Rupiah Dibuka Menguat di Rp14.782,5 per Dolar AS
Rabu , 14 November 2018 | 10:20
http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/4707/rupiah_dibuka_menguat_di_rp14_782_5_per_dolar_as
Rupiah Dibuka Menguat di Rp14.782,5 per Dolar AS
Sumber Foto Dok/Ist
Rupiah
POPULER
Kurs Rupiah di Pasar Spot Dibuka Rp 14.835
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/4707/ekonomi/read/4684/%22>Harga
Minyak Anjlok 7 Persen
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/4707/ekonomi/read/4703/%22>Rupiah
Dibuka Menguat di Rp14.782,5 per Dolar AS
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/4707/ekonomi/read/4707/%22>
Listen to this
JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp14.782,5 per dolar
Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot, Rabu (14/11/2018).
Posisi ini menguat 22,5 poin dari perdagangan kemarin sore di Rp14.805
per dolar AS.
Sementara hingga pukul 08.35 WIB, rupiah terus bergerak menguat ke
posisi Rp14.767,5 per dolar AS.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bersandar di zona hijau. Won Korea
Selatan menguat 0,27 persen, baht Thailand 0,18 persen, ringgit Malaysia
0,1 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, dan peso Filipina minus
0,04 persen. Hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang melemah,
masing-masing minus 0,09 persen dan minus 0,02 persen.
Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang kompak menguat dari
mata uang Negeri Paman Sam. Poundsterling Inggris menguat 0,25 persen,
euro Eropa minus 0,11 persen, dolar Australia minus 0,07 persen, franc
Swiss minus 0,06 persen, rubel Rusia minus 0,06 persen, dan dolar Kanada
minus 0,06 persen,
Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan
bergerak positif pada hari ini dengan kecenderungan menguat karena
pengaruh sentimen dari luar dan dalam negeri. Ia memperkirakan rupiah
bergerak di rentang Rp14.785-14.815 per dolar AS.
Dari luar negeri, rupiah diperkirakan akan terkena imbas pelemahan dolar
AS yang terjadi karena aksi ambil untung oleh pelaku pasar. Hal ini
membuat beberapa mata uang menguat karena menjadi opsi baru bagi pelaku
pasar, misalnya euro Eropa.
"Meningkatnya euro Eropa yang memanfaatkan turunnya dolar AS seiring
dengan aksi ambil untung, diharapkan dapat membantu rupiah untuk kembali
melanjutkan kenaikannya," ucapnya, Rabu (14/11/2018) seperti
dikutip/cnnindonesia.com./
Sedang dari dalam negeri, ia melihat ada sentimen positif dari transaksi
perdana Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), instrumen baru di pasar
uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). Sebab, pada lelang
perdana DNDF yang diikuti 9 bank di Tanah Air, berhasil meraih dana
sekitar US$73 juta dari lelang mencapai US$149 juta.
"Pergerakan positif ini terjadi jelang akan dirilisnya hasil Rapat Dewan
Gubernur (RDG) BI pada pekan ini," dia menambahkan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com