saya ingin tahu pandangan anda.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Lha, ya bung kan mestinya punya opini tentang omongan ini ?

 On Sat, 20 Oct 2018 at 06:41, jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> wrote:

 
 kalau "Jokowi titisan Allah" dan "Cinta Prabowo Masuk Surga" termasuk yg mana?

---In [email protected] mailto:[email protected], <djiekh@...> 
wrote :

 Memang kenyataannya begitu. Ada opini yang belakangan ternyata tidak benar, 
ada yang ternyata sebagian besar benar, ada juga yang benar setelah 
dibandingkan dengan fakta2 baru  yang ditemukan.
 Opini bisa sama sekali ngawur, membangun prasangka, atau berdasarkan 
prasangka, Ada juga yang
 dibangun berdasarkan fakta2, dan tiap kali diperbarui berdasarkan fakta2 baru 
yang ditemukan.
 Ada juga opini dari orang2 yang bekerja bukan di bidangnya. bukan asbun, 
tetapi memang tidak dapat
 memahami persoalan secara keseluruhan, hanya tahu dari satu segi saja. Ada 
juga yang berdasarkan 
 keahlian, seperti patient minta second opinion dari dokter lain atau dokter 
yang minta  second opinion 
 dari colleganya.
 



 On Sat, 20 Oct 2018 at 04:53, jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> wrote:

 
 hal itu sudah bukan opini lagi.

---In [email protected] mailto:[email protected], <djiekh@...> 
wrote :

 Opini bisa juga jadi fakta baru, kalau setelah penyelidikan terbukti memang 
benar. Opini terhadap kenyataan yang sama bisa berbeda. Dalam hal ini orang 
melihat
 yang mana argumentasinya berdasarkan lebih banyak pada fakta2 dan pada
 perkembangannya, opini mana yang terbukti benar.


 On Sat, 20 Oct 2018 at 03:50, jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> wrote:

   

 tepat, begitulah. hal yg menunjukkan "Opini yang dibikin berdasarkan fakta-pun 
tetap bukan fakta"
 
---In [email protected] mailto:[email protected], <djiekh@...> 
wrote :

 Premise 1 :Kunyuk makan pisang Premise 2 : A makan pisang
 Lalu disimpulkan A adalah kunyuk, sedangkan kenyataannya A adalah bukan kunyuk,
 berarti logikanya tidak benar, karena ternyata yang makan pisang bukan hanya 
kunyuk.
 

 Lain kalau : Hanya kunyuk makan pisang
 A makan pisang. Jadi A adalah kunyuk.


 On Sat, 20 Oct 2018 at 01:58, jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> wrote:

   Opini yang dibikin berdasarkan fakta-pun tetap bukan fakta. Opini adalah 
subjektif tergantung pandangan seseorang, bisa benar bisa salah.
 
 Contoh:
 Nesare makan pisang ==> fakta
 Kunyuk makan pisang ==> fakta
 Kalau begitu Nesare itu kunyuk ==> opini yang dibangun pada fakta, bisa benar 
bisa salah.

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@...> 
wrote :

 Yang bilang nesare = kunyuk itu fakta siapa?
 Ente yang bilang nesare = kunyuk itu fakta kan?
  
 Ini loh tulisan ente:
 Contoh:
 Nesare makan pisang ==> fakta
 Kunyuk makan pisang ==> fakta
 Kalau begitu Nesare itu kunyuk ==> opini yang dibangun pada fakta, bisa benar 
bisa salah.
  
 Koq suka memfitnah orang ya?!
  
 Ini mah bukan goblok lagi. Sudah gila!!!
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
<[email protected] mailto:[email protected]> 
Sent: Friday, October 19, 2018 4:14 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re:[temu_eropa] Soal Cinta Prabowo Masuk Surga, Cak 
Imin:,Emang Lu Malaikat


  
  
 Oh.... jadi "Nesare = kunyuk" merupakan fakta.

 Iya deh. 

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Maen2 logika nih yeah!!!!
  
 Aduh gobloknya koq bisa bilang nesare makan pisang = fakta?
 Dari mana ente tahu ane makan pisang?
  
 Hehehehehe
 Minta ampun gobloknya!
 Ente kan membangun opini tanpa pakai fakta dengan contoh nesare = kunyuk makan 
pisang inikan?!!



 Ini logika gobloknya minta ampun!
 Ente mau berargumen opini = bukan fakta, sekarang kasih contoh “nesare = 
kunyuk makan pisang” sbg fakta.
 (Kalau begitu Nesare itu kunyuk ==> opini yang dibangun pada fakta, bisa benar 
bisa salah.) 
  
 Ampun ampun!!!
 Nesare
  
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
<[email protected] mailto:[email protected]> 
Sent: Friday, October 19, 2018 11:09 AM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re:[temu_eropa] Soal Cinta Prabowo Masuk Surga, Cak 
Imin:,Emang Lu Malaikat


  
  
 Opini yang dibikin berdasarkan fakta-pun tetap bukan fakta. Opini adalah 
subjektif tergantung pandangan seseorang, bisa benar bisa salah.

  

 Contoh:

 Nesare makan pisang ==> fakta

 Kunyuk makan pisang ==> fakta

 Kalau begitu Nesare itu kunyuk ==> opini yang dibangun pada fakta, bisa benar 
bisa salah. 

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Hehehehe definisi opini saja sudah salah, eh sekarang fitnah ane bilang opini 
= fakta.
 Wong opini itu bisa berdasarkan fakta maupun bukan fakta tetapi ente YANG 
GOBLOK BILANG OPINI = BUKAN FAKTA!
  
 Sampai segini jauh masih gak ngerti salahnya! GOBLOK ENGGAK?!!!
  
 Oh yang ngomong "Jokowi titisan Allah" adalah dari pihak Jokowi tokh?!!
 Tetapi kenapa ente bilang Jokowi membawa issue agama dan harus 
didiskwalifikasi?
 Ini loh tulisan ente: ”Baik Jokowi ataupun Prabowo keduanya membawa isue agama.
 Bagaimana kalau kedua belah pihak di-diskwalifikasi?”
  
 Koq bisa2nya “pihak Jokowi” disamakan dengan “jokowi”?
  
 Ini fakta atau opini hehehehehehehe????!!!!
  
 Nesare
  
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
<[email protected] mailto:[email protected]> 
Sent: Friday, October 19, 2018 10:22 AM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re:[temu_eropa] Soal Cinta Prabowo Masuk Surga, Cak 
Imin:,Emang Lu Malaikat


  
  
 Anda benar2 bikin orang geleng2 kepala, kelihatannya anda seringkali 
menganggap opini seseorang sebagai fakta. pantas.....

 Kasihan sekali.

  

 Yang ngomong "Jokowi titisan Allah" adalah dari pihak Jokowi sendiri.

  

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Benar kami orang Indonesia mengerti kelemahan kami dalam bersekolah. Bukan di 
SD melainkan sampai PT pun kami banyak kelemahannya.
  
 Lebih parah lagi adalah ente yg sudah lulus katanya PT di USA tetapi bisa2nya 
bilang: opini = bukan fakta. Hik hik hik.
 Apakah ente tidak malu sudah lulus dari PT negara super power lagi, koq kalah 
dengan kami2 yang hanya lulus SD dan dari Indonesia lagi!
  
 










































Kirim email ke