Bambang Djalisnetra membagikan kiriman.
2 jam · Presiden Joko WidodoSukai Halaman18 jam · 
Tiga tahun yang lalu, tepat di ujung paling barat Indonesia di Pulau Sabang, 
Aceh, saya memulai Gerakan Nasional Ayo Kerja: sebuah ajakan kepada semua 
elemen bangsa untuk memulai kerja besar, kerja keras, kerja bersama untuk 
mewujudkan mimpi-mimpi kita. Terutama, impian anak-anak muda Indonesia.

Apa saja mimpi-mimpi itu?

SATU, SDM Indonesia kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia. DUA, 
masyarakat Indonesia menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, dan 
menjunjung tinggi nilai-nilai etika.

TIGA, Indonesia sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia. 
EMPAT, masyarakat dan aparatur pemerintah kita bebas dari perilaku korupsi. 
LIMA, membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.

ENAM, Indonesia sebagai negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh 
di Asia Pasifik. TUJUH, Indonesia sebagai barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Tujuh impian anak muda Indonesia itu kini tercatat dan disimpan dalam kapsul 
waktu di sebuah monumen di ujung timur Indonesia, di Kota Merauke -- lebih 
5.000 kilometer dari Pulau Sabang, tempat dicanangkannya Gerakan Nasional Ayo 
Kerja tiga tahun lalu.

Ini mimpi besar, bukan pekerjaan lima, sepuluh atau 20 tahun, tapi pekerjaan 
beberapa generasi. Selama 70 tahun atau 100 tahun ke depan, semua elemen bangsa 
harus bekerja keras, karena tidak ada hasil yang instan. Tidak ada juga 
pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh satu atau segelintir orang. Ini kerja 
bersama untuk mewujudkan impian anak-anak kita.

Kirim email ke