Bambang Djalisnetra membagikan kiriman.
15 jam · Denny SiregarSukai Halaman19 jam · 
JANJI BOHONG ( LAGI ) PRABOWO

Apapun akan diperbuat Prabowo untuk menaikkan elektabilitasnya yang makin turun 
di Pilpres ini..

Mulai peristiwa Operasi Plastik sampai pembakaran bendera HTI, terus menerus 
ditunggangi hanya supaya ia bisa berkuasa kali ini. Ini memang periode terakhir 
Prabowo, jadi dia harus habis-habisan, meski logistik agak cekakan..

Kali ini Prabowo berorasi bahwa ia berjanji tidak akan impor apa-apa lagi jika 
ia memimpin nanti. Dan ini disampaikan di depan pendukungnya, yang sama-sama 
sedang bermimpi..

Mimpi ?? Ya jelas mimpi, karena dalam sejarah tidak ada negara di dunia yang 
tidak impor apapun dari negeri lain. Impor harus ada demi memenuhi kebutuhan 
dalam negeri yang tidak bisa diproduksi..

Sebagai contoh, Indonesia adalah pengekspor hasil laut terbesar ke lima di 
dunia. Negara-negara yang tidak punya laut jelas mengimpor dari Indonesia. Tapi 
mereka juga mengekspor barang yang tidak dipunyai Indonesia, seperti gandum 
misalnya, yang tidak diproduksi disini.

Jadi mana mungkin kita tidak akan impor apa-apa dari negara lain ? Bisa-bisa 
kita tidak produksi mie instan yang jadi makanan pokok kedua disini..

Semaju-majunya negara pasti dia impor. Amerika saja sebagai acuan negara maju, 
impor banyak barang senilai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Tapi mereka 
juga ekspor sesuatu ke banyak negara. Jadi seimbang. Karena masalah ekspor 
impor bukan hanya masalah ketahanan negara, tetapi juga masalah hubungan baik 
dengan negara tetangga.

Seperti tinggal di komplek perumahan, masak kita bisa memenuhi hidup kita 
dengan produksi sendiri di rumah ? Tentu kita belanja untuk memenuhi kebutuhan 
karena tidak ada orang yang sanggup hidup sendirian.

Tapi, ya itu tadi, Prabowo menjual mimpi kepada pendukungnya yang juga pemimpi..

Dikira tidak impor itu gagah. Dikira mampu produksi sendiri apapun juga. Itu 
namanya sombong, tidak melihat kemampuan diri sendiri.

Contoh sederhana lagi untuk kampret yang durhaka, semisal produksi beras anjlok 
karena kemarau panjang. Apa kita mau tidak makan beberapa hari karena pasokan 
beras kurang ? Ya tentu tidak. Kita harus impor dari negara lain untuk menjaga 
konsumsi kita yang tidak bisa berhenti. Kalau pasokan beras kurang, beras jadi 
mahal, siapa yang teriak nanti ? Ya ente-ente juga, akhi..

Padahal zaman Nabi Muhammad Saw saja, impor ekspor itu adalah hal biasa. Itulah 
kenapa ada jalur sutra yang berfungsi sebagai pertukaran hasil bumi antar 
negara. Lha itu Prabowo pengen Indonesia terkucil apa ?

Mimpi Prabowo seperti mimpi anak kecil. Gagah berkoar tapi tidak melihat 
kenyataan yang ada. Emosional dan tidak rasional. Pokoknya asal mangap, tidak 
pake hitung-hitungan. Kacau, kan ?

Padahal Prabowo di sekitarnya pasti impor juga. Handphone impor, jam tangan 
impor, mobil impor, kacamata impor, baju impor dan kuda pasti impor.

Yang tidak impor mungkin cuma satu, yaitu kesendirian..

Kesendirian memang tidak bisa diimpor. Bisanya diekspor dalam bentuk curhat 
yang melelahkan di status medsos setiap malam minggu menjelang. "Freddie 
Mercurie aja gandengan, masak gua nonton sendirian ?? 😭😭"

Seruput kopi impor dulu ahh..

Denny Siregar

Kirim email ke