Jokowi Akui Pemerintah Alpa Bangun Industri dan Hilirisasi
Senin , 03 Desember 2018 | 10:27
http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5019/jokowi_akui_pemerintah_alpa_bangun_industri_dan_hilirisasi
Jokowi Akui Pemerintah Alpa Bangun Industri dan Hilirisasi
Sumber Foto cnnindonesia.com
Presiden Joko Widodo
POPULER
Akses Jalan Menuju Monas Menjadi Parkiran Massal
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5019/ekonomi/read/5000/%22>Jokowi
Akui Pemerintah Alpa Bangun Industri dan Hilirisasi
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5019/ekonomi/read/5019/%22>
Listen to this
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku pemerintah selama ini
alpa dalam membangun industri dan hilirisasi. Akibatnya, defisit
transaksi berjalan membengkak dan menjadi masalah kala ekonomi global
bergejolak.
"Sudah berpuluh tahun problem besar adalah CAD (current account
defisit/defisit transaksi berjalan). Kita tahun tapi tidak pernah
mengeksuksi masalah ini. Baru dua tahun terakhir saya terus konsentrasi
di sini," ujar Jokowi dalam CEO Networking 2018 di Jakarta, Senin
(12/3/2018).
Jokowi menjelaskan Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya alam
melimpah, mulai dari batu bara, bauksit, sawit, dan sebagainya. Di sisi
lain, Indonesia masih kerap mengimpor produk turunan SDA
tersebut."Negara kita SDA (Sumber Daya Alam) melimpah. Misalnya mineral
bauksit, setiap tahun jutaan ton. Tapi pabrik kita mengimpor alumina,
padahal kuncinya industrialisasi dan hilirisasi. Kita tahu tapi tak
pernah dikerjakan," katanya seperti dikutip/cnnindonesia.com/.
Tak heran, menurut dia, defisit transaksi berjalan terus membengkak.
Puncaknya, pada kuartal III 2018 lalu, defisit transaksi berjalan
mencapai US$4,4 miliar atau 3,37 persen PDB, lebih tinggi dari kuartal
sebelumnya 3,03 persen terhadap PDB.
Dalam kondisi normal, defisit transaksi berjalan yang besar dapat
ditutup oleh aliran modal asing yang masuk ke Indonesia. Namun, dalam
kondisi gejolak ekonomi, aliran modal asing yang susut membuat defisit
transaksi berjalan yang besar dapat menjadi masalah pada neraca
pembayaran dan berdampak pada nilai tukar rupiah.
Jokowi mengakui defisit transaksi berjalan yang besar saat ini merupakan
akibat kealpaan pemerintah membangun industri dan hilirisasi. Padahal,
menurut dia, jika industriliasasi dilakukan sejak beberapa tahun lalu,
produk domestik bruto (PDB) Indonesia bisa meningkat hingga empat kali
lipat.
"Kalau kita sejak dulu membangun industri alumina, maka impor tidak
perlu terjadi dan mempengaruhi CAD. Kita keenakan kirim (ekspor) bahan
mentah, terus dapat uang," dia mengungkapkan.
Saat ini, menurut dia, pemerintah tengah konsen menerapkan sejumlah
kebijakan guna mendorong industrilalisasi dan menekan defisit transaksi
berjalan. Salah satunya pada industri sawit.
"Indonesia saat ini produsen sawit terbesar di dunia. Produksi 42 juta
ton, untuk itu diusahakan hilirisasi dalam bentuk biosolar. Kami
wajibkan penggunaan B20, setelah itu B80 dan B100. Ini akan mengurangi
CAD karena impor solar bakal berkurang dan dihilangkan," dia menjelaskan.
Pemerintah, menurut Jokowi, juga tengah mendorong hilirisasi produk
nikel. Jika hilirisasi berjalan, menurut dia, nilai tambah dari produk
tersebut bisa meningkat hingga empat kali lipat."Untuk itu saya mengajak
seluruh CEO, agar sektor riil segera industrialisasi dan hilirisasi.
Setop ekspor bahan baku mentah," dia menambahkan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com