butuh banyak biaya untuk jadi pejabat.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Kok pejabat2 justru memajaki proyek ?

 On Sat, 20 Oct 2018 at 02:18, Sunny ambon ilmesengero@... 
mailto:ilmesengero@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> wrote:

   
 
 
 
https://news.detik.com/berita/d-4264972/diperiksa-kpk-steffy-bicara-duit-rp-1-m-pergi-ke-turki-bareng-irwandi
 
https://news.detik.com/berita/d-4264972/diperiksa-kpk-steffy-bicara-duit-rp-1-m-pergi-ke-turki-bareng-irwandi
 
 
 ita https://news.detik.com/berita / Detail Berita 
 Follow detikcom https://twitter.com/detikcom https://instagram.com/detikcom/ 
 
 
 
 Sabtu 20 Oktober 2018, 01:39 WIB
 Diperiksa KPK, Steffy Bicara Duit Rp 1 M-Pergi ke Turki Bareng Irwandi Haris 
Fadhil - detikNews
 
 
 
 Steffy Burase setelah diperiksa KPK, Sabtu (20/10/2018) dini hari. (Haris 
Fadhil/detikcom) 
 
 
 
 
 Jakarta - 
 Fenny Steffy Burase berbicara tentang penerimaan duit Rp 1 miliar setelah 
diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi 
Yusuf. Steffy mengaku duit itu diterimanya untuk keperluan Aceh Marathon.
 "Jadi tadi itu diklarifikasi. Jadi Rp 1 miliar itu yang saya sayangkan kenapa 
tidak dibilang untuk apa. Tapi berita yang disampaikan itu adalah Rp 1 miliar 
untuk Steffy Burase. Tadi sudah diklarifikasi. Bukan sekaligus Rp 1 miliar, ya. 
Beberapa tahap, mungkin ada 10 sampai 12 tahap. Itu semua untuk pendanaan event 
Aceh Marathon," kata Steffy setelah diperiksa lebih dari 12 jam di gedung KPK, 
Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10/2018).
 Steffy menjelaskan soal duit saat ditanya mengenai keterangan Teuku Fadhilatul 
Amri dalam persidangan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, yang mengaku pernah 
mentransfer uang Rp 1 miliar ke Steffy. Dia mengatakan tak pernah menerima uang 
untuk keperluan pribadinya.
 Baca juga: KPK Telusuri Aliran Duit Suap Gubernur Aceh ke Steffy Burase
 


 
 "Saya tidak pernah menerima sumbangan pribadi ya, untuk biayai kehidupan 
pribadi saya. Tapi memang benar-benar untuk keperluan event," jelasnya.
 Selain itu, Steffy membantah jika dikatakan dirinya menghubungi sejumlah 
pejabat di Aceh untuk minta uang dengan menggunakan pengaruh Irwandi. Dia 
mengatakan hanya mengenal pejabat di Dinas Olahraga dan Dinas Pariwisata Aceh 
karena keperluan event.
 Steffy Burase setelah diperiksa KPK, Sabtu (20/10/2018) dini hari. (Haris 
Fadhil/detikcom)
 

"Itu totally hoax. Saya jamin 100 persen nggak ada. Kita kalau bicara gosip, ya 
sampai ada yang bilang saya punya proyek Rp 1 T. Tapi yang sebenarnya saya tahu 
adalah Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata. Cuma itu yang berkaitan Aceh 
Marathon. Di luar itu hoax," ujarnya.
 Steffy kemudian menjawab pertanyaan soal apakah dirinya pernah pergi ke Turki 
bersama Irwandi. Dia mengatakan memang pernah ke Turki untuk keperluan syuting 
program pesantren.
 "Oh iya, saya syuting untuk program pesantren di Istanbul, pesantren 
Sulaimaniyah, Turki," ujarnya.
 Steffy merupakan salah satu saksi yang dicegah ke luar negeri. KPK juga 
membekukan rekening milik Steffy.
 Baca juga: 12 Jam Berlalu, Steffy Burase Masih Diperiksa KPK
 


 
 Belakangan, KPK mengungkap Irwandi dan Steffy sudah menikah secara siri. Hal 
itu dibeberkan KPK dalam sidang praperadilan kasus suap Irwandi di Pengadilan 
Negeri Jakarta Selatan. Irwandi dan Steffy kompak membantah soal pernikahan 
tersebut.
 Selain itu, KPK turut membuka sejumlah peran Steffy dalam kasus ini dalam 
sidang praperadilan tersebut. Peran-peran Steffy itu tercantum dalam berita 
acara pemeriksaan (BAP) sejumlah saksi yang dibacakan untuk mendukung argumen 
KPK dalam menjawab dalil praperadilan Irwandi.
 Namun Steffy mengaku tidak tahu-menahu soal kasus suap yang menjerat Irwandi 
itu.
 KPK menetapkan Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi sebagai 
tersangka. Ahmadi diduga memberikan suap Rp 500 juta dari commitment fee Rp 1,5 
miliar atau 10 persen ke Irwandi demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur 
yang menggunakan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).
 KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, 
sementara 2 persen di tingkat kabupaten. Sebagian dari duit suap Rp 500 juta 
itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.
 KPK juga menetapkan Irwandi sebagai tersangka penerima gratifikasi. Dia diduga 
menerima duit Rp 32 miliar terkait proyek pembangunan dermaga Sabang.
 
(haf/fdn)
 
 


 
 
 
 


 

Kirim email ke