*Kalau Rasul mempunyai 9 istri, mengapa para pengikutNya dianjurkan hanya
empat istri?*

https://www.hidayatullah.com/kajian/jendela-keluarga/read/2018/11/07/154255/mengenal-istri-istri-rasulullah-muhammad.html
Mengenal Istri-istri Rasulullah Muhammad

Rabu, 7 November 2018 - 10:39 WIB

Saudi dinikahi Nabi dengan mahar 400 dirham, ketika usianya sudah enam
puluhan

*SELAMA* Nabi Muhammad ﷺ hidup, beliau pernah menikahi tiga belas wanita.
Semuanya janda, kecuali A’isyah binti Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhuma.
Berikut ini adalah daftar nama yang dinukil dari Ibnu Hisyam dalam karya
berjudul “*al-Sīrah al-Nabawiyyah*” (1955: II/643).

*Pertama*, *Khadijah binti Khuwailid*. Maharnya waktu itu 20 ekor unta.
Dalam catatan sirah yang masyhur, beliau menikahi Khadijah pada usia 25
tahun. Sementara Khadijah sendiri umurnya saat itu 40 tahun. Namun, Dr.
Akram al-‘Umary dalam buku “*Mā Syā’a walam Yatsbut fī al-Sīrah
al-Nabawiyyah*” (2007: 19) menguatkan riwayat Ibnu Ishaq yang menyatakan
bahwa usia Khadijah ketika nikah adalah 28 tahun.

Menariknya, selama nabi bersama Khadijah, tidak ada satupun wanita yang
dinikahi beliau. Seluruh potensi dan masa-masa terbaik saat muda serta
produktifitas beliau dihabiskan  bersamanya. Dengannya nabi dikarunai enam
anak: Abdullah, Al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, Fathimah dan Ummi
Kaltsum.Beserta istri pertamanya ini pula, perjuangan berat di Makkah bisa
dilalui dengan ketabahan dan kesabaran.

*Kedua*, *Saudah binti Zam’ah*. Sebelum dengan Nabi, suaminya bernama
Sakran bin Amru. Ketika suaminya wafat, beliau dinikahi nabi. Mahar yang
diberikan kepada beliau waktu nikah adalah 400 dirham. Saudah dinikahi
ketika usianya sudah enam puluhan.

Baca:  *Ketika Istri Nabi Dilanda Cemburu *
<https://www.hidayatullah.com/kajian/jendela-keluarga/read/2016/04/23/93635/ketika-istri-nabi-dilanda-cemburu.html>

*Ketiga*, *Aisyah binti Abu Bakar*. Dinikahi di Makkah setelah Khadijah
meninggal ketika berusia tujuh tahun. Dan baru digauli ketika di Madinah
saat berusia 9 tahun. Namun, menurut Abbas Mahmud Aqqad dalam “*aṣ-Ṣiddīqah
Binti aṣ-Ṣiddīq*” (49) umur Aisyah ketika berbulan madu dengan Nabi tidak
kurang dari 12 tahun dan tak lebih dari 15 tahun. Ini dikuatkan dengan
riwayat Ibnu Sa’ad yang menerangkan bahwa Aisyah dilamar pada usia 9 tahun
dan bulan madu pada usia sudah baligh (15 tahun).

Ketika itu, maharnya saat itu 400 dirham. Dengan Aisyah, hidup nabi sangat
bewarna dan romantis. Bila Khadijah adalah wanita dewasa yang keibuan maka
sebaliknya Aisyah adalah wanita muda yang energik, lincah dan cantik.
Selain itu, beliau juga dikenal sebagai istri nabi yang intelektualitasnnya
sangat tinggi.

Beliau termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits. Dr. Mahmud Ṭahhan
dalam “*Taisīr Muṣṭalah al-Hadīts*” (2004: 244) menempatkannya sebagai
sahabat dalam urutan keempat  yang paling banyak meriwayatkan hadits.
Jumlahnya: 2210. Dengan beliau Rasulullah tak memiliki anak.

*Keempat*, *Zainab binti Jahsyin*. Zainab adalah mantan istri Zaid bin
Haritsah. Waktu itu mahar yang diberikan Rasulullah adalah 400 dirham.
Dengan beliau Rasulullah tak memiliki anak.

Baca:  *Begini Romantisnya Nabi bersama Para Istrinya*
<https://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2018/11/01/153920/begini-romantisnya-nabi-bersama-para-istrinya.html>

*Kelima*, *Ummu Salamah binti Abu Umayyah*. Sebelum dengan Rasulullah, ia
adalah istri sahabat yang syahid bernama Salamah bin Abi Salamah. Waktu itu
mahar yang diberikan: kasur yang isinya serabut, anak panah , sehelai kain
dan penggiling dari batu. Dengan beliau Rasulullah tak memiliki anak.

*Keenam*, *Hafshah binti Umar*. Yang menikahkan kala itu adalah Umar bin
Khattab sendiri. Mahar yang diberikan adalah 400 dirham. Sebelumnya,
Hafshah adalah istri dari Khunais bin Hudzafah as-Sahmy. Dengan beliau
Rasulullah tak memiliki anak.

*Ketujuh*, *Ummu Habibah binti Abu Sufyan*. Istri nabi yang memiliki nama
asli Ramlah ini nikah dengan Rasulullah saat masih berada di tanah hijrah
Habasyah. Yang menjadi walinya saat itu adalah Khalid bin Sa’id bin Ash.
Maharnya diberikan Najasyi untuk Rasulullah ﷺ sebersar 400 dinar.
Sebelumnya, Ummu Habibah adalah istri Ubaidillah bin Jahsyin. Dengan beliau
Rasulullah tak memiliki anak. Demikian juga dengan istri-istri lainnya.

*Kedelapan*, *Juwairiyah binti Harits*. Sebelum dinikahi, ia adalah masuk
tawanan perang. Kabilahnya berasal dari Yahudi. Beliau dinikahi nabi dengan
mahar 400 dirham. Sebelum dengan nabi, suaminya bernama Abdullah. Dengan
beliau Rasulullah ﷺ tak memiliki anak.

Kesembilan, Shafiyah binti Huyay bin Akhtub. Merupakan wanita anak tokoh
Yahudi yang menjadi tawanan di perang Khaibar. Saat menikah, nabi
mengadakan walimah. Sebelum dengan nabi, dia adalah istri dari Kinanah bin
Rabi’ bin Abi Huqaiq.

Baca:  *Mencintai Ahlul Bait Rasulullah adalah Ciri Ahlus Sunnah *
<https://www.hidayatullah.com/artikel/tsaqafah/read/2015/06/10/71618/mencintai-ahlul-bait-rasulullah-adalah-ciri-ahlus-sunnah.html>

Istri yang lain yang pernah dinikahi Rasulullah ﷺ adalah Maimunah binti
Harits  maharnya 400 dirham yang diberikan untuk Rasulullah oleh Abbas dan
Zainab binti Huzaimah yang juga diberi mahar 400 dirham. Itulah istri-istri
yang pernah dinikahi dan digauli oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam.

Ketika beliau masih hidup, istri yang meninggal adalah Khadijah dan Zainab
binti Khuzaimah. Sedangkan ketika beliau wafat, meninggalkan 9 istri.
Sementara itu ada dua istri yang belum pernah digauli kemudian dicerai
karena cacat yaitu Asma binti Nu’man dan Amrah binti Yazid yang dicerai
akibat perilaku buruk.

Bila diperhatikan, poligami yang dilakukan nabi bukan untuk memenuhi hawa
nafsu. Buktinya, dari seluruh isterinya yang perawan hanya satu dan sisanya
adalah janda dan semua tidak mempunyai anak, kecuali Khadijah.

Karena itulah, Abbas Mahmud Aqqad dalam “*Abqariyyah Muhammad*” (108-109)
berkata: “Seandainya hanya kenikmatan seksual yang menjadi motif pernikahan
Nabi, maka untuk memenuhinya, beliau akan mempoligami 9 istri yang masih
muda, prawan yang terkenal cantik di Makkah, Madinah dan di jazirah Arab.
Satu-satunya perawan yang dinikahi adalah ‘Aisyah binti Abu Bakar. Itupun
pada awalnya ditawarkan oleh istri Utsman bin Madz’un sepeninggal
Khadijah.”*

Rep: Ahmad

Editor: Cholis Akbar

Kirim email ke