Jokowi bahas perdagangan dengan Xi Jinping
Sabtu, 17 November 2018 22:47 WIB
Jokowi bahas perdagangan dengan Xi Jinping
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok
(RRT) Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di Hotel Stanley, Port
Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018) petang, di sela KTT APEC
2018. Foto Biro Pers Setpres RI.
Saya juga harap Yang Mulia dapat mendorong wisatawan RRT untuk
berkunjung ke Indonesia khususnya ke Bali dan 10 Bali baru
Jakarta, (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden
Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping dan membahas perdagangan
hingga ekonomi digital dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela
KTT APEC.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey
Machmudin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu,
menyebutkan pertemuan tersebut dihelat di Hotel Stanley, Port Moresby,
Sabtu petang.
Mengawali pertemuan, Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada
Presiden Xi Jinping atas kesuksesan RRT menggelar pameran internasional
ekspor di Shanghai yang berlangsung belum lama ini.
"Saya ingin menyampaikan selamat atas penyelenggaraan The 1st China
International Import Export Expo di Shanghai baru-baru ini, di mana
Indonesia menjadi 'Negara Kehormatan'," ujar Presiden Jokowi.
Selain itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi RRT atas ucapan simpati
dan kerja sama yang diberikan dalam penanganan bencana alam di Lombok
dan Sulawesi Tengah.
Kedua kepala negara kemudian membahas beberapa hal terkait hubungan
kedua negara. Dalam bidang perdagangan, Presiden berharap kedua negara
dapat bekerja sama mengatasi defisit perdagangan Indonesia-RRT melalui
berbagai cara.
Cara itu antara lain kemudahan bagi ekspor buah tropis dari Indonesia ke
RRT, seperti nanas segar, buah naga, alpukat, rambutan, mangga, pisang
dan durian.
"Kemudahan bagi impor sarang burung walet asal Indonesia," lanjutnya.
Presiden juga berharap keberlanjutan ekspor kelapa sawit dan produk
turunannya, termasuk kerja sama pengembangan biodiesel seperti biofuel
B5, B20 dan replantasi kelapa sawit.
*Baca juga:KTT APEC bahas ekonomi digital
<https://www.antaranews.com/berita/766485/ktt-apec-bahas-ekonomi-digital>*
Selain itu, Presiden Jokowi ingin agar RRT tidak menerapkan kuota atau
anti-dumping untuk produk manufaktur Indonesia seperti besi baja.
"Saya juga harap Yang Mulia dapat mendorong wisatawan RRT untuk
berkunjung ke Indonesia khususnya ke Bali dan 10 Bali baru," imbuhnya.
Kedua Kepala Negara juga membahas mengenai kerja sama di bidang
investasi, termasuk untuk mengembangkan industri 4.0.
Dalam pertemuan bilateral ini, Presiden didampingi oleh Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar
Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Selain itu hadir pula, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Thomas Lembong, Duta Besar LBBP RI untuk Papua Nugini Ronald J.P. Manik,
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra
Percaya dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.
*Baca juga:Presiden hadiri sejumlah kegiatan di KTT APEC
<https://www.antaranews.com/berita/769306/presiden-hadiri-sejumlah-kegiatan-di-ktt-apec>*
Pewarta:Agus Salim
Editor: Budi Santoso
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com