Pelaksanaan syariat Islam zaman modern ada di Aceh
Senin, 26 November 2018 06:08 WIB
Pelaksanaan syariat Islam zaman modern ada di Aceh
Arsip. Ustad Abdul Somad memberikan tausiah pada tabliG Akbar di
Lapangan upacara Lhoksukon, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Minggu
(11/11/2018). ANTARA FOTO/Rahmad/aww. (ANTARA FOTO/RAHMAD)
Jika ingin melihat secara riil pelaksanaan syariat Islam di zaman modern
maka datanglah ke Aceh, di sana merupakan daerah yang memiliki
Qanun/peraturan daerah tentang pelaksanaan syariat Islam
Banda Aceh (ANTARA News) - Dai kondang Tanah Air Ustadz Abdul Somad
(UAS) menyatakan pelaksanaan syariat Islam di zaman modern ada di
provinsi ujung paling Barat Indonesia, yakni Aceh.
"Jika ingin melihat secara riil pelaksanaan syariat Islam di zaman
modern maka datanglah ke Aceh, di sana merupakan daerah yang memiliki
Qanun/peraturan daerah tentang pelaksanaan syariat Islam," kata Ustadz
Abdul Somad di hadapan jamaah yang memadati Masjid Raya Baiturrahman
Banda Aceh, Minggu (25/11) malam.
Di sela-sela menjadi penceramah pada tablig akbar peringatan Maulid Nabi
Muahmmad SAW yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,
Abdul Somad menjelaskan Aceh memiliki Dinas Syariat Islam dan bank
daerah yang pertama berubah status dari konvensional menjadi syariah
juga di provinsi setempat.
"Saya merekomendasikan kepada bupati/wali kota dan gubernur di seluruh
Tanah Air untuk melakukan studi banding ke Aceh jika ingin mengislamkan
bank daerah yang masih konvensional menjadi syariah," katanya.
Menurut dia, Aceh merupakan bumi para ulama, tengku dan dayah serta
menjadi tempat singgah bagi jamaah calon haji yang akan melaksanakan
ibadah haji, yakni di Kota Sabang.
"Aceh juga memiliki beragam catatan sejarah yang luar biasa termasuk
Aceh punya ulama besar salah satunya Syekh Abdurrauf, namun kita jangan
sampai terlena dengan masa lalu," katanya.
Abdul Somad mengatakan penerapan syariat Islam yang berlangsung di Aceh
tersebut dapat terus dipertahankan.
Tentang hal itu, dirinya juga akan menyampaikan dalam setiap ceramahnya
tentang Aceh.
"Mari kita bersama-sama memakmurkan masjid dengan mendirikan shalat
berjamaah lima waktu. Jaga shalat berjamaah lima waktu insyaallah akan
lahir generasi muda terbaik di masa mendatang," katanya.
Ia mengatakan menjadi orang Aceh suatu kebanggaan yang luar biasa serta
memiliki tanggung jawab yang luar biasa, yakni siap untuk memakmurkan
masjid dan menjaga shalat berjamaah.
?Dalam tausiah sekitar dua jam di halaman depan Masjid Raya Baiturrahman
tersebut, ia juga berpesan kepada pemangku kepentingan di Provinsi Aceh
agar memanfaatkan kekuasaanya untuk menjalankan perintah Allah.
"Artinya, kekuasaan yang ada di tangan saat ini harus digunakan
menjalankan perintah Allah seperti pelaksanaan shalat berjamaah dan
kebijakan lainnya dalam menjalankan syiar Islam," katanya.
Dalam kesempatan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW tersebut, ia
juga mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Aceh khususnya dan
Indonesia umumnya untuk membesarkan hari kelahiran Nabi Muhammad.
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan peringatan
Maulid Nabi Muhammad tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat
dalam menerapkan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Nanggroe Malik Mahmud, Wali Kota
Banda Aceh Aminullah Usman, dan unsur forkopimda setempat.
Pewarta:M Ifdhal
Editor: Tasrief Tarmizi
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com