Rabu, 21 Nov 2018 16:23 WIB
Jokowi Minta Sri Mulyani Banyak-banyak 'Obral' Insentif Pajak
Hendra Kusuma - detikFinance
Jakarta - Guna mendorong pertumbuhan ekonomidan menjamin kebijakan investasi 
serta pemberian insentif pajak berjalan efektif,Presiden Joko Widodo (Jokowi) 
meminta jajaran menteri kabinet kerja untukmelakukan evaluasi.Evaluasi yang 
dimaksud Jokowi adalah dengan mempermudah para investor untukmendapatkan 
insentif perpajakan di tanah air.
"Seperti yang tadi dipresentasikan oleh Bapak Menko Perekonomian, konsepuntuk 
bagaimana meningkatkan investasi dalam rangka mendorong perekonomianIndonesia," 
kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Istana Bogor,Rabu 
(21/11/2018).Sri Mulyani mengatakan, KementerianKeuangan sendiri telah 
menerbitkan aturan pemberian insentif pajak seperti tax holiday dan tax 
allowance yangtertuang dalam PMK Nomor 35 Tahun 2018.

Evaluasi yang dimaksud itu, kata Sri Mulyani adalah memperluas bidang usahayang 
bisa merasakan fasilitas libur bayar pajak (tax holiday) maupun tax 
allowance."Akan diperluas dari sisisektornya dan KBLI-nya, kelompok bidang 
usaha yang akan mendapatkan tax holiday. Kita jugamenggunakan tax 
allowance,kita juga memberikan insentif untuk dunia usaha, usaha kecil menengah 
dan jugapembebasan PPN serta insentif perpajakan di sektor pertambangan serta 
bea masukyang ditanggung oleh pemerintah," jelas dia.

Kemudian, lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga akan memberikan insentif 
pajakberdasarkan kawasan seperti kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, free 
trade zone, dantempat penimbunan barang. 

"Nah berbagai insentif ini sekarang diminta oleh Bapak Presiden untukdievaluasi 
secara sangat ketat dari sisi efektivitasnya," tambah dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan evaluasi yang 
dimintaseperti menyederhanakan proses sehingga laju investasi di dalam negeri 
tumbuhtinggi.


"Kita akan terus diminta oleh bapak presiden untuk menyederhanakanprosesnya dan 
juga mengevaluasi dari sisi kebutuhan efektivitas dari tax holiday ini 
untukbetul-betul meningkatkan investasi," ungkap dia.(hek/fdl)

Kirim email ke