan perdagangan bebas dengan negara lain dan menentang
proteksionisme perdagangan.
Kedua, apakah mitra dagang lain akan menerima “fasal pil racun” AS? Ini
adalah hal sangat memusingkan bagi Jepang, karena saat ini AS telah
memberi tekanan kepada Jepang.
Sedangkan Uni Eropa juga tidak akan menelan “pil racun” tersebut tidak
mau menghilangkan kedaulatan dan kemerdekaan sendiri. Uni Eropa juga
tidak mau mencapai “persetujuan setan” dengan AS.
Ketiga, Tiongkok sedang menjalankan transformasi pertumbuhan ekonomi,
giat meningkatkan mutu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan level
konsumsi rakyat. Diperkirakan pasar konsumsi Tiongkok akan sama besar
dengan AS pada tahun ini, sementara itu Tiongkok adalah juga mitra
dagang terbesar bagi 120 negara dan daerah di dunia.
Makanya di dunia ini tiada negara mana yang rela menghilangkan
kesempatan perdagangan dengan Tiongkok.
Tiongkok menganjurkan dan melaksanakan prinsip “menang bersama dan
saling menguntungkan”, sedangkan AS mengembangkan “Amerika First”. Di
bidang hubungan bilateral, AS mungkin bisa memaksakan negara lain, namun
AS tidak bisa menganggu alternatif dagang dan diplomatik negara lain
yang adil, rasional dan normal.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com