"Pidato Novel Bamukmin
<https://www.tempo.co/tag/novel-bamukmin> sempat menjadi
pergunjingan karena menyebut mereka yang mencintai Prabowo bakal
masuk surga."
👇
#Adalah yang "MEMUTUSKAN" MASUK "SURGA" BUKAN MANUSIA yang
sebagai CIPTAAN TUHAN YME belaka!!
#SADARLAH MANUSIA "TIDAK" akan pernah BISA MAMPU MENYAMAKAN
kehendak TUHAN YME.
#Orang beragama HANYA MAMPU MENCINTAI TUHAN YME TANPA PAMRIH ATAU
dengan ikhlas dan JUJUR TIDAK dengan MENAGIH MASUK SURGA KARENA
mencintai NYA!!! 🇮🇩 😘
#Pernyataan ini kebablasan "atau" tidak tahu tentang pengetahuan
Tuhan YME?? 🇮🇩 😘 💐 Atau sadar BERBOHONG karena tidak bisa
"membuktikan" akan kebenarannya masuk surga atau tidak...??
========
Verzonden via Yahoo Mail op Android
<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
Op zo, okt. 14, 2018 om 20:09 schreef Awind j.gedearka@...
<mailto:j.gedearka@...> [temu_eropa]
<[email protected]> <mailto:[email protected]>:
Rasulullah sendiri empat belas abad lalu mewanti-wanti
umatnya agar menjauh dari sikap ghuluw.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ ؛
فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّيْنِ
Artinya: “Wahai manusia, jauhilah berlebih-lebihan dalam
agama karena sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang
sebelum kalian adalah berlebih-lebihan dalam agama.” (HR Ibnu
Majah)
https://nasional.tempo.co/read/1136191/soal-cinta-prabowo-masuk-surga-cak-imin-emang-lu-malaikat/full&view=ok
Soal Cinta Prabowo Masuk Surga, Cak Imin:
Emang Lu Malaikat
Reporter:
Vindry Florentin
Editor:
Syailendra Persada
Minggu, 14 Oktober 2018 15:46 WIB
Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menghadiri
dan mengisi beberapa rangkaian kegiatan di kota Magelang,
Jawa Tengah, Senin, 10 September 2018.
<https://statik.tempo.co/data/2018/09/11/id_732795/732795_720.jpg>
Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menghadiri
dan mengisi beberapa rangkaian kegiatan di kota Magelang,
Jawa Tengah, Senin, 10 September 2018.
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Muhaimin Iskandar atau Cak Iminmenyindir isi ceramah Juru
bicara Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin. Pidato
Novel Bamukmin <https://www.tempo.co/tag/novel-bamukmin>
sempat menjadi pergunjingan karena menyebut mereka yang
mencintai Prabowo bakal masuk surga.
Baca: Pidato Lengkap Novel PA 212 Soal Cinta Prabowo Masuk
Surga
<https://nasional.tempo.co/read/1136018/pidato-lengkap-novel-pa-212-soal-cinta-prabowo-masuk-surga>
Cak Imin mengatakan, mencintai pasangan calon presiden dan
wakil presiden itu tak menjamin seseorang masuk surga. "Emang
lu malaikat," kata Cak Imin di DPP PKB, Jakarta, Ahad, 14
Oktober 2018.
Dia mengatakan, akan lebih tepat jika sekedar mendoakan,
bukan menjamin seseorang masuk surga. Cak Imin mencontohkan,
ulama di Jawa Timur akan mendoakan masyarakat yang menyoblos
PKB di pemilihan umum nanti. "Bukan masuk surga, saya doakan
khusnul khotimah," kata dia
Cak Imin mengatakan urusan pilihan politik dan surga ini
bukan penistaan agama. "Doa itu," katanya.
Seruan Novel Bamukmin disampaikan saat memimpin doa sebelum
acara Deklarasi Perempuan Prabowo di Jakarta Pusat, Jumat 12
Oktober 2018. Sebelum membaca doa, dia menyampaikan ceramah.
"Mau masuk surga? Cinta sama Allah? Cinta sama Rasulullah?
Cinta sama Prabowo? Cinta sama Sandiaga Uno? Betul? Insya
Allah masuk surga" ujar Novel. Dia mengatakan, pemimpin yang
tidak mengkriminalisasi ulama, maka orang tersebut sudah
berada di jalan yang tepat untuk bisa masuk surga.
Simak juga: Dari Farhat Abbas hingga Novel PA 212 Soal Tiket
Surga di Pilpres
<https://nasional.tempo.co/read/1135900/dari-farhat-abbas-hingga-novel-pa-212-soal-tiket-surga-di-pilpres>
Pernyataan Novel Bamukmin
<https://www.tempo.co/tag/novel-bamukmin> menjadi
perbincangan di masyarakat. Anggota Badan Komunikasi Partai
Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan tim Prabowo Subianto -
Sandiaga Uno akan mengingatkan juru bicara Persaudaraan
Alumni 212, Novel Bamukmin, agar tak bermain isu suku, agama,
ras, dan antargolongan (SARA).