https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4288821/jangan-dihina-ini-aneka-tradisi-budaya-asli-tampang-boyolali?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.191378858.1616592579.1541431301-973087413.1541431301
Senin, 05 Nov 2018 21:45 WIB
DOMESTIC DESTINATIONS
Jangan Dihina! Ini Aneka Tradisi Budaya
Asli Tampang Boyolali
Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Share *0*
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4288821/jangan-dihina-ini-aneka-tradisi-budaya-asli-tampang-boyolali?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.191378858.1616592579.1541431301-973087413.1541431301#>
Tweet *0*
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4288821/jangan-dihina-ini-aneka-tradisi-budaya-asli-tampang-boyolali?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.191378858.1616592579.1541431301-973087413.1541431301#>
Share *0*
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4288821/jangan-dihina-ini-aneka-tradisi-budaya-asli-tampang-boyolali?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.191378858.1616592579.1541431301-973087413.1541431301#>
6 komentar
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4288821/jangan-dihina-ini-aneka-tradisi-budaya-asli-tampang-boyolali?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.191378858.1616592579.1541431301-973087413.1541431301#komentar>
Tradisi Sebaran Apem di Pengging, Boyolali (Ragil Ajiyanto/detikcom)
*Boyolali* - Boyolali ternyata kaya akan acara tradisi seni dan budaya.
Tradisi-tradisi ini masih dilestarikan sampai sekarang. Jangan dihina ya!
Warga Boyolali masih setia melangsungkan acara tradisi yang diwariskan
secara turun temurun dari leluhur mereka. Ada beberapa tradisi yang
usianya bahkan sudah menembus ratusan tahun.
Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Senin (5/11/2018) berikut
beberapa tradisi asli Boyolali:
*1. Lebaran dan Arak-arakan Sapi*
(Ragil Ajiyanto/detikTravel)(Ragil Ajiyanto/detikTravel)
Setahun sekali, saat akhir perayaan lebaran (H+7) yang bertepatan dengan
lebaran ketupat (1 Syawal). Masyarakat Dukuh Mlambong, Desa Sruni,
Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolal akan menggelar Lebaran Sapi dan acara
arak-arakan.
Ratusan ekor sapi milik warga akan dikeluarkan dari kandang. Sapi-sapi
itu lalu dikalungi ketupat, kemudian diarak keliling kampung.
Tradisi syawalan dengan menggembala hewan ternak keliling kampung ini
merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun sejak lama.
Tradisi ini merupakan peninggalan dari nenek moyang yang akan terus
dibudayakan dan dilestarikan.
*2. Upacara Mendhak Tirta dan Pawai Ogoh-ogoh*
(Ragil Ajiyanto/detikTravel)(Ragil Ajiyanto/detikTravel)
Setiap Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Boyolali akan menggelar Upacara
Mendhak Tirta atau pengambilan air suci. Air ini diambil dari Umbul
Siraman Dalem, kompleks Umbul Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali.
Air suci dari umbul itu akan digunakan dalam upacara Tawur Agung di
pelataran Candi Prambanan. Ratusan umat Hindu dari Boyolali, Surakarta
dan Sukoharjo akan memulai perjalanan dengan kirab sejauh 1 km.
Menurut ajaran Hindu, air adalah wahana pembersihan dan pensucian,
dimana segala noda dosa yang disandang manusia akan disucikan dengan
tirta dan akan lepas dari belenggu karma.
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2018/03/13/086ec17c-dbfb-4506-89af-581409a21134.jpeg?a=1
(Ragil Ajiyanto/detikTravel)
Saat Nyepi, ada juga tradisi pawai Ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh ini disiapkan di
Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, Boyolali.
Ogoh-ogoh merupakan simbol kejahatan. Setelah diarak keliling, biasanya
ogoh-ogoh ini akan dibakar sebagai simbol bahwa kejahatan sudah dikalahkan.
*3. Festival Tungguk Tembakau*
(Ragil Ajiyanto/detikTravel)(Ragil Ajiyanto/detikTravel)
Mengawali panen tembakau, warga Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali
akan menggelar Festival Tungguk Tembakau. Acara diawali dengan mengarak
Gunungan tumpeng terdiri gunungan nasi, gunungan daun tembakau dan
gunungan hasil bumi.
Setelah melalui prosesi ritual dan doa bersama, dilanjutkan makan
bersama dari gunungan nasi yang dibawa. Selanjutnya dilakukan pemetikan
perdana daun tembakau.
Tungguk tembakau merupakan acara tradisi yang dilakukan turun temurun
untuk menyambut panen. Selain itu juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan
atas tumbuh suburnya tanaman tembakau.
*4. Tradisi Saparan*
(Ragil Ajiyanto/detikTravel)(Ragil Ajiyanto/detikTravel)
Memasuki bulan Sapar, warga Boyolali akan menggelar tradisi Saparan. Di
acara ini, ada pembagian gunungan apem setinggi 2,5 meter yang selalu
habis diserbu warga. Ada sekitar 30 ribu apem yang dibagikan dalam acara
ini.
Tradisi ini telah berumur ratusan tahun, pada masa pemerintahan Paku
Buwono II di Keraton Surakarta. Awal mula tradisi ini, konon dimulai
karena terjadi wabah hama keong emas yang meyerang tanaman warga. Sang
raja lalu memerintahkan agar keong emas itu dimasak dengan cara dikukus
dan dibalut janur (daun kepala muda).
Setelah wabah hilang, sebagai rasa syukur warga membuat apem kukus keong
emas untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat luas. Tradisi itu akhirnya
berlanjut sampai sekarang.
*5. Tradisi Padusan jelang Ramadan*
(Ragil Ajiyanto/detikTravel)(Ragil Ajiyanto/detikTravel)
Setiap menjelang Ramadan, warga Boyolali juga mengenal tradisi Padusan.
Tradisi ini untuk menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa di
Bulan Ramadan.
Lokasinya berada di kompleks wisata Umbul Pengging, yaitu di Umbul
Tirtomarto dan Umbul Sungsang. Selain di Pengging, padusan juga digelar
di objek wisata Umbul Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota.
Serta di Umbul Tirto Mulyo, Kecamatan Sawit. *(bnl/aff)*
boyolali <https://www.detik.com/tag/boyolali/> tampang boyolali
<https://www.detik.com/tag/tampang-boyolali/> festival
<https://www.detik.com/tag/festival/> tradisi unik
<https://www.detik.com/tag/tradisi-unik/>