https://www.suara.com/news/2018/12/05/170719/opm-kami-yang-menyerbu-pekerja-nduga-korban-tewas-bukan-sipil-tapi-tni
OPM: Kami yang Menyerbu Pekerja Nduga, Korban Tewas Bukan Sipil tapi TNI

Reza Gunadha

Rabu, 05 Desember 2018 | 17:07 WIB

[image: OPM: Kami yang Menyerbu Pekerja Nduga, Korban Tewas Bukan Sipil
tapi TNI]

Juru Bicara OPM Sebby Sambom. [ekelkossay]
"Kami punya kode etik perang revolusi. Kami tidak bakal berperang melawan
warga sipil yang tak seimbang dan sepadan."

*Suara.com - *Organisasi Papua <https://www.suara.com/tag/papua> Merdeka
menegaskan, penyerangan ke lokasi jembatan Trans Papua
<https://www.suara.com/tag/trans-papua> di Distik Mbua, Kabupaen Nduga
<https://www.suara.com/tag/nduga>, pada hari Minggu (2/12) akhir pekan lalu
dilakukan oleh sayap militernya, Tentara Pembebasan Nasional OPM
<https://www.suara.com/tag/opm>.

Juru Bicara OPM Sebby Sambom dalam siaran persnya di Papua, Rabu
(5/12/2018), mengatakan serangan terhadap pekerja di Kali Aworak, Kali
Yigi, dan Pos TNI di Mbua dilakukan tim Panglima Daerah Militer Makodap III
Ndugama OPM Egianus Kogoya.

"Kami melakukan aksi ofensif dan bertanggungjawab atasnya," tegas Sebby
Sambom.

Ia mengungkapkan, operasi ofensif itu dilakukan atas komando lapangan Pemne
Kogoya. Adapun korban tewas adalah anggota TNI yang menyamar sebagai
pekerja sipil.

Sebby Sambom mennjelaskan, TPN OPM sedikitnya sudah tiga buln terakhir
melakukan investigasi terhadap para pekerja proyek tersebut.

Hasilnya, kata dia, Pos Mbua adalah pusat kontrol yang berisi pekerja dari
unsur TNI berpakaian sipil.

"Kami tahu yang bekerja di Jalan Trans Papua sepanjang Jalan Habema – Jugur
Kenyam – Batas Batu adalah murni anggota TNI," jelasnya.

Ia menepis tuduhan membunuh pekerja sipil. Ia menegaskan, TPN OPM tak salah
memilih target operasi.

"Tentara rakyat Papua tahu betul mana warga sipil, pekerja unsur sipil, dan
orang TNI maupun TNI dari Yon Zipur yang bekerja dalam proyek itu,"
jelasnya.

Selain itu, Sebby Sambom juga mengakui penyerangan terhadap Pos TNI Distrik
Mbua adalah tentaranya, bukan warga sipil.

"Harus diingat, kami TPNPB Komando Nasional punya kode etik perang
revolusi. Kami tidak bakal berperang melawan warga sipil yang tak seimbang
dan sepadan."

Kirim email ke