Rapopo. Sang rajanya toh sudah tak sempat berkomentar 
soal cubitan dari belakang ini saking sibuk menyeka 
percikan di muka akibat menepuk air di koalisi, menuai 
badai dari angin yang dia tebar ke kubu & pendukungnya 
sendiri. 

Rapopo. Rakyat memafkan... 
Tanpa harus lupa menikmati tontonan seru ini sambil 
makan sate, ngopi dll. Lakon repotnya sang "raja" 
di bawah tatapan tajam segenap koalisi bahkan dengus 
partainya sendiri. 

Bakal ampuhkah jurus pengalih "saya bukan PKI" yang sudah 
bulukan itu? 


--- jonathangoeij@... wrote:



Apa Susahnya PDIP dan TKN Minta Maaf Soal Poster Raja Jokowi?



Kader PDIP mencopot poster Jokowi bermahkota. FOTO/Istimewa
Oleh: Felix Nathaniel - 21 November 2018Dibaca Normal 1 menit

PDIP sempat menuding poster Jokowi raja dibuat pihak lawan untuk menyudutkan. 
Faktanya, poster itu dibuat relawan pendukung Jokowi.tirto.id - Poster 
bergambar Joko Widodo lengkap dengan mahkota raja sempat tersebar di sejumlah 
daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kemunculan poster itu sempat bikin PDI 
Perjuangan berang lantaran dianggap kampanye hitam.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pereira menganggap poster itu sebagai produk 
musuh. Alat peraga kampanye (APK) itu diklaim Andreas, bukan produk PDIP untuk 
kampanye.

“APK siluman. Sesuatu yang jauh dari fakta diri Jokowi yang sebenarnya,” kata 
Andreas kepada reporter Tirto, Selasa pekan lalu.

Tiga hari berselang, relawan pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang 
mengatasnamakan dirinya Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) mengaku bertanggung 
jawab atas pemasangan poster itu.

Pengakuan itu disampaikan Koordinator KAMI, Ade Irmanus Sholeh. Ia mengaku KAMI 
sudah mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi dua periode, awal November 2018.

Menurut Ade, tak ada arahan poster harus seperti apa sehingga KAMI kemudian 
mendistribusikan poster itu.

“KAMI semua koordinator kota dan kabupaten tidak dijelaskan secara gamblang dan 
jelas terkait spesifikasi gambar. Hingga akhirnya pengurus PDIP merasa 
keberatan dengan gambar Jokowi yang mengenakan mahkota dan logo partai,” kata 
Ade, Sabtu (16/11). 

Keterangan Ade yang menyebut KAMI sebagai relawan Jokowi disangsikan Andreas. 
Alasannya, poster dari relawan tak memuat logo partai, yang dalam poster itu 
memuat logo PDIP.

Baca juga:   
   - PDIP Curiga Poster Jokowi Bermahkota Produk Kelompok Musuh

Sama seperti Andreas, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga sempat 
meragukan keterangan Ade. Hasto memandang ada upaya untuk mendiskreditkan PDIP 
lewat kampanye hitam. 

Namun setelah KAMI terkonfirmasi sebagai relawan Jokowi, Hasto tak berani 
berkomentar macam-macam. Ia hanya menegaskan TKN Jokowi-Ma’ruf akan 
menggantinya dengan poster lain.

“Poster-poster tersebut telah kami lepas dan kemudian kami akan pasang poster 
yang didesain sesuai dengan karakter kepemimpinan dari Pak Jokowi,” kata Hasto, 
Senin (19/11/2018) kemarin.

Setelah kasus ini sudah jelas, kenapa PDIP tak minta maaf atas gembar-gembor 
tudingan kampanye hitam dari lawan?

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf dari Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago tak 
merasa PDIP perlu meminta maaf atas kegaduhan yang mereka buat. Menurutnya, 
seharusnya masyarakat memaklumi ulah relawan yang tidak bisa dipantau TKN dan 
partai.

“Namanya juga relawan, mungkin cuma kreativitas saja, itu kan kostum Kresna 
dalam pewayangan,” kata Irma kepada reporter Tirto, Selasa (20/11/2018).

“Apa itu merugikan orang lain?” kata Irma menambahkan.

Baca juga:   
   - Beredar Poster Raja Jokowi, PSI: Prabowo yang Lebih Pas

Ibarat Maling Teriak Maling
Anggapan Irma yang menyebut “Apa itu merugikan orang lain?”, ditanggapi Andre 
Rosiade, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Menurut Andre, PDIP dan kubu Jokowi seakan tak mau disalahkan, padahal mereka 
seharusnya minta maaf atas kegaduhan yang mereka buat.

“Udah, nuduh-nuduh orang dengan berapi-api, minta maaf, enggak,” kata Andre 
kepada reporter Tirto.

Andre mengibaratkan sikap PDIP seperti “maling teriak maling.” Ia pun menyebut 
kubu Jokowi-Ma’ruf berbeda karakter dengan kubu Prabowo-Sandi. Andre menyebut, 
kubu Prabowo-Sandi dua kali meminta maaf atas kesalahan yang mereka lakukan. 
Pertama soal hoaks Ratna Sarumpaet, kedua soal Sandiaga melangkahi makam.

“Itu beda karakter dan mental kubu kami dengan kubu sebelah,” kata Andre.



Ada Gengsi PDIP
Ketidakmauan PDIP dan TKN Jokowi-Ma’ruf meminta maaf terkait poster Jokowi raja 
dinilai dosen ilmu politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin 
dilatari masalah gengsi.

“PDIP gengsi mengakui persoalan ini terjadi di internal mereka karena sudah 
terlanjur menuduh orang lain,” jelas Ujang kepada reporter Tirto.

Meski begitu, Ujang menilai tidak ada yang salah dengan pemasangan poster 
Jokowi raja. Oleh karena itu, Ujang menilai, PDIP tidak perlu ragu meminta maaf 
karena masyarakat akan memahami kesalahan komunikasi antara partai dan relawan.

“Kalau diam saja tentu PDIP akan dijadikan serangan [karena] belum ada 
kejelasan tapi sudah berniat menuduh. Artinya PDIP bisa dianggap sebagai partai 
yang memutarbalikan fakta,” kata Ujang.
Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix 
Nathaniel 
(tirto.id - Politik) 

Reporter: Felix Nathaniel 
Penulis: Felix Nathaniel 
Editor: Mufti Sholih
  

Kirim email ke