https://www.antaranews.com/berita/771602/guru-honorer-masih-berpenghasilan-rendah Guru honorer masih berpenghasilan rendah
Senin, 26 November 2018 00:30 WIB Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menerima curhatan seorang guru honorer bernama Yeni, guru yang menitikkan air mata menceritakan nasibnya, di Perum Taman Kenari Ciluar, Bogor, Kamis (8/11/2018). (Foto: Tim SSU) Cianjur (ANTARA News) - Forum Guru Honorer mencatat sebagian besar guru honorer di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hingga saat ini masih berpenghasilan rendah, di bawah Rp500 ribu per bulan. Ketua Forum Honorer Kabupaten Cianjur, Magfur, kepada wartawan di Cianjur, Minggu, mengatakan bahwa guru honorer tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya mengandalkan pendapatan dari dana sekolah yang tergantung pada anggaran belanja sekolah, tempat mereka mengabdi. "Besarannya tidak bisa ditentukan karena tidak ada standarnya, tergantung berapa kebijakan sekolah untuk membayar dana tenaga honorer. Kalau muridnya banyak bisa Rp1 juta, kalau sedikit di bawah Rp500 ribu per bulan," kata dia. Namun, kata dia, selama ini sebagian besar guru honorer berpendapatan rendah, terutama berbagai sekolah yang memiliki guru honorer lebih banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah pegawai negeri sipil (PNS). "Kalau di satu sekolah hanya satu PNS dan selebihnya honorer, tentu anggaran sekolah yang tersedia untuk tenaga hororer harus dibagi. Banyak sekolah yang hanya punya satu PNS," kata dia. Jika profesi guru merupakan pengabdian yang memiliki kewajiban untuk mencerdaskan generasi ke depan, ujar dia, pemerintah sudah harus memberikan perhatian dan kesejahteraan untuk guru. "Pemerintah seharusnya sadar untuk menyejahterakan tenaga guru, terutama honorer karena peran mereka sangat penting untuk keberlangsungan proses belajar mengajar," kata dia
